Warga Terdampak Longsor Pasirlangu Bandung Barat Dapat Biaya Kontrakan

PASUNDANEKSPRES.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat mulai menyalurkan bantuan biaya kontrakan bagi warga terdampak bencana longsor di Kampung Pasir Kuning dan Kampung Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua yang terjadi Sabtu, (24/2/2026) lalu.
Kepala Desa Pasirlangu, Nur Awaludin Lubis, mengatakan, sebanyak 56 rumah yang berada di zona merah telah terdata sebagai penerima bantuan. Namun, penyaluran dilakukan secara bertahap. "Alhamdulillah bantuan kontrakan hari ini bisa dikeluarkan. Hari ini jadwalnya 20 rumah dari total 56 rumah," kata Nur saat ditemui, Selasa, (10/2/2026).
Terkait bantuan kontrakan tersebut, ia menyebutkan, bersumber dari Pemkab Bandung Barat dengan nilai Rp5 juta per rumah, bukan berdasarkan jumlah kepala keluarga (KK). Bantuan diberikan kepada rumah yang telah memiliki sertifikat. "Dari 56 rumah itu, baru 20 rumah yang hari ini menerima jatah kontrak Rp5 juta. Sementara yang lainnya menyusul," ujarnya.
Seluruh warga penerima bantuan, ia mengungkapkan, saat ini masih mengontrak rumah di sekitar wilayah Pasirlangu. Status kontrakan tersebut bersifat sementara sambil menunggu kejelasan program relokasi. "Untuk regulasi memang belum sepenuhnya jelas. Ini sifatnya sementara, sambil menunggu relokasi," jelasnya.
Disinggung soal relokasi, ia menjelaskan, pemerintah desa bersama pemerintah kabupaten masih menunggu hasil kajian geologi. Meski zona merah telah ditetapkan, lokasi hunian tetap masih dalam tahap pembahasan. "Relokasi ini bukan hunian sementar
, tapi hunian tetap. Jadi perhitungannya harus betul-betul matang supaya tidak menimbulkan masalah di kemudian hari," ungkapnya.
Selain bantuan kontrakan, ia menuturkan, warga terdampak longsor juga mulai merasakan manfaat bantuan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih, menyusul tertutupnya sumber air akibat longsoran. "Terima kasih kepada Pak Bupati, Pak Kapolres, dan Pak Gubernur. Alhamdulillah sekarang warga sudah bisa merasakan air bersih," tuturnya.
Dari 10 titik sumur bor yang dikerjakan pekan ini, sebanyak 5 titik telah berhasil mengeluarkan air dan dimanfaatkan warga. "Itu sangat membantu masyarakat karena air bersih merupakan kebutuhan pokok yang tidak bisa ditunda," pungkasnya.(ijr/sep)
