Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Potret Pendidikan di Bandung Barat, Siswa dan Guru Bertaruh Keselamatan Demi Berangkat Sekolah

K
Khoirul AnsoriEditor: Dobi Maulana
|12:51 WIB
Bagikan:
Potret Pendidikan di Bandung Barat, Siswa dan Guru Bertaruh Keselamatan Demi Berangkat Sekolah
Potret Pendidikan di Bandung Barat, Siswa dan Guru Bertaruh Keselamatan Demi Berangkat Sekolah

PASUNDAN EKSPRES.ID – Kondisi akses pendidikan di wilayah pelosok Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, kembali menjadi perhatian.

Sejumlah anak sekolah di Kampung Cikupa, Desa Cibitung, Kecamatan Rongga, harus menghadapi medan jalan berbatu dan tanah ketika berangkat maupun pulang sekolah.

Potret tersebut memperlihatkan tantangan yang masih dihadapi siswa di wilayah pelosok untuk mendapatkan akses pendidikan yang aman dan layak.

Jalan yang belum beraspal, dengan permukaan didominasi bebatuan dan tanah, menjadi jalur yang harus mereka lewati setiap hari.

Informasi ini terlihat dalam unggahan video di akun Facebook Ahmad Sopyan yang disebut dalam materi sumber.

Video tersebut memperlihatkan anak-anak sekolah berjalan kaki menyusuri jalan berbatu.

Bahkan, seorang guru turut melintasi jalur yang sama untuk mencapai lokasi sekolah.

Unggahan yang dirujuk dalam berita ini dilihat pada Kamis, 5 November 2026.

Kondisi itu menjadi gambaran bahwa perjuangan memperoleh pendidikan di Bandung Barat bukan hanya berkaitan dengan kegiatan belajar di ruang kelas, tetapi juga kemudahan dan keselamatan perjalanan menuju sekolah.

Jalan berbatu menjadi jalur harian siswa

Berdasarkan keterangan dalam unggahan tersebut, kondisi jalan di Kampung Cikupa belum beraspal.

Permukaannya didominasi batu dan tanah sehingga perjalanan menuju sekolah menjadi lebih sulit, terutama ketika cuaca berubah dan hujan turun.

Bagi anak-anak yang setiap hari melewati jalur itu, perjalanan sekolah bukan sekadar rutinitas.

Mereka harus menyesuaikan langkah dengan kondisi jalan yang tidak rata. 

Risiko terpeleset atau terjatuh menjadi persoalan yang perlu diperhatikan, terlebih ketika jalur tersebut juga digunakan untuk aktivitas warga lainnya.

Kondisi itu turut memperlihatkan bahwa persoalan pendidikan di Bandung Barat tidak hanya berkaitan dengan ruang kelas, tenaga pengajar, maupun fasilitas belajar.

Ketersediaan akses jalan yang aman juga menjadi bagian penting agar siswa dapat mengikuti kegiatan belajar secara rutin.

Dalam unggahan Ahmad Sopyan, terlihat sejumlah siswa berjalan kaki menyusuri jalan berbatu.

Seorang guru juga tampak melintasi jalur tersebut. Namun, belum terdapat keterangan terverifikasi mengenai jumlah siswa yang menggunakan akses itu, jarak perjalanan dari rumah ke sekolah, maupun nama sekolah yang dituju.

Karena itu, kondisi di Kampung Cikupa perlu dilihat sebagai persoalan akses pendidikan yang membutuhkan pendataan lebih lanjut, terutama mengenai panjang jalan yang belum beraspal dan kebutuhan penanganan infrastrukturnya.

Persoalan pendidikan di Bandung Barat tidak hanya soal akses jalan

Tantangan pendidikan di wilayah pelosok KBB sebelumnya juga pernah menjadi sorotan.

Pada Mei 2026, Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail mengunjungi SDN Giriasih di Kampung Gabusgirang, Desa Karangtanjung, Kecamatan Cililin.

Sekolah tersebut berada di kawasan perbukitan dengan jarak sekitar 2,6 kilometer dari jalan utama Kecamatan Cililin.

