Pemkab Bandung Barat Fokus Pemulihan Pasca Longsor Pasirlangu

BANDUNG BARAT- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat akan memfokuskan sejumlah langkah pemulihan pascabencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, setelah status tanggap darurat berakhir pada Jumat, (6/2/2026) mendatang.
Memasuki hari ke-12 pencarian korban longsor, proses evakuasi masih terus dilakukan dan menyisakan waktu dua hari sesuai ketentuan masa pencarian korban. Upaya tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD, TNI, Polri, relawan, hingga masyarakat setempat.
Longsor tersebut menyebabkan sebanyak 53 rumah warga tertimbun dan terancam. Puluhan rumah tersebut tercatat mengalami rusak berat, tertimbun material longsor, serta berada di zona rawan yang dinilai tidak lagi aman untuk dihuni.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Barat Ade Zakir mengatakan, 53 rumah warga tersebut menjadi prioritas utama penanganan pemerintah. "Data sementara ada 53 rumah yang tertimbun dan terancam. Angkanya masih bisa berubah, tapi ini yang saat ini kami jadikan dasar penanganan dan relokasi," kata Ade Zakir di Desa Pasirlangu.
Ade menyebut Pemkab Bandung Barat bersama Badan Geologi telah melakukan survei tiga titik lahan milik Desa Pasirlangu yang akan dijadikan lokasi relokasi. Ketiga titik tersebut dinilai aman secara visual, sehingga memungkinkan pembangunan hunian baru bagi warga terdampak. "Setelah lokasi ditetapkan dan dinyatakan aman oleh Badan Geologi, BNPB sudah menyatakan siap membantu pembangunan rumah warga. Prinsipnya, lahannya disiapkan daerah, pembangunannya dibantu pusat," ujarnya.
Pemkab Bandung Barat memastikan relokasi dilakukan tanpa memindahkan warga keluar dari Desa Pasirlangu. Kebijakan ini diambil agar bantuan yang direalisasikan benar-benar dimanfaatkan dan tidak menimbulkan persoalan sosial baru. "Relokasi tetap di Pasirlangu. Kami tidak ingin warga dipindahkan jauh dari lingkungan dan mata pencaharian mereka," katanya.
Selain bantuan hunian, kata Ade, Pemkab Bandung Barat juga mulai menyiapkan langkah pemulihan bagi warga yang kehilangan lahan pertanian akibat longsor. "Kita tidak hanya bicara rumah, tapi juga keberlanjutan hidup warga. Setelah relokasi, pemerintah akan menyiapkan dukungan agar warga bisa kembali beraktivitas dan memiliki penghasilan," ujarnya.(ijr/sep)
