Aktivitas Pertanian di Pasirlangu Lumpuh, Warga Kehilangan Mata Pencaharian

PASUNDANEKSPRES.ID - Bencana longsor yang melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), tidak hanya menyisakan duka mendalam bagi warga, tetapi juga berdampak serius terhadap mata pencaharian masyarakat. Aktivitas pertanian yang selama ini menjadi sumber penghidupan utama warga lumpuh akibat kerusakan lahan, tertimbunnya tanaman siap panen, serta terputusnya akses menuju kebun-kebun pertanian.
Pasca longsor, warga Kampung Babakan Pasir Kuning harus menghadapi kenyataan pahit. Sebagian besar penduduk berprofesi sebagai petani sayuran dan bunga. Longsor menyebabkan lahan pertanian rusak parah, tanaman tertimbun material tanah, serta akses jalan menuju kebun tidak dapat dilalui.Akibat bencana tersebut, para petani mengaku mengalami kerugian yang tidak sedikit. Dalam kurun waktu terjadinya longsor, setiap keluarga petani diperkirakan mengalami kerugian hingga Rp5 juta.
Kerugian ini berasal dari tanaman yang seharusnya dipanen dan dijual, namun gagal panen akibat tertimbun longsoran tanah.
Ujang Sarman, salah seorang petani setempat, mengungkapkan bahwa longsor membuatnya kehilangan hampir seluruh tanaman sayuran yang siap panen. "Tanaman brokoli sama selada sudah siap panen, tapi semuanya ketimbun tanah. Kami benar-benar rugi, modal juga belum balik," ujar Ujang.
Tak hanya kehilangan hasil panen, warga juga mengaku kesulitan mendapatkan air untuk mengairi lahan pertanian. Saluran air yang bersumber dari Gunung Burangrang rusak akibat diterjang longsor, sehingga pasokan air terhenti. Kondisi ini semakin memperparah keadaan petani yang mencoba kembali bercocok tanah.
Hal senada disampaikan Nurhayati, petani lainnya, yang mengaku kini harus lebih berhati-hati mengolah lahan. "Sekarang kami takut kalau hujan deras, soalnya tanahnya masih labil. Ada lahan yang sudah tidak berani digarap karena rawan longsor susulan," katanya.
Meski demikian, sebagian warga mulai berupaya bangkit. Mereka mencoba kembali menanam di lahan yang dinilai masih aman demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.(ijr/sep)
