Libur Sekolah Dongkrak Omzet Pelaku Usaha di Kawasan Wisata Kabupaten Bandung Barat

BANDUNG BARAT - Momentum libur sekolah membawa berkah bagi para pelaku usaha di kawasan wisata Kabupaten Bandung Barat (KBB). Meningkatnya jumlah wisatawan yang berlibur bersama keluarga berdampak langsung pada peningkatan penjualan berbagai produk, mulai dari kuliner hingga oleh-oleh khas daerah.
Salah satu pelaku usaha yang merasakan dampak positif tersebut adalah Dudi, pedagang bolu susu Lembang di kawasan Cikole. Ia mengaku omzet usahanya melonjak tajam selama masa liburan sekolah. Jika pada hari-hari biasa pendapatan yang diperoleh hanya berkisar Rp4 juta hingga Rp5 juta per pekan, selama musim liburan angka tersebut meningkat hingga sekitar Rp17 juta dalam satu pekan. "Kalau hari biasa omzet mingguan sekitar Rp4 juta sampai Rp5 juta. Sekarang selama libur sekolah bisa sampai sekitar Rp17 juta," ujar Dudi saat ditemui di tokonya, Selasa (7/7/2026).
Menurutnya, lonjakan penjualan mulai terasa sejak awal libur sekolah ketika arus wisatawan menuju kawasan Lembang meningkat. Banyak pengunjung yang membeli bolu susu sebagai oleh-oleh setelah mengunjungi sejumlah destinasi wisata di sekitar Cikole dan Lembang.
Ia mengatakan, peningkatan penjualan terjadi hampir setiap hari, terutama pada akhir pekan. Dibandingkan hari biasa, jumlah pembeli yang datang mengalami kenaikan hingga dua kali lipat. Selain wisatawan dari wilayah Bandung Raya, pembeli juga banyak berasal dari Jakarta, Banten, hingga berbagai daerah di Jawa Barat. "Kalau lagi liburan seperti sekarang, pembeli memang jauh lebih ramai. Banyak yang datang bersama keluarga, setelah jalan-jalan mereka biasanya mencari oleh-oleh untuk dibawa pulang," katanya.
Meski mengalami kenaikan signifikan, Dudi menilai tingkat keramaian selama libur sekolah masih belum mampu melampaui momentum libur Hari Raya Idulfitri maupun libur Natal dan Tahun Baru. Menurutnya, dua periode tersebut masih menjadi musim penjualan tertinggi setiap tahunnya. "Kalau Lebaran dan Tahun Baru memang paling ramai. Setelah itu biasanya mulai landai. Memasuki Agustus biasanya kembali menurun, lalu mulai naik lagi menjelang November, Desember, hingga Tahun Baru," jelasnya.
Untuk mengantisipasi meningkatnya permintaan, Dudi menambah stok produk dan memastikan ketersediaan bahan baku agar pelayanan kepada pelanggan tetap optimal. Ia juga menyesuaikan jumlah produksi setiap hari agar tidak terjadi kekurangan barang saat jumlah pengunjung membludak.
Ia berharap tren kunjungan wisata ke kawasan Bandung Barat dapat terus terjaga, tidak hanya pada musim libur sekolah tetapi juga pada akhir pekan dan hari libur nasional lainnya. Menurutnya, keberlangsungan sektor pariwisata sangat berpengaruh terhadap pendapatan para pelaku usaha kecil yang menggantungkan usahanya dari kunjungan wisatawan. "Harapannya tentu wisatawan terus ramai datang ke Bandung Barat. Kalau kunjungan meningkat, usaha kami juga ikut bergerak. Bukan hanya pedagang oleh-oleh, tetapi juga pelaku UMKM lainnya seperti kuliner, penginapan, dan pedagang di sekitar objek wisata," tuturnya.(ijr/sep)
