Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Pager Saguling Gaungkan Gerakan Tobat Lingkungan

I
Ijang Samsu RijalEditor: Asep
|09:32 WIB
Bagikan:
Pager Saguling Gaungkan Gerakan Tobat Lingkungan
KUNJUNGAN: Delegasi Pager Saguling saat berkunjung ke Kementerian Lingkungan Hidup untuk memperkuat gerakan Tobat Lingkungan, sebuah upaya membangun kesadaran ekologis berbasis nilai keagamaan, pesantren, dan pemberdayaan masyarakat. IJANG SAMSU RIJAL/PASUNDAN EKSPRES

BANDUNG BARAT– Pangauban Gerakan Santri Gugus Lingkungan (Pager Saguling) terus memperkuat gerakan pelestarian lingkungan melalui kampanye Tobat Lingkungan. Kampanye itu merupakan sebuah upaya membangun kesadaran ekologis masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan dan peran pesantren.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kunjungan delegasi Pager Saguling ke Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) untuk memperkenalkan visi, program, serta pengembangan gerakan yang berfokus pada pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat beberapa waktu lalu.

Penasehat Pager Saguling, KH Agus Ishak, menilai berbagai persoalan lingkungan yang terjadi saat ini tidak hanya dipicu faktor teknis atau pengelolaan sumber daya alam yang kurang optimal. Menurutnya, kerusakan lingkungan juga berakar pada menurunnya kesadaran manusia terhadap tanggung jawabnya sebagai penjaga alam.

Ia menegaskan bahwa pemulihan lingkungan harus diawali dengan perubahan cara pandang manusia terhadap alam dan kehidupan. Kerusakan lingkungan, kata dia, merupakan cerminan hubungan yang tidak harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. "Tobat Lingkungan adalah kesadaran untuk kembali kepada fitrah manusia sebagai penjaga kehidupan. Kita harus menyadari bahwa kerusakan lingkungan yang terjadi hari ini tidak terlepas dari perilaku manusia sendiri. Karena itu diperlukan kesadaran kolektif untuk memperbaiki hubungan manusia dengan alam dan dengan Sang Pencipta," ujarnya.

Menurut KH Agus Ishak, pesantren memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran ekologis di tengah masyarakat. Ajaran agama menempatkan manusia sebagai khalifah yang bertugas menjaga, memelihara, dan mengelola bumi secara bertanggung jawab. Atas dasar itu, Pager Saguling hadir sebagai gerakan lingkungan yang tumbuh dari komunitas pesantren dan para santri.

Gerakan Tobat Lingkungan yang dikembangkan Pager Saguling juga dinilai selaras dengan gagasan Tobat Ekologi yang diperkenalkan Menteri Lingkungan Hidup. Konsep tersebut dipandang sebagai momentum penting untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan hidup.

Koordinator Delegasi Pager Saguling, Haris Bunyamin, mengatakan kunjungan ke KLH bertujuan memperkenalkan berbagai program yang saat ini berkembang di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum dan Waduk Saguling.
Menurutnya, semangat Tobat Ekologi mengajak seluruh elemen bangsa untuk merefleksikan berbagai kerusakan lingkungan yang terjadi akibat eksploitasi alam secara berlebihan selama bertahun-tahun. "Tagline Tobat Ekologi yang didengungkan oleh Bapak Menteri Lingkungan Hidup menjadi momentum gerakan lingkungan nasional. Ini merupakan ajakan kepada seluruh elemen bangsa untuk melakukan refleksi dan memperbaiki berbagai kesalahan masa lalu terhadap alam. Kita harus berani mengakui bahwa telah terjadi eksploitasi yang berlebihan terhadap lingkungan, dan sekarang saatnya melakukan perbaikan secara bersama-sama," katanya.

