Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Wacana Pembentuk DOB Kota Lembang Kembali Bergulir, Isu Lingkungan Jadi Pemicu

I
Ijang Samsu RijalEditor: Asep
|19:00 WIB
Bagikan:
Wacana Pembentuk DOB Kota Lembang Kembali Bergulir, Isu Lingkungan Jadi Pemicu
Ketua Komite Pemekaran Kawasan Bandung Utara, Agoeng Dharsono(Ijang Samsu Rijal)

PASUNDANEKSPRES.ID - Wacana pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kota Lembang kembali digulirkan Komite Pemekaran Kota Lembang. Usulan tersebut disebut bukan semata persoalan politik, melainkan lahir dari keprihatinan terhadap kerusakan lingkungan dan minimnya dampak pembangunan bagi masyarakat di Kawasan Bandung Utara (KBU).

Ketua Komite Pemekaran Kawasan Bandung Utara dan Inisiator Komite Pemekaran Kota Lembang Agoeng Dharsono mengatakan, gagasan pemekaran sebenarnya sudah muncul sejak lama. Menurutnya, Jawa Barat dengan jumlah penduduk lebih dari 50 juta jiwa dan wilayah yang sangat luas saat ini hanya memiliki 27 kabupaten/kota.

"Dasar dari pemekaran ini karena keprihatinan kami melihat kondisi kerusakan lingkungan dan sumber daya manusia di Kawasan Bandung Utara, khususnya Lembang. Jadi bukan karena Kabupaten Bandung Barat tidak baik, tetapi kami ingin menjaga wilayah Lembang dan KBU yang kerusakannya sudah sangat masif," ujarnya.

Ia menilai kerusakan lingkungan di wilayah utara terus terjadi akibat alih fungsi lahan dan eksploitasi kawasan pegunungan untuk kepentingan komersial.

"Gunung dijadikan kawasan usaha, penebangan pohon ilegal dan pembalakan hutan terus terjadi. Akibatnya ketika banjir terjadi, Lembang selalu dituding menjadi penyebabnya," katanya.

Menurutnya, usulan pemekaran Kota Lembang juga pernah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jawa Barat. Saat itu, Gubernur Jawa Barat disebut mengusulkan pemekaran 17 kabupaten/kota di Jawa Barat.

Ia menjelaskan, secara legal formal kajian pemekaran dilakukan oleh tim independen Forkodetada, bukan semata hasil kajian komite pemekaran.

"Kami hanya sebagai inisiator yang mengajukan keinginan masyarakat. Dari hasil kajian, Lembang dinilai layak menjadi kota madya," katanya.

Calon Kota Lembang

Ia mengatakan, Lembang masuk lima besar usulan DOB di Jawa Barat. Namun untuk menjadi kota madya, syarat minimal empat kecamatan harus dipenuhi. Saat ini wilayah calon Kota Lembang baru mencakup Kecamatan Lembang, Parongpong dan Cisarua.

"Karena itu dulu muncul rencana pemekaran Kecamatan Lembang dan Maribaya. Kecamatan Lembang sendiri terlalu besar dengan 16 desa," ucapnya.

Selain faktor lingkungan, komite pemekaran juga menyoroti kontribusi besar wilayah Lembang terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun menurutnya, besarnya PAD tersebut belum memberikan dampak signifikan terhadap pembangunan di wilayah penyumbang.

"PAD terbesar itu tidak otomatis kembali ke wilayah penyumbang karena disubsidikan untuk pemerataan. Akibatnya pembangunan di wilayah KBU stagnan," katanya.

Ia menambahkan, masyarakat lokal selama ini hanya menjadi penonton di daerah wisata miliknya sendiri.

"Lembang ini daerah wisata, tetapi masyarakatnya hanya jadi tamu di rumah sendiri. Pembangunan ada, tapi warga lokal hanya jadi pekerja kasar," ujarnya.

Menurutnya, gagasan pemekaran Kota Lembang sebenarnya sudah muncul sejak era Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Ridwan Kamil. Bahkan saat itu lahir Peraturan Daerah Kawasan Bandung Utara (Perda KBU) untuk menjaga kelestarian kawasan.

