Hujan Disertai Angin Puting Beliung Terjang Padalarang

PASUNDANEKSPRES.ID - Hujan disertai angin kencang menerjang sejumlah rumah dan sebuah masjid di kawasan Pondok Padalarang Indah, Kabupaten Bandung Barat, Senin (26/10/2026) sore. Dalam waktu kurang dari satu menit, kanopi masjid ambruk, sementara material dari dua menara masjid dilaporkan terlepas dan beterbangan hingga ke wilayah RW lain.
Ketua DKM Masjid Giging Gumilar menjelaskan, peristiwa tersebut bermula saat kawasan itu diguyur gerimis yang kemudian berubah menjadi hujan. Tak lama berselang, angin kencang yang disebut menyerupai puting beliung menerjang area masjid.
"Awalnya gerimis, lalu hujan. Kemudian muncul angin seperti puting beliung. Kanopi besar di masjid ambruk, sementara material dari dua menara masjid terbang sampai ke RW lain," ungkapnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Saat angin kencang menerjang, belum ada jemaah yang berdatangan karena waktu salat Ashar masih sekitar satu jam lagi. Meski begitu, seorang pedagang es krim sempat berteduh di area masjid. Beruntung, pedagang tersebut berada di sisi lain bangunan sehingga tidak terdampak langsung oleh material yang ambruk.
"Alhamdulillah, kebetulan belum ada jemaah. Hanya ada satu orang pedagang es krim yang sedang berteduh, tetapi posisinya tidak dekat dengan bagian yang ambruk," jelasnya.
Menanggapi bencana angin puting beliung dan tanah longsor yang menimpa Kecamatan Padalarang, Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, bergerak cepat turun langsung menyapa dan meninjau kondisi warga terdampak di lokasi kejadian.
Aksi tanggap ini dilakukan demi merespons dan menindaklanjuti instruksi langsung dari Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, untuk memastikan penanganan darurat berjalan cepat, tepat, dan menyeluruh.
Menerjang Empat Desa di Kecamatan Padalarang
Bencana yang dipicu hujan deras disertai angin kencang pada Senin (26/10) sore tersebut menerjang empat desa di Kecamatan Padalarang, yakni Desa Kertajaya, Desa Kertamulya, Desa Padalarang, dan Desa Laksanamekar.
Peristiwa ini mengakibatkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan dari kategori ringan hingga berat. Selain puting beliung, hujan lebat juga menyebabkan tanah longsor di Desa Campakamekar yang menimpa satu rumah warga akibat kontur tanah yang labil.
Di sela-sela peninjauannya di lokasi terdampak, Wakil Bupati Asep Ismail menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk selalu berdiri mendampingi warga yang sedang tertimpa musibah.
"Bapak Bupati menginstruksikan kami untuk segera turun ke lapangan dan memastikan seluruh kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi tanpa tertunda. Langkah cepat ini adalah bukti nyata bahwa pemerintah hadir dan tidak akan membiarkan masyarakat berjuang sendirian di tengah masa-masa sulit ini," ujar Wabup Asep Ismail saat menemui para korban.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat bersama unsur TNI, Polri, BPBD, serta para relawan kebencanaan terus bahu-membahu di lapangan. Tim gabungan berfokus pada evakuasi warga, pelayanan kesehatan, pendataan detail kerusakan rumah, serta penyaluran bantuan logistik darurat.
Pemkab Bandung Barat juga mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan saling menjaga, mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi di wilayah Bandung Barat dalam beberapa hari ke depan.
"Warga diminta untuk segera melaporkan kepada petugas terdekat apabila menemukan potensi bahaya susulan di lingkungan sekitar," pungkasnya.(bbs/sep)
