Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Remaja 15 Tahun di KBB Culik Pacar 12 Tahun, Sempat Dibawa ke Bandung Naik Grab Car

I
Ijang Samsu RijalEditor: Indrawan Setiadi
|13:05 WIB
Bagikan:
Remaja 15 Tahun di KBB Culik Pacar 12 Tahun, Sempat Dibawa ke Bandung Naik Grab Car
Remaja 15 Tahun di KBB Culik Pacar 12 Tahun, Sempat Dibawa ke Bandung Naik GrabCar

PASUNDANEKSPRES.ID – Aksi nekat seorang remaja berusia 15 tahun di Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggegerkan warga. Ia diduga menculik pacarnya sendiri yang masih berusia 12 tahun dan sempat membawa korban ke Kota Bandung menggunakan layanan transportasi online.

Peristiwa itu terjadi di Kampung Bojong Tangkalak, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat, pada Rabu (8/4/2026), dan terekam kamera pengawas (CCTV) hingga viral di media sosial.

Dalam rekaman yang beredar, korban yang mengenakan kerudung tampak berbincang dengan dua pria sebelum akhirnya masuk ke dalam mobil jenis Toyota Agya bernomor polisi D 1544 UAT. Kendaraan tersebut diketahui merupakan layanan GrabCar yang kemudian membawa korban keluar dari lingkungan tempat tinggalnya menuju Kota Bandung.

Kasus ini terungkap setelah orang tua korban panik karena anaknya tidak pulang dan tidak dapat dihubungi selama seharian. Mereka kemudian melaporkan dugaan penculikan tersebut ke pihak kepolisian.

Menindaklanjuti laporan itu, jajaran kepolisian bergerak cepat dengan mengumpulkan bukti rekaman CCTV serta menelusuri jejak kendaraan yang digunakan pelaku. Hasilnya, identitas pelaku berhasil diungkap dan keberadaannya dapat dilacak dalam waktu singkat.

Pelaku akhirnya diamankan, sementara korban ditemukan dalam kondisi selamat di sebuah musala yang berada di lingkungan sekolah di Kota Bandung.

“Korban sudah ditemukan dan telah bersama orang tuanya. Korban ditemukan di salah satu musala di dalam sekolah di Kota Bandung pada Senin (13/4/2026) malam,” ujar Kapolres Cimahi AKBP Niko N. Adiputra, Selasa (14/4/2026).

Meski demikian, polisi masih mendalami motif di balik aksi tersebut, termasuk kemungkinan adanya unsur paksaan atau bujuk rayu dalam kejadian yang melibatkan dua anak di bawah umur ini.

Kasus ini menjadi perhatian serius karena tidak hanya menyangkut dugaan tindak pidana, tetapi juga persoalan perlindungan anak. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat penting bagi orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan dan aktivitas anak.

Berita Terbaru

Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Nasional1 jam lalu
6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Headline2 jam lalu
Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Olahraga2 jam lalu
Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Headline2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Headline2 jam lalu
6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

Lifestyle3 jam lalu
7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

Lifestyle4 jam lalu
Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Lifestyle5 jam lalu
Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Jawa Barat6 jam lalu
Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Headline6 jam lalu