"Perda KBU itu seharusnya dijaga, bukan malah dilanggar oleh oknum di pemerintahan sendiri," katanya.

Ia menyebut proses administratif usulan DOB Kota Lembang juga sudah berjalan sejak 2020. Saat itu, usulan telah dibahas dalam pleno DPRD Kabupaten Bandung Barat bersama Komisi I, Bagian Hukum dan Bagian Tata Pemerintahan.

"Hasil pleno waktu itu menyepakati pembentukan pansus pemekaran Kota Lembang dan keluar nota komisi untuk disampaikan ke pimpinan DPRD," ujarnya.

Namun proses tersebut terhenti karena saat itu Bupati Bandung Barat masih dijabat Pelaksana Tugas (Plt). Kini, dengan kepemimpinan Bupati Bandung Barat definitif yang dipimpin Jeje Ritchie Ismail pihaknya berencana kembali menggulirkan usulan pemekaran melalui DPRD Kabupaten Bandung Barat.

"Ini aspirasi masyarakat dan harus diplenokan kembali. Nanti kembali lagi kepada bupati dan DPRD apakah akan membentuk pansus atau tidak," katanya.

Ia menegaskan, perjuangan pembentukan Kota Lembang bukan untuk memisahkan diri secara emosional dari Kabupaten Bandung Barat, melainkan demi mendorong pemerataan pembangunan dan perlindungan lingkungan di Kawasan Bandung Utara.

"Kalau Bandung Barat dibangun dengan baik tentu tidak perlu pemekaran. Tapi kalau secara kajian kami dinilai mampu menjadi DOB sendiri, kenapa tidak diperjuangkan," pungkasnya.(ijr/sep)

Berita Terbaru

Kejari dan Bapas Subang Laksanakan  Eksekusi Pidana Kerja Sosial

Kejari dan Bapas Subang Laksanakan  Eksekusi Pidana Kerja Sosial

Headline5 jam lalu
Hujan Disertai Angin Puting Beliung Terjang Padalarang

Hujan Disertai Angin Puting Beliung Terjang Padalarang

Bandung Barat6 jam lalu
Kejari Purwakarta Turut Sukseskan Ngosrek Bersama Lintas Sektoral di Situ Buleud

Kejari Purwakarta Turut Sukseskan Ngosrek Bersama Lintas Sektoral di Situ Buleud

Purwakarta7 jam lalu
Ikuti Deklarasi Damai, Cakades Diingatkan Jaga Kondusifitas dan Kamtibmas

Ikuti Deklarasi Damai, Cakades Diingatkan Jaga Kondusifitas dan Kamtibmas

Subang7 jam lalu
ADVERTISEMENT
HP Terbaru Akhir Tahun 2026: Daftar Harga dan Spesifikasi Lengkap, dari Rp1 Jutaan

HP Terbaru Akhir Tahun 2026: Daftar Harga dan Spesifikasi Lengkap, dari Rp1 Jutaan

Lifestyle7 jam lalu
Desak Pemkab Turun Tangan, FMSB Soroti Tenaga Kerja Lokal dan Perizinan PT CMM

Desak Pemkab Turun Tangan, FMSB Soroti Tenaga Kerja Lokal dan Perizinan PT CMM

Subang7 jam lalu
Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Purwakarta Cabut Izin KBIHU Al-Fatah

Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Purwakarta Cabut Izin KBIHU Al-Fatah

Purwakarta8 jam lalu
Kapolres Purwakarta Wajibkan Pelaku Tawuran Lapor Berkala

Kapolres Purwakarta Wajibkan Pelaku Tawuran Lapor Berkala

Purwakarta8 jam lalu
Satpol PP Karawang Siapkan Personel Bantuan Pilkades Digital,  Antisipasi Gangguan Proses Pemilihan

Satpol PP Karawang Siapkan Personel Bantuan Pilkades Digital, Antisipasi Gangguan Proses Pemilihan

Karawang8 jam lalu
DPRD Karawang Kecewa Terhadap PT Nipro Indonesia Jaya

DPRD Karawang Kecewa Terhadap PT Nipro Indonesia Jaya

Karawang8 jam lalu