Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

10 Hari Berlalu, Kematian Pejabat BKAD Purwakarta Belum Terungkap

A
Adam SumartoEditor: Yusup Suparman
|09:57 WIB
Bagikan:
10 Hari Berlalu, Kematian Pejabat BKAD Purwakarta Belum Terungkap
OLAH TKP LANJUTAN: Olah TKP lanjutan terkait kematian Yogi Saleh, ASN yang ditemukan tewas bersimbah darah di kediamannya di Jalan Patinggi III, Kampung Karangsari, Desa Citalang, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta. Adam Sumarto/Pasundan Ekspres

PASUNDANEKSPRES.ID - Sudah 10 hari berlalu kasus kematian pejabat BKAD Purwakarta belum terungkap. Teka-teki penyebab kematian belum terpecahkan. Polisi belum memberikan keterangan terbaru kepada publik perihal perkembangan kasus tersebut. Kasus yang menyita perhatian publik ini diharapkan segera terungkap.

Hingga kini penyidik terus mendalami kasus tersebut melalui serangkaian pemeriksaan dan analisis forensik. Satreskrim Polres Purwakarta bahkan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan dengan melibatkan Tim Inafis Polda Jawa Barat dan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Mabes Polri untuk mengungkap penyebab pasti kematian Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah BKAD Purwakarta itu.

Kasatreskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara, mengatakan hingga saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman berdasarkan hasil olah TKP dan sejumlah barang bukti yang telah diamankan.

"Perkembangan kasus, kami masih melakukan pengembangan dari olah TKP. Kami telah melaksanakan olah TKP lanjutan dan mendapat backup dari Polda Jawa Barat serta Puslabfor Bareskrim Mabes Polri," kata Made kepada wartawan, Rabu (17/6/2026) lalu.

Selain olah TKP lanjutan, polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi dari lingkungan keluarga dan tempat kerja korban. Total tiga orang telah dimintai keterangan guna membantu mengungkap peristiwa tersebut.

"Saksi yang sudah diperiksa dari pihak istri korban, mertua, kemudian rekan kerja. Total ada tiga orang yang sudah dimintai keterangan," ujarnya.

Penyidik turut mengamankan sejumlah barang bukti dari rumah korban, termasuk dokumen serta telepon genggam milik korban dan istrinya yang kini menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Ada berkas-berkas, dokumen-dokumen yang kami amankan dari TKP. Kemudian handphone milik korban dan istri juga sudah diamankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ucapnya.

Menurut Made, hasil pemeriksaan digital forensik terhadap perangkat elektronik tersebut menjadi salah satu petunjuk yang ditunggu penyidik untuk mengungkap rangkaian peristiwa yang terjadi.

"Kami masih menunggu hasil pemeriksaan handphone dan meneliti dokumen-dokumen yang ada, apakah ada hubungannya dengan kejadian ini," katanya.

Tak hanya itu, sejumlah berkas yang ditemukan di kamar korban juga masih diteliti, termasuk kemungkinan adanya catatan yang berkaitan dengan kondisi psikologis korban.

"Riwayat atau berkas-berkas yang ditemukan juga masih kami teliti," ujarnya.

Petunjuk lain juga tengah ditelusuri melalui pemeriksaan sampel sidik jari yang telah diambil dari lokasi kejadian. Hasil pemeriksaan tersebut akan menunjukkan ada atau tidaknya jejak sidik jari lain di dalam rumah korban.

"Kami sudah mengambil sampel sidik jari dan masih menunggu hasil pemeriksaan. Nanti akan diketahui apakