Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Warga Bandung Barat Soroti Lambannya Penanganan Eceng Gondok Saguling

I
Ijang Samsu RijalEditor: Asep
|08:30 WIB
Bagikan:
Warga Bandung Barat Soroti Lambannya Penanganan Eceng Gondok Saguling
PEMBERSIHAN ECENG GONDOK: Pemerintah Kabupaten Bandung Barat bersama unsur Forkopimda, Satgas Citarum, dan sejumlah instansi terkait mulai melakukan pembersihan hamparan eceng gondok di kawasan Jembatan Ciminyak, Kecamatan Cililin, Senin (29/6/2026). Ijang Samsu Rijal/Pasundan Ekspres

PASUNDANEKSPRES.ID - Pemerintah Kabupaten Bandung Barat bersama unsur Forkopimda, Satgas Citarum, dan sejumlah instansi terkait mulai melakukan penanganan eceng gondok Saguling di kawasan Jembatan Ciminyak, Kecamatan Cililin, Senin (29/6/2026). Langkah tersebut diambil sebagai respons atas keluhan warga yang dalam beberapa pekan terakhir diresahkan serangan nyamuk dari kawasan perairan yang dipenuhi tanaman liar tersebut.

Namun, di balik aksi pembersihan itu, muncul kritik dari masyarakat yang menilai pemerintah terlambat bertindak. Warga menyebut persoalan eceng gondok bukanlah masalah baru, melainkan telah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa penanganan yang berkelanjutan.

Salah seorang warga Kampung Cipeleum, Desa Rancapanggung, Ibu Odi, mengatakan serangan nyamuk telah mengganggu aktivitas warga selama kurang lebih dua tahun. Menurutnya, kondisi tersebut semakin parah sejak bulan Ramadan hingga sekarang. "Nyamuk dari eceng gondok ini tidak mempan diusir dengan obat nyamuk bakar. Yang sedikit membantu hanya obat nyamuk oles seperti Autan," ujarnya.

Ia mengaku gigitan nyamuk menimbulkan rasa panas, perih, dan meninggalkan bekas hitam di kulit. Meski belum ada laporan kasus demam berdarah yang dikaitkan dengan kondisi tersebut, warga mengaku tetap khawatir karena jumlah nyamuk sangat banyak. "Kalau menyerang bergerombol. Menggigit badan, muka, bahkan masuk ke hidung. Warnanya ada yang cokelat, hitam pekat, sampai belang," katanya.

Odi mengungkapkan pembersihan eceng gondok sebenarnya pernah dilakukan sebelumnya. Namun, karena tidak dilakukan secara rutin, tanaman tersebut kembali menutupi perairan dan menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. "Mudah-mudahan dibersihkan sampai tuntas tidak hanya dibersihkan saat ramai diperbincangkan. Kami berharap ada penanganan yang berkelanjutan supaya masyarakat benar-benar terbebas dari gangguan nyamuk," tuturnya.

Keluhan serupa disampaikan Alex, pelaku usaha pengolahan pupuk organik berbahan baku eceng gondok di Saguling. Ia mengatakan serangan nyamuk terjadi hampir setiap hari, terutama pada sore hingga malam hari. "Setiap hari mulai pukul 17.00 sampai 20.00 nyamuk menyerang rumah-rumah warga. Bukan hanya badan, wajah juga digigit. Rasa gatalnya luar biasa," katanya.

Menurut Alex, berbagai upaya mandiri telah dilakukan warga, mulai dari menggunakan obat nyamuk hingga membakar kardus untuk menghasilkan asap. Namun, seluruh cara tersebut hanya memberikan efek sementara karena sumber persoalan belum benar-benar ditangani.

Ia menilai pemerintah seharusnya tidak hanya fokus pada pembersihan sesaat, tetapi juga memikirkan solusi jangka panjang. Salah satunya dengan memanfaatkan eceng gondok sebagai bahan baku pupuk organik yang memiliki nilai ekonomi.

