Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Pemdes Sukajaya Tunggu Kajian Geologi untuk Analisa di Areal Bekas Bencana

I
Ijang Samsu RijalEditor: Asep
|09:40 WIB
Bagikan:
Pemdes Sukajaya Tunggu Kajian Geologi untuk Analisa di Areal Bekas Bencana
LONGSOR: Bencana longsor terjadi Desa Sukajaya Kecamatan Lembang pada Sabtu, (24/1/2026) lalu, hampir bersamaan di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua. Longsor di Desa Sukajaya, terjadi di beberapa lokasi dengan skala kecil hingga skala besar.

PASUNDANEKSPRES.ID - Bencana longsor terjadi dalam waktu hampir bersamaan di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua dan Desa Sukajaya Kecamatan Lembang pada Sabtu, (24/1/2026) Lalu. Longsor di Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang terjadi di beberapa lokasi dengan skala kecil hingga skala besar.  

Kepala Desa Sukajaya, Asep Jembar Rahmat mengatakan longsor skala besar dengan korban pasangan suami istri (Pasutri) terjadi di Sukadami  RT 02 RW 07, dimana longsor menimpa rumah yang ditinggali Hendra dan istrinya yang saat itu tengah terlelap tidur.

Dia mengungkapkan longsor juga terjadi di Kampung Cihaseum RT 02 RW 12 di dua titik. Dimana titik pertama menutup akses jalan dan di titik kedua longsormaterial tanah menutup sungai kecil dan menghancurkan pipa air bersih bagi masyarakat. "Bahkan saat longsor ada warga yang tengah membawa rumput sempat terseret dan terbenam setinggi pinggang dewasa dan masih diberikan keselamatan," ungkapnya.

Pasca terjadinya longsor, lanjut Asep, pihaknya melakukan peninjauan dan memberikan bantuan sembako bagi masyarakat di Kampung Cihaseum dan Sukadami. "Ada empat rumah di Cihaseum yang sudah terdapat retakan dan satu rumah diantaranya sudah hancur terbawa longsor," jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi jatuhnya korban jiwa, pemerintah Desa Sukajaya mengungsikan warganya ke pengungsian sementara pasca terjadinya bencana longsor di Kampung Cihaseum, Cipariuk berapa waktu lalu. "Kami melihat secara kasat mata ada potensi susulan dan lebih baik antisipasi daripada terjadi hal yang tidak diinginkan," ungkapnya.

Sejak Minggu (1/2/2026) Pemdes Desa Sukajaya telah mendirikan tenda bantuan dari Kementerian Sosial setelah mengajukan bantuan ke Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat. Tenda yang didirikan berukuran 6x10 meter, tenda tersebut difungsikan sebagai tempat istirahat utama, khususnya bagi perempuan dan anak-anak. "Warga yang menempati tenda sebanyak 16 KK atau 45 jiwa sedangkan 15 KK lainnya mengungsi ke rumah kerabatnya dan 1 KK mengungsi ke desa tetangga," katanya.

Bahkan kebutuhan sembako pun telah tercukupi untuk satu minggu ke depan setelah mendapatkan bantuan dari berbagai pihak, mulai dari masyarakat Desa Sukajaya, Pemerintahan Kecamatan Lembang, Pemkab Bandung Barat, BAZNAS Bandung Barat dan BNPB.

Di sisi lain, Asep juga menunggu adanya kajian dari Geologi untuk melakukan analisa di areal bekas longsoran. Selain itu juga menunggu langkah kebijakan yang akan diambil oleh Pemkab Bandung Barat dalam menyelesaikan masalah ini. "Kami sangat menunggu kajian lapangan dari para ahli yang nantinya bisa dijadikan kebijakan dan masukan bagi pemerintah desa dan pemerintah daerah," katanya.

Langkah cepat pemerintah desa sempat menjadi perhatian Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail saat meninjau lokasi pengungsian. Setelah meninjau langsung kondisi rumah warga di Kampung Cipariuk, Asep Ismail menyatakan memahami kekhawatiran masyarakat.
Ia juga meninjau lokasi longsor di Kampung Sukadami untuk memastikan pena­nganan pascabencana berjalan optimal.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat merekomendasikan relokasi warga berda­sarkan hasil asesmen lapangan. Petugas BPBD Kabupaten Bandung Barat, Suheri, mengatakan pihaknya menemukan rekahan tanah memanjang dengan tingkat kerawanan cukup tinggi.

Kondisi tersebut berpotensi berkembang menjadi longsor baru, terutama saat hujan deras. "Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya retakan serius yang membahayakan. Dalam kondisi ini, relokasi merupakan langkah paling aman untuk melindungi warga," kata Suheri.
Ia menegaskan hasil kajian dan rekomendasi telah di serahkan kepada pimpinan BPBD Bandung Barat untuk di tindak lanjuti sembari terus melakukan pemantauan pergerakan tanah di lokasi terdampak.(ijr/sep)

Berita Terbaru

Tips Meningkatkan Semangat di Pagi Hari, Bikin Aktivitas Makin Produktif

Tips Meningkatkan Semangat di Pagi Hari, Bikin Aktivitas Makin Produktif

Lifestyle23 menit lalu
Perkembangan Kasus Nusron Wahid: KPK Minta Menteri ATR/BPN Kooperatif Hadiri Pemeriksaan Saksi

Perkembangan Kasus Nusron Wahid: KPK Minta Menteri ATR/BPN Kooperatif Hadiri Pemeriksaan Saksi

Nasional41 menit lalu
Merasa Terganggu? Ini Cara Blokir Akun Instagram dengan Mudah

Merasa Terganggu? Ini Cara Blokir Akun Instagram dengan Mudah

Lifestyle1 jam lalu
Prediksi Susunan Pemain Persib vs Port FC: Sandy Walsh Berpeluang Debut

Prediksi Susunan Pemain Persib vs Port FC: Sandy Walsh Berpeluang Debut

Olahraga2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Bukan Cuma Balapan, Ini Dia Jadwal Musisi dan Konser di MotoGP Mandalika 2026

Bukan Cuma Balapan, Ini Dia Jadwal Musisi dan Konser di MotoGP Mandalika 2026

Lifestyle2 jam lalu
Truk Mundur di Tanjakan Jalan Subang–Cijambe, Minibus Mitsubishi Tertabrak

Truk Mundur di Tanjakan Jalan Subang–Cijambe, Minibus Mitsubishi Tertabrak

Subang2 jam lalu
Peringati World Rabies Day 2026, Disnakeswan Subang Gelar Vaksinasi Rabies Gratis

Peringati World Rabies Day 2026, Disnakeswan Subang Gelar Vaksinasi Rabies Gratis

Subang3 jam lalu
Gibran Respons Putusan MK soal Polemik Ijazah, Tegaskan Tetap Fokus Bekerja

Gibran Respons Putusan MK soal Polemik Ijazah, Tegaskan Tetap Fokus Bekerja

Nasional3 jam lalu
Nusron Wahid Penuhi Panggilan KPK hari ini pada rabu 7 Oktober 2026

Nusron Wahid Penuhi Panggilan KPK hari ini pada rabu 7 Oktober 2026

Nasional4 jam lalu
Dapat Nomor Urut 3, Aryana Fokus Benahi Data Bantuan dan Layanan Sosial di Sagalaherang Kaler

Dapat Nomor Urut 3, Aryana Fokus Benahi Data Bantuan dan Layanan Sosial di Sagalaherang Kaler

Subang4 jam lalu