Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Aktivitas Pertanian di Pasirlangu Lumpuh, Warga Kehilangan Mata Pencaharian

I
Ijang Samsu RijalEditor: Asep
|09:01 WIB
Bagikan:
Aktivitas Pertanian di Pasirlangu Lumpuh, Warga Kehilangan Mata Pencaharian
MENANAM: Salah satu petani di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, mulai menanam kembali bibit sayuran pasca bencana longsor, beberapa waktu lalu. Ijang Samsu Rijal/Pasundan Ekspres

PASUNDANEKSPRES.ID - Bencana longsor yang melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), tidak hanya menyisakan duka mendalam bagi warga, tetapi juga berdampak serius terhadap mata pencaharian masyarakat. Aktivitas pertanian yang selama ini menjadi sumber penghidupan utama warga lumpuh akibat kerusakan lahan, tertimbunnya tanaman siap panen, serta terputusnya akses menuju kebun-kebun pertanian.

Pasca longsor, warga Kampung Babakan Pasir Kuning harus menghadapi kenyataan pahit. Sebagian besar penduduk berprofesi sebagai petani sayuran dan bunga. Longsor menyebabkan lahan pertanian rusak parah, tanaman tertimbun material tanah, serta akses jalan menuju kebun tidak dapat dilalui.Akibat bencana tersebut, para petani mengaku mengalami kerugian yang tidak sedikit. Dalam kurun waktu terjadinya longsor, setiap keluarga petani diperkirakan mengalami kerugian hingga Rp5 juta.

Kerugian ini berasal dari tanaman yang seharusnya dipanen dan dijual, namun gagal panen akibat tertimbun longsoran tanah.
Ujang Sarman, salah seorang petani setempat, mengungkapkan bahwa longsor membuatnya kehilangan hampir seluruh tanaman sayuran yang siap panen. "Tanaman brokoli sama selada sudah siap panen, tapi semuanya ketimbun tanah. Kami benar-benar rugi, modal juga belum balik," ujar Ujang.

Tak hanya kehilangan hasil panen, warga juga mengaku kesulitan mendapatkan air untuk mengairi lahan pertanian. Saluran air yang bersumber dari Gunung Burangrang rusak akibat diterjang longsor, sehingga pasokan air terhenti. Kondisi ini semakin memperparah keadaan petani yang mencoba kembali bercocok tanah.

Hal senada disampaikan Nurhayati, petani lainnya, yang mengaku kini harus lebih berhati-hati mengolah lahan. "Sekarang kami takut kalau hujan deras, soalnya tanahnya masih labil. Ada lahan yang sudah tidak berani digarap karena rawan longsor susulan," katanya.
Meski demikian, sebagian warga mulai berupaya bangkit. Mereka mencoba kembali menanam di lahan yang dinilai masih aman demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.(ijr/sep)

Berita Terbaru

Perbedaan PPPK Paruh Waktu dan Penuh Waktu Terbaru

Perbedaan PPPK Paruh Waktu dan Penuh Waktu Terbaru

Nasional14 menit lalu
Kenali Gejala Super Flu H3N2 Subclade K, Apa Bedanya dengan Influenza Biasa?

Kenali Gejala Super Flu H3N2 Subclade K, Apa Bedanya dengan Influenza Biasa?

Lifestyle18 menit lalu
World Pharmacists Day 2026, IAI Subang Perang Melawan Peredaran Gelap Tramadol hingga Alprazolam

World Pharmacists Day 2026, IAI Subang Perang Melawan Peredaran Gelap Tramadol hingga Alprazolam

Subang18 menit lalu
World Pharmacists Day 2026, IAI Subang Perang Melawan Peredaran Gelap Tramadol hingga Alprazolam

World Pharmacists Day 2026, IAI Subang Perang Melawan Peredaran Gelap Tramadol hingga Alprazolam

Headline36 menit lalu
ADVERTISEMENT
Divonis 1 Tahun 6 Bulan, Kades Banggalamulya Masih Pertimbangkan Upaya Hukum

Divonis 1 Tahun 6 Bulan, Kades Banggalamulya Masih Pertimbangkan Upaya Hukum

Headline1 jam lalu
Ini Dia Peluang Kerja Fresh Graduate di Kawasan Industri Subang

Ini Dia Peluang Kerja Fresh Graduate di Kawasan Industri Subang

Lifestyle1 jam lalu
Hasil Undian Badminton AG 2026 Perorangan: Rachel/Febi Langsung Jumpa Tan/Thinaah

Hasil Undian Badminton AG 2026 Perorangan: Rachel/Febi Langsung Jumpa Tan/Thinaah

Olahraga1 jam lalu
SMP Negeri 3 Purwakarta Bentuk Karakter Siswa, Ditempa di Mako Brimob

SMP Negeri 3 Purwakarta Bentuk Karakter Siswa, Ditempa di Mako Brimob

Purwakarta1 jam lalu
Camat Purwakarta Perkuat Koordinasi dan Optimalisasi Pelayanan Masyarakat

Camat Purwakarta Perkuat Koordinasi dan Optimalisasi Pelayanan Masyarakat

Purwakarta1 jam lalu
Kelola Sampah Rumah Tangga, DLH dan HWB Purwakarta Teken Kerjasama

Kelola Sampah Rumah Tangga, DLH dan HWB Purwakarta Teken Kerjasama

Purwakarta1 jam lalu