Dalam laporan Radar Bandung pada 12 Mei 2026, Jeje menyebut akses menuju sekolah cukup ekstrem karena lebar jalan hanya sekitar satu hingga dua meter dan di sisi kiri maupun kanannya terdapat jurang.

"Setelah sampai di sini sejumlah kebutuhan sekolah sangat diperlukan seperti ketersediaan air dan perbaikan infrastruktur sekolah," kata Jeje.

Ia juga meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat segera menginventarisasi kebutuhan sekolah untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

"Saya minta Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat agar segera melakukan perbaikan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar dan menambah semangat bersekolah," ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, seorang siswa kelas V SDN Giriasih, Desi Nursyifa, menceritakan kebiasaannya berjalan kaki menuju sekolah.

"Saya berangkat dari rumah pukul 06.00 WIB, dengan berjalan kaki dari rumah," kata Desi.

Ia berharap perbaikan akses dapat membuat perjalanan menuju sekolah lebih aman, terutama ketika hujan turun dan jalan menjadi licin.

Kondisi di Giriasih memang berbeda lokasi dengan Kampung Cikupa. Namun, kedua peristiwa tersebut memperlihatkan tantangan akses yang dihadapi sebagian siswa di kawasan pelosok Bandung Barat.

Pemkab targetkan perbaikan ruang kelas pada 2026

Selain persoalan jalan, kondisi bangunan sekolah juga menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat sebelumnya menyampaikan target pembangunan satu ruang kelas baru dan rehabilitasi 146 ruang kelas di 76 sekolah dasar sepanjang 2026.

Informasi target tersebut disampaikan melalui unggahan Bupati Jeje Ritchie Ismail dan diberitakan Pasundan Ekspres pada 21 Juli 2026.

"Sepanjang tahun 2026, kami menargetkan satu ruang kelas baru dan perbaikan 146 ruang kelas di 76 sekolah dasar. Perbaikan ruang kelas dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah. Kami terus berupaya menghadirkan ruang belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi anak-anak Bandung Barat," tulis Jeje dalam unggahannya.

Di sisi lain, persoalan kerusakan sekolah juga pernah ditemukan di Kecamatan Rongga. Pikiran Rakyat pada 20 Juni 2026 melaporkan tiga ruang kelas MI Al-Hidayah Rongga di Kampung Ciseupan, Desa Cinengah, ambruk. Sejumlah siswa kemudian belajar di musala sekolah.

Pemerhati pendidikan dan sosial asal Bandung Barat, Darda Abdullah Sjam, menilai persoalan sarana pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah.

Ia juga menyoroti kepemimpinan sekolah, pemerataan fasilitas, serta keterbatasan anggaran.

"Dalam kondisi keterbatasan fiskal semacam ini, pendidikan harus berebut prioritas dengan jalan, jembatan, kesehatan, dan pengelolaan sampah. Setiap rupiah dituntut memberi manfaat nyata, dan itu berarti tidak ada ruang untuk pemborosan, tetapi juga tidak banyak ruang untuk lompatan besar," ucap Darda.

Perbaikan jalan masuk program infrastruktur daerah

Untuk sektor infrastruktur, Pemkab Bandung Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) pada Juli 2026 menyampaikan program perbaikan 34 ruas jalan dan satu jembatan yang tersebar di 14 kecamatan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Bandung Barat Fauzan Azima mengatakan program tersebut merupakan tindak lanjut arahan bupati berdasarkan pemetaan kondisi jalan rusak dan aspirasi warga.

"Betul sesuai arahan Pak Bupati Jeje, dan sesuai yang disampaikan Pak Bupati sebelumnya, ada perbaikan 34 ruas jalan dan satu jembatan," kata Fauzan kepada ANTARA, Kamis, 2 Juli 2026 lalu. 

Pengerjaan direncanakan berlangsung bertahap mulai akhir Juni hingga September 2026. Salah satu kecamatan yang masuk dalam daftar wilayah penanganan adalah Rongga.

Namun, informasi yang tersedia tidak merinci apakah ruas jalan di Kampung Cikupa, Desa Cibitung, termasuk dalam daftar 34 ruas yang diperbaiki tersebut.