Haris menambahkan, Pager Saguling tidak hanya bergerak di bidang konservasi lingkungan, tetapi juga mengemban misi pendidikan moral, sosial, dan spiritual guna membangun kesadaran baru tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam.
Dalam pertemuan tersebut, delegasi Pager Saguling memaparkan sejumlah program strategis yang tengah dan akan dikembangkan di kawasan Saguling dan DAS Citarum. Program-program tersebut meliputi rehabilitasi kawasan Saguling, konservasi daerah tangkapan air, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, pemanfaatan eceng gondok menjadi produk bernilai ekonomi, pengembangan energi terbarukan, hingga pemberdayaan masyarakat.

Selain itu, Pager Saguling juga mengembangkan Saguling Biosphere Reserve Initiative, sebuah model pembangunan berkelanjutan berbasis kolaborasi multipihak yang mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi dalam satu kerangka pembangunan kawasan.
Melalui gerakan Tobat Lingkungan, Pager Saguling berharap dapat menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan bukan sekadar aktivitas konservasi, tetapi juga bagian dari tanggung jawab moral, sosial, dan spiritual manusia terhadap Tuhan, sesama, dan generasi mendatang.

Gerakan ini sekaligus menegaskan peran pesantren tidak hanya sebagai pusat pendidikan keagamaan, melainkan juga sebagai motor transformasi sosial dan ekologis dalam menghadapi tantangan krisis lingkungan yang semakin kompleks.(ijr/sep)

Berita Terbaru

ITS Sabet Juara Umum Kontes Robot Terbang Indonesia Tahun 2026 di IKN

ITS Sabet Juara Umum Kontes Robot Terbang Indonesia Tahun 2026 di IKN

Nasional1 jam lalu
Analisa BMKG Munculnya Daratan Baru di Dekat Gunung Anak Krakatau

Analisa BMKG Munculnya Daratan Baru di Dekat Gunung Anak Krakatau

Nasional2 jam lalu
Rumah Ludes Dilalap Si Jago Merah, BAZNAS Subang Salurkan Bantuan untuk Keluarga Sudia

Rumah Ludes Dilalap Si Jago Merah, BAZNAS Subang Salurkan Bantuan untuk Keluarga Sudia

Headline2 jam lalu
10 Tempat Makan untuk Keluarga di Subang yang Nyaman dan Enak

10 Tempat Makan untuk Keluarga di Subang yang Nyaman dan Enak

Lifestyle3 jam lalu
ADVERTISEMENT
Lapas Subang Buka Akses Pendidikan Paket A, B, dan C bagi Warga Binaan

Lapas Subang Buka Akses Pendidikan Paket A, B, dan C bagi Warga Binaan

Headline3 jam lalu
Subang Masuk 4 Besar Daerah dengan Tambang Ilegal Terbanyak di Jabar, Ini Jumlahnya

Subang Masuk 4 Besar Daerah dengan Tambang Ilegal Terbanyak di Jabar, Ini Jumlahnya

Subang6 jam lalu
Uu Soroti Penurunan Perolehan Suara PPP di Subang, Minta Kader Menangkan Lima Kursi DPRD

Uu Soroti Penurunan Perolehan Suara PPP di Subang, Minta Kader Menangkan Lima Kursi DPRD

Headline6 jam lalu
Rekomendasi Villa untuk Gathering di Subang yang Pas Buat Acara Rame-rame

Rekomendasi Villa untuk Gathering di Subang yang Pas Buat Acara Rame-rame

Lifestyle7 jam lalu
Apa Itu Eskul Korp Kadet di SMA? Ini Penjelasan Lengkap dan Aturan Terbarunya

Apa Itu Eskul Korp Kadet di SMA? Ini Penjelasan Lengkap dan Aturan Terbarunya

Nasional8 jam lalu
Bagaimana Cara Melamar Di Kawasan Industri Subang Terbaru 2026, Lengkap dengan Jalur Resmi

Bagaimana Cara Melamar Di Kawasan Industri Subang Terbaru 2026, Lengkap dengan Jalur Resmi

Subang9 jam lalu