PLN: Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa Barat Berangsur Dapat Diatasi, Didorong Perbaikan Pasokan dan Dukungan Energi Terbarukan

BANDUNG- Pemadaman listrik bergilir yang sempat terjadi di sejumlah wilayah Jawa Barat dalam beberapa waktu terakhir mulai dapat diatasi secara bertahap seiring membaiknya kondisi pasokan listrik di sistem Jawa, Madura, dan Bali.
General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi (UIT) Jawa Bagian Tengah, Handy Wihartady, mengatakan proses pemulihan dilakukan secara bertahap sehingga kondisi pasokan listrik terus mengalami perbaikan.
"Jadi bukan berarti tidak ada pemadaman, tapi bertahap, berangsur-angsur ya," ujar Handy saat menerima kunjungan awak media di Gardu Induk 150 kV Cigelereng, Kota Bandung, Rabu (24/6/2026).
Menurutnya, salah satu faktor yang mendorong membaiknya pasokan listrik adalah kembali beroperasinya dua pembangkit besar yang menyuplai sistem kelistrikan Pulau Jawa. Salah satunya adalah PLTU Jawa 7 yang sebelumnya mengalami gangguan. Selain itu, satu pembangkit lain yang sedang menjalani pemeliharaan juga telah kembali beroperasi. "Dua pembangkit ini memberikan kontribusi yang signifikan dalam pemenuhan kebutuhan listrik di Jawa, Madura, dan Bali," katanya.
Handy menjelaskan, selain kembalinya sejumlah pembangkit besar ke sistem, kondisi pembangkitan secara umum di wilayah Jawa, Madura, dan Bali juga mulai membaik setelah persoalan energi primer yang sempat menjadi kendala berhasil diatasi.
Ia menyebut pasokan batu bara dengan kalori medium kini sudah mulai masuk ke pembangkit-pembangkit listrik, baik yang dikelola PLN maupun pihak swasta. Perbaikan pasokan tersebut tidak terlepas dari intervensi pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). "Dari Kementerian ESDM sudah turun tangan langsung, sehingga suplai batu bara sudah mulai masuk ke pembangkit," tuturnya.
Sebelumnya, kata Handy, hampir seluruh pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), baik milik PLN maupun swasta, mengalami persoalan yang sama terkait ketersediaan energi primer. Kondisi tersebut berdampak terhadap kemampuan pembangkit dalam memenuhi kebutuhan listrik masyarakat. "Pembangkit 70 persen swasta dan 30 persen PLN. Semuanya mengalami masalah energi primer tersebut," ujarnya.
Di tengah upaya pemulihan pasokan listrik, PLN UIT Jawa Bagian Tengah juga terus mendorong pengembangan energi baru terbarukan (EBT) sebagai bagian dari transisi energi nasional. Salah satu program yang dijalankan berada di wilayah Cilacap melalui kerja sama dengan masyarakat untuk menanam tanaman energi berupa kaliandra.
Menurut Handy, tanaman kaliandra dimanfaatkan sebagai bahan bakar campuran batu bara pada PLTU melalui skema cofiring. Program tersebut menjadi salah satu langkah untuk mengurangi ketergantungan terhadap batu bara sekaligus meningkatkan pemanfaatan energi ramah lingkungan. "Kami bekerja sama dengan warga menanam tanaman energi. Tanaman ini nantinya dicacah sebagai campuran batu bara. Jadi bahan bakar PLTU tidak hanya dari batu bara, tetapi juga dari tanaman energi, yaitu kaliandra," jelasnya.
Meski demikian, ia mengakui penggunaan tanaman energi belum dapat menggantikan batu bara sepenuhnya karena nilai kalor yang dihasilkan masih belum mencukupi kebutuhan operasional PLTU. "Memang belum bisa 100 persen dari tanaman karena kalorinya belum cukup. PLTU membutuhkan bahan bakar dengan kalori tinggi," katanya.
Selain mendukung program cofiring biomassa, PLN UIT Jawa Bagian Tengah juga melakukan berbagai kegiatan penghijauan, terutama di kawasan daerah tangkapan air yang menjadi penopang operasional pembangkit listrik tenaga air (PLTA).
Handy menegaskan kelestarian hutan di sekitar PLTA sangat penting untuk menjaga ketersediaan debit air, terutama saat musim kemarau. Kerusakan kawasan hutan dapat berdampak langsung terhadap kemampuan pembangkit dalam menghasilkan listrik.
"Kami juga melakukan penghijauan di daerah tangkapan air. Hutan di sekitar PLTA harus dijaga supaya pada musim kemarau debit air tetap stabil. Kalau hutannya rusak, debit air akan berkurang dan itu bisa mempengaruhi pasokan listrik yang dihasilkan PLTA," ujarnya.
Dengan mulai pulihnya pasokan energi primer, beroperasinya kembali sejumlah pembangkit utama, serta penguatan program energi baru terbarukan dan konservasi lingkungan, PLN optimistis keandalan sistem kelistrikan di wilayah Jawa, Madura, dan Bali akan terus membaik sehingga pemadaman bergilir dapat diminimalkan.(ijr/sep)