Bupati Jeje juga pernah menyampaikan bahwa perbaikan infrastruktur dilakukan secara bertahap karena pemerintah daerah harus menyesuaikan kebutuhan pembangunan dengan kapasitas anggaran.

"Kapasitas fiskal daerah yang tersedia harus dibagi untuk memenuhi kebutuhan pendidikan, kesehatan, infrastruktur, perlindungan sosial, pelayanan publik, pemberdayaan desa serta berbagai kebutuhan pembangunan lainnya," kata Jeje dalam laporan Pikiran Rakyat pada Juni 2026.

Kampung Cikupa menunggu perhatian terhadap akses pendidikan

Potret anak sekolah dan guru yang harus melewati jalan berbatu di Kampung Cikupa menjadi pengingat bahwa pemerataan pendidikan juga berkaitan dengan kondisi lingkungan tempat siswa tinggal.

Akses menuju sekolah yang aman dapat membantu kegiatan belajar berlangsung lebih lancar dan mengurangi risiko selama perjalanan.

Hingga berita ini disusun, belum ditemukan keterangan resmi dari Pemerintah Desa Cibitung, Kecamatan Rongga, Dinas Pendidikan, maupun Dinas PUPR Bandung Barat yang secara khusus menjelaskan kondisi jalan di Kampung Cikupa dan rencana penanganannya.

Berita Terbaru

Potret Pendidikan di Bandung Barat, Siswa dan Guru Bertaruh Keselamatan Demi Berangkat Sekolah

Potret Pendidikan di Bandung Barat, Siswa dan Guru Bertaruh Keselamatan Demi Berangkat Sekolah

Bandung Barat15 menit lalu
Di Tengah Seruan Boikot, D MASIV Akhiri Kerja Sama dengan RANS Entertainment untuk Tur Asia

Di Tengah Seruan Boikot, D MASIV Akhiri Kerja Sama dengan RANS Entertainment untuk Tur Asia

Lifestyle1 jam lalu
Sidang Ijazah Jokowi di PN Jaktim: Jaksa Gali Riwayat Pendidikan dan Mata Kuliah saat di UGM

Sidang Ijazah Jokowi di PN Jaktim: Jaksa Gali Riwayat Pendidikan dan Mata Kuliah saat di UGM

Nasional1 jam lalu
MUI Subang: Perang Melawan Narkotika Tidak Cukup dengan Penindakan, Harus Dimulai dari Keluarga dan Pendidikan

MUI Subang: Perang Melawan Narkotika Tidak Cukup dengan Penindakan, Harus Dimulai dari Keluarga dan Pendidikan

Subang2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Bupati Purwakarta Apresiasi SD Plus 2 Al-Muhajirin atas Program Edukatif

Bupati Purwakarta Apresiasi SD Plus 2 Al-Muhajirin atas Program Edukatif

Purwakarta2 jam lalu
Bata Terakota Produk Plered Jadi Unggulan, Angkat UMKM Lokal

Bata Terakota Produk Plered Jadi Unggulan, Angkat UMKM Lokal

Purwakarta2 jam lalu
Dua Mahasiswa STIESA Subang Raih Penghargaan The Best Presenter

Dua Mahasiswa STIESA Subang Raih Penghargaan The Best Presenter

Subang2 jam lalu
Pemdes Sawangan Minta Vendor BYD Subang Kontribusi untuk Pembangunan Desa

Pemdes Sawangan Minta Vendor BYD Subang Kontribusi untuk Pembangunan Desa

Subang2 jam lalu
Sebulan Berjalan, Live TikTok MasNya ATR/BPN Jangkau 370.000 Penonton

Sebulan Berjalan, Live TikTok MasNya ATR/BPN Jangkau 370.000 Penonton

Nasional2 jam lalu
Investasi Industri Subang Berkembang, Pengusaha Lokal Diminta Jangan Jadi Penonton

Investasi Industri Subang Berkembang, Pengusaha Lokal Diminta Jangan Jadi Penonton

Subang2 jam lalu