Seorang TKW Asal Cililin Diduga Jadi Korban Penyekapan di Dubai

BANDUNG BARAT-Seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sri Nurhaida Pratiwi diduga menjadi korban penyekapan setelah berangkat ke Dubai, Uni Emirat Arab, pada 14 September 2026.
Kasus ini mencuat setelah beredar video dan foto tangkapan layar komunikasi antara korban dengan pihak keluarga yang diunggah melalui jejaring sosial Instragram, Minggu (11/10/2026).
Pihak keluarga disebut sempat mendapat kontak melalui pesan WhatsApp langsung dari Sri yang mengabarkan dirinya sedang mengalami penyekapan. Sebelumnya, korban tidak ada kontak dengan keluarga selama 8 hari.
Dalam chat itu, korban mengirim pesan yang diduga kepada adiknya. "Tolong teteh disekap, eta lokasi na, (Tolong kaka sedang disekap, itu lokasinya-red)," pesan korban.
Korban juga dalam chat itu meminta adiknya untuk melaporkan ke KJRI Dubai. "Lapor ke KJRI Dubai, minta tolong a Yani pak Aris," tulis korban
Bahkan, korban pun sempat meminta pesan nya itu tidak dibalas, lantaran khawatir terjadi tindakan kekerasan oleh pelaku penyekapan. Hal ini melihat kejadian sebelumnya yang terjadi hingga pelaku berani membunuh korban lainnya.
Korban pun meminta untuk melaporkan hal ini ke KDM (Kang Dedi Mulyadi) agar memberantas pihak yang menyekap. Pasalnya, penyekap diduga dibekingi orang kuat.
Bahkan, dalam unggahan akun Instagram @lovelygive.ds yang mengaku sebagai adik korban, meminta meminta pemerintah dan Gubernur Jabar untuk mengurus kasus tersebut.
"Dia minta tolong untuk lapor ke KJRI Dubai dan pak KDM, karena cuma pemerintah yang bisa urus kasus lintas negara ini," ucapnya.
Hingga berita ini dimuat, belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah, khususnya Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bandung Barat.(sep)
