Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Forum Kelompok Sadar Wisata Pertanyakan Arah Kebijakan Pengembangan Pariwisata

I
Ijang Samsu RijalEditor: Asep
|12:04 WIB
Bagikan:
Forum Kelompok Sadar Wisata Pertanyakan Arah Kebijakan Pengembangan Pariwisata
Ketua Forum Pokdarwis KBB, Suryadi

Pemerintah Fokus Lebih Fokus di Kawasan Utara

BANDUNG BARAT- Forum Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kabupaten Bandung Barat menilai potensi pariwisata di wilayah selatan KBB masih belum tergarap secara maksimal. Di tengah padatnya kunjungan wisata ke kawasan Lembang, wilayah selatan yang meliputi Kecamatan Gununghalu, Rongga, Sindangkerta, hingga Cipongkor justru menyimpan bentang alam, air terjun, budaya lokal, dan produk unggulan desa yang dinilai mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai arah kebijakan pengembangan pariwisata di Bandung Barat. Selama bertahun-tahun, investasi infrastruktur, promosi, hingga pengembangan destinasi masih lebih banyak terpusat di kawasan utara seperti Lembang, sementara wilayah selatan dinilai belum memperoleh perhatian yang seimbang.

Ketua Forum Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kabupaten Bandung Barat, Suryadi, menilai wilayah selatan memiliki keunggulan yang sulit ditemukan di kawasan wisata lain, yakni bentang alam yang masih alami, kualitas lingkungan yang terjaga, serta keterlibatan masyarakat yang cukup tinggi dalam mengembangkan sektor pariwisata.

 "Sepanjang jalur menuju Curug Malela sebenarnya banyak sekali titik wisata yang bisa dikembangkan. Tidak hanya air terjun, tetapi juga panorama alam, sungai, perkebunan hingga kampung-kampung yang masih sangat asri. Potensinya sangat besar, tetapi belum dikemas menjadi kawasan wisata terpadu," kata Suryadi, Minggu, (12/7/2026).

Ia mengungkapkan, saat ini sudah terbentuk sedikitnya 33 Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di wilayah selatan. Jumlah tersebut menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat dalam membangun desa wisata secara mandiri.

Namun, tingginya semangat masyarakat belum diikuti dengan peningkatan jumlah wisatawan maupun tumbuhnya investasi pariwisata. Menurutnya, persoalan utama masih berkutat pada akses jalan, minimnya promosi, serta belum adanya konsep pengembangan kawasan yang terintegrasi. "Secara keindahan alam dan kesejukan, wilayah selatan menurut saya bahkan bisa bersaing dengan Pangalengan. Tetapi orang lebih mengenal daerah lain karena aksesnya lebih mudah dan promosinya jauh lebih kuat," ujarnya.

Selain wisata alam, kawasan selatan juga memiliki potensi wisata budaya, wisata religi, serta berbagai produk unggulan. Seperti kopi Sindangkerta, gula semut, wajit Cililin, kerajinan tangan, hingga hasil peternakan yang dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat apabila dikembangkan dalam satu ekosistem pariwisata.

Suryadi menilai selama ini wisatawan umumnya hanya datang ke Curug Malela, kemudian kembali pulang tanpa singgah di desa-desa sekitar. Akibatnya, perputaran ekonomi yang dinikmati masyarakat lokal masih belum optimal.

Padahal, apabila pemerintah menyusun paket wisata terpadu yang menghubungkan objek wisata alam dengan homestay, UMKM, sentra kuliner, wisata budaya, dan produk lokal, lama tinggal wisatawan dapat meningkat sehingga berdampak langsung terhadap pendapatan masyarakat. "Kalau wisatawan menginap di homestay warga, membeli produk UMKM, menikmati kuliner lokal dan mengunjungi beberapa destinasi sekaligus, nilai ekonomi yang berputar di masyarakat tentu akan jauh lebih besar," jelasnya.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mulai menjadikan wilayah selatan sebagai salah satu prioritas pembangunan sektor pariwisata. Menurutnya, pembangunan akses jalan menuju destinasi, peningkatan fasilitas dasar, promosi digital, hingga pendampingan bagi pelaku wisata harus dilakukan secara berkelanjutan. "Potensinya sudah ada. Masyarakatnya juga sudah bergerak. Tinggal bagaimana pemerintah hadir menyusun kebijakan yang mampu menghubungkan seluruh potensi itu menjadi destinasi wisata yang benar-benar memberikan manfaat ekonomi," katanya.(ijr/sep)

Berita Terbaru

Acara HUT TNI 2026 Dipindah ke Cilangkap, Ini Jadwalnya

Acara HUT TNI 2026 Dipindah ke Cilangkap, Ini Jadwalnya

Nasional9 jam lalu
POLSUB dan Pengda FORBASI Jabar Resmi Gelar Kejurda 2026

POLSUB dan Pengda FORBASI Jabar Resmi Gelar Kejurda 2026

Subang9 jam lalu
Motor Warga Hilang, Keamanan Parkir di Pasar Malam Lapangan Bintang Subang jadi Sorotan

Motor Warga Hilang, Keamanan Parkir di Pasar Malam Lapangan Bintang Subang jadi Sorotan

Subang9 jam lalu
Polres Subang Sasar Miras hingga Knalpot Brong Dalam Patroli KRYD

Polres Subang Sasar Miras hingga Knalpot Brong Dalam Patroli KRYD

Subang9 jam lalu
ADVERTISEMENT
Prediksi Cuaca Kabupaten Subang 5 Oktober 2026: Berawan, Suhu hingga 35 Derajat Celsius

Prediksi Cuaca Kabupaten Subang 5 Oktober 2026: Berawan, Suhu hingga 35 Derajat Celsius

Subang10 jam lalu
Proyek PSEL di Bandung Barat Mulai Dibangun, Apa Dampaknya bagi Lingkungan?

Proyek PSEL di Bandung Barat Mulai Dibangun, Apa Dampaknya bagi Lingkungan?

Bandung Barat14 jam lalu
Segini Gaji Karyawan Pabrik Mobil Listrik di Subang, Operator Bisa Bawa Pulang Rp5 Jutaan

Segini Gaji Karyawan Pabrik Mobil Listrik di Subang, Operator Bisa Bawa Pulang Rp5 Jutaan

Jawa Barat17 jam lalu
Mitra Samira Travel Resmi Hadir di Subang, Permudah Warga Wujudkan Impian ke Tanah Suci

Mitra Samira Travel Resmi Hadir di Subang, Permudah Warga Wujudkan Impian ke Tanah Suci

Headline18 jam lalu
Jadi Finalis FIFA ASEAN Cup 2026, Segini Posisi Timnas Indonesia di Ranking FIFA

Jadi Finalis FIFA ASEAN Cup 2026, Segini Posisi Timnas Indonesia di Ranking FIFA

Olahraga18 jam lalu
Polres Subang Sasar Miras hingga Knalpot Brong, 64 Botol dan 9 Motor Diamankan

Polres Subang Sasar Miras hingga Knalpot Brong, 64 Botol dan 9 Motor Diamankan

Headline18 jam lalu