Mediasi Kasus Guru MTs Muslim Citapen Berbuah Titik Terang

BANDUNG BARAT - Proses penyelesaian kasus guru MTs Muslim Citapen, Kabupaten Bandung Barat, mulai menemui titik terang. Setelah melalui serangkaian mediasi yang difasilitasi berbagai pihak, kedua belah pihak dikabarkan telah mencapai kesepahaman dan tinggal menuntaskan proses islah secara formal.
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bandung Barat, Deden Sarip Hidayatulloh, mengatakan berdasarkan laporan yang diterimanya dari Ketua Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MTs dan Persatuan Guru Madrasah (PGM) Kabupaten Bandung Barat, secara substansi kedua belah pihak telah berdamai. "Secara substansi sudah ada islah. Hanya untuk islah formal memang masih meminta waktu sekitar satu minggu. Informasi yang kami terima, prosesnya sudah mengarah pada penyelesaian dan tinggal menuntaskan kesepakatan secara resmi," kata Deden kepada Pasundan Ekspres, Selasa, (7/7/2026).
Menurutnya, persoalan yang sempat menjadi perhatian publik itu lebih disebabkan oleh miskomunikasi antara pihak kepala madrasah dengan guru yang bersangkutan. Kurangnya komunikasi membuat persoalan berkembang hingga memicu berbagai respons dari masyarakat. "Kalau melihat hasil pertemuan, persoalan ini sebenarnya lebih kepada miskomunikasi. Komunikasi antara kepala madrasah dan guru tidak berjalan dengan baik. Setelah dipertemukan, alhamdulillah perkembangannya sudah jauh lebih positif," ujarnya.
Deden menambahkan, Kemenag KBB sejak awal mendorong agar persoalan tersebut diselesaikan melalui dialog dan musyawarah. Menurutnya, penyelesaian secara kekeluargaan menjadi langkah terbaik agar tidak merugikan semua pihak, terutama lembaga pendidikan dan para peserta didik.
Menanggapi perhatian dari Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (SEMMI) yang sebelumnya turut mengawal kasus tersebut dan mendesak adanya penyelesaian konkret, Deden menyampaikan apresiasi. "Saya sangat berterima kasih kepada rekan-rekan Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia yang memberikan perhatian terhadap nasib guru. Itu merupakan bentuk kepedulian yang baik," tuturnya.
Meski demikian, ia berharap seluruh pihak dapat mengedepankan penyelesaian yang damai sehingga hubungan antara guru dan pihak madrasah dapat kembali harmonis. "Kami berharap islah formal dapat segera terlaksana sehingga persoalan ini benar-benar selesai dan semua pihak bisa kembali fokus pada pelayanan pendidikan di madrasah," pungkasnya.(ijr/sep)
