Temukan hingga Lima Bodypack, Tim SAR Terus Lakukan Pencarian Korban Longsor Pasirlangu

PASUNDANEKSPRES.ID - Tim SAR gabungan terus berupaya melakukan pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), meski status tanggap darurat bencana longsor telah dicabut Pemerintah Bandung Barat pada Jumat, (6/2/2026) lalu.
Upaya pencarian tetap dilanjutkan dalam masa transisi menuju pemulihan dengan pola operasi terbatas karena masih adanya laporan korban hilang. Hingga memasuki hari ke-17 operasi, jumlah temuan korban terus bertambah dan kini hampir mencapai angka seratus.
SAR Mission Coordinator (SMC) Ade Dian Permana mengungkapkan pada percarian hari ke -17 ini, tim di lapangan berhasil mengevakuasi beberapa korban dari bawah timbunan longsor yang cukup tebal. "Di pencarian ke-17 saja, tim menemukan 5 bodypack. Sehingga total temuan dari hari pertama pencarian sebanyak 99 bodypack," kata Ade Dian dalam keterangannya, Selasa (10/2/2026).
Dia menyebut, seluruh temuan tersebut telah dibawa ke Pos DVI guna pencocokan data. Berdasarkan laporan terbaru Tim DVI Polda Jawa Barat, mayoritas jenazah yang sudah ditemukan telah teridentifikasi dan diserahkan kepada keluarga korban. "Sudah ada 76 yang diketahui identitasnya jadi masih ada 14 bodypack lagi yang kita tunggu hasil identifikasinya dari tim DVI," ujarnya.
Operasi pencarian di hari ke-17 itu melibatkan 862 personil gabungan terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, hingga relawan. Tim memfokuskan pencrian pada titik-titik krusial yang telah di petakan sebelumnya.
Guna mempercepat pencarian di medan yang sulit, petugas juga mengerahkan sembilan unit eskavator serta bantuan anjing pelacak (K9) untuk mendeteksi korban di balik runtuhan.
Ade Dian menekankan aspek keselamatan personil tetap menjadi prioritas utama dalam setiap pergerakan tim di lapangan. Hal itu mengingat kondisi tanah di Desa Pasirlangu masih labil serta faktor cuaca yang tidak menentu. "Proses pencarian ini mengedepankan keselamatan petugas jika cuaca memburuk maka petugas akan di tarik dari worksite," jelasnya.(ijr/sep)
