Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Warga Rancapanggung Resah Diserang Nyamuk, Waduk Saguling Diduga jadi Penyebab

I
Ijang Samsu RijalEditor: Asep
|14:08 WIB
Bagikan:
Warga Rancapanggung Resah Diserang Nyamuk, Waduk Saguling Diduga jadi Penyebab
ECENG GONDOK: Waduk Saguling yang hampir tertutupi eceng gondok itu diduga menjadi sarang nyamuk. Ijang Samsu Rijal/Pasundan Ekspres

PASUNDANEKSPRES.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat mengungkap penyebab menumpuknya sampah dari Pasar Rancapanggung, Kecamatan Cililin, di bantaran Waduk Saguling. Kondisi tersebut diduga dipicu lemahnya sistem pengelolaan sampah, mulai dari belum adanya kerja sama resmi hingga skema retribusi pasar yang tidak sesuai aturan.
Kepala DLH Bandung Barat, Ibrahim Aji, mengakui hingga saat ini belum terdapat nota kesepahaman (MoU) pengangkutan sampah antara pengelola Pasar Rancapanggung dengan DLH Bandung Barat.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat pengelolaan sampah pasar belum terintegrasi dengan sistem pengangkutan pemerintah daerah.

“Wilayah ini memang belum ada MoU dengan Dinas Lingkungan Hidup terkait pengangkutan sampah. Jadi selama ini mereka mengelola sendiri sampahnya dan ternyata mungkin kurang efektif sehingga terjadi penumpukan seperti ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, secara regulasi pengelolaan sampah menjadi tanggung jawab pengelola pasar apabila belum ada kerja sama resmi dengan pemerintah daerah.

DLH Bandung BaratCegah Dampak Lingkungan di Sekitar Waduk Saguling

Saat ini, DLH Bandung Barat hanya dapat melakukan penanganan terbatas dengan mengangkut sampah yang berada di pinggiran Waduk Saguling guna mencegah dampak lingkungan yang lebih luas.

Selain itu, DLH juga menyoroti persoalan pembiayaan pengelolaan sampah di tingkat pasar. Biaya yang dipungut dari pedagang disebut hanya sekitar Rp2.000 dan dinilai tidak sesuai dengan ketentuan retribusi yang tercantum dalam peraturan daerah.

“Retribusi jauh di atas itu, jadi tidak masuk. Mungkin nanti perlu ada sosialisasi supaya bisa menyesuaikan dengan perda retribusi yang berlaku,” katanya.

Kondisi tersebut diduga menyebabkan pengelolaan sampah tidak berjalan optimal karena biaya operasional yang tersedia tidak sebanding dengan volume sampah yang dihasilkan setiap hari.(ijr/sep)

Berita Terbaru

Panitia Pilkades Wantilan Subang Soroti Akurasi Data Pemilih

Panitia Pilkades Wantilan Subang Soroti Akurasi Data Pemilih

Subang32 menit lalu
Kabel Udara di 63 Ruas Jalan Kota Bandung Sudah Diturunkan

Kabel Udara di 63 Ruas Jalan Kota Bandung Sudah Diturunkan

Bandung Barat41 menit lalu
Menteri PKP Larang Pungutan Bantuan Bedah Rumah, Subang Dapat 1.372 Unit

Menteri PKP Larang Pungutan Bantuan Bedah Rumah, Subang Dapat 1.372 Unit

Subang59 menit lalu
Stop Sugar Craving! Ini Lho Cara Kurangi Konsumsi Makanan Manis

Stop Sugar Craving! Ini Lho Cara Kurangi Konsumsi Makanan Manis

Lifestyle2 jam lalu
ADVERTISEMENT
7 Tips Olahraga Saat Cuaca Panas Agar Tetap Aman dan Sehat

7 Tips Olahraga Saat Cuaca Panas Agar Tetap Aman dan Sehat

Lifestyle2 jam lalu
Cara Pakai QRIS ShopeePay dengan Mudah, Bayar Apapun Cukup Scan!

Cara Pakai QRIS ShopeePay dengan Mudah, Bayar Apapun Cukup Scan!

Lifestyle3 jam lalu
Dugaan Pungli Rp250 Juta Gegerkan Pondok Bambu, Siapa Sebenarnya Nur Mariyana Putri?

Dugaan Pungli Rp250 Juta Gegerkan Pondok Bambu, Siapa Sebenarnya Nur Mariyana Putri?

Nasional3 jam lalu
Rekomendasi Tempat Jual Emas Harga Tinggi di Subang, Bisa Tanpa Surat!

Rekomendasi Tempat Jual Emas Harga Tinggi di Subang, Bisa Tanpa Surat!

Lifestyle4 jam lalu
Ide Kegiatan Positif untuk Mengisi Waktu Luang, Dijamin Bermanfaat

Ide Kegiatan Positif untuk Mengisi Waktu Luang, Dijamin Bermanfaat

Lifestyle4 jam lalu
UU Pelindungan Ketenagakerjaan Resmi Disahkan, Ini 9 Hak Penting yang Kini Diatur untuk Buruh

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Resmi Disahkan, Ini 9 Hak Penting yang Kini Diatur untuk Buruh

Nasional6 jam lalu