Alex mengusulkan agar pemerintah menyediakan mesin pencacah eceng gondok di setiap desa sekitar Waduk Saguling. Dengan demikian, tanaman yang selama ini dianggap gulma dapat diolah menjadi pupuk organik cair maupun padat yang bermanfaat bagi sektor pertanian. "Kalau setiap desa memiliki mesin pencacah, eceng gondok bisa dimanfaatkan menjadi pupuk. Perairan menjadi bersih, masyarakat juga mendapat nilai ekonomi," ujarnya.

Ia mencontohkan Desa Girimukti dan Desa Cipangeran yang telah berhasil memanfaatkan eceng gondok sebagai bahan baku pupuk organik untuk tanaman padi, jagung, hingga sayuran. Menurut Alex, persoalan eceng gondok tidak akan selesai jika penanganannya hanya bersifat insidental atau dilakukan ketika keluhan masyarakat mencuat. 

Ia menilai diperlukan program pengendalian yang konsisten, melibatkan pemerintah daerah, pemerintah desa, Satgas Citarum, kelompok tani, organisasi masyarakat, hingga warga sekitar. "Kalau pembersihan dilakukan rutin dan semua pihak bergerak bersama, penumpukan eceng gondok tidak akan separah sekarang. Yang dibutuhkan bukan sekadar aksi seremonial, tetapi komitmen jangka panjang," pungkasnya.(ijr/sep)

Berita Terbaru

Jelang SEA Games 2027, Indonesia Naturalisasi Petenis Rusia 19 Tahun

Jelang SEA Games 2027, Indonesia Naturalisasi Petenis Rusia 19 Tahun

Olahraga5 menit lalu
Persiapan Persib Siapkan Rotasi Pemain Jelang Hadapi Persik, Maung Bandung Waspadai Jadwal Padat

Persiapan Persib Siapkan Rotasi Pemain Jelang Hadapi Persik, Maung Bandung Waspadai Jadwal Padat

Olahraga3 jam lalu
Dilema: Hutan Mangrove dan Tambak Udang, Mana yang Lebih Menguntungkan?

Dilema: Hutan Mangrove dan Tambak Udang, Mana yang Lebih Menguntungkan?

Opini3 jam lalu
7 Tempat Wisata di Subang yang Cocok Dikunjungi Bulan Oktober, Ada Pantai hingga Pegunungan!

7 Tempat Wisata di Subang yang Cocok Dikunjungi Bulan Oktober, Ada Pantai hingga Pegunungan!

Jawa Barat4 jam lalu
ADVERTISEMENT
Hidup Sebatang Kara di Rumah Tak Layak Huni, Mak Turci Terima Bantuan Rutilahu BAZNAS Subang

Hidup Sebatang Kara di Rumah Tak Layak Huni, Mak Turci Terima Bantuan Rutilahu BAZNAS Subang

Headline5 jam lalu
Tempat Wisata Murah Meriah di Subang, Tetap Seru Meski Hemat Budget

Tempat Wisata Murah Meriah di Subang, Tetap Seru Meski Hemat Budget

Headline7 jam lalu
Ada Konser Musik di Alun-Alun, Satlantas Polres Subang Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas

Ada Konser Musik di Alun-Alun, Satlantas Polres Subang Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas

Headline8 jam lalu
Asap Karhutla di Pulau Jawa: BMKG Ingatkan Pentingnya Pemantauan Kualitas Udara

Asap Karhutla di Pulau Jawa: BMKG Ingatkan Pentingnya Pemantauan Kualitas Udara

Nasional8 jam lalu
Aktor Senior Yadi Timo Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun, Joko Nugroho Ungkap Sifat Asli Almarhum

Aktor Senior Yadi Timo Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun, Joko Nugroho Ungkap Sifat Asli Almarhum

Headline16 jam lalu
Data Pertanahan Kantah Kabupaten Karawang Sebagian Besar Telah Dialihmediakan, Masyarakat Diimbau Tidak Khawatir

Data Pertanahan Kantah Kabupaten Karawang Sebagian Besar Telah Dialihmediakan, Masyarakat Diimbau Tidak Khawatir

Nasional18 jam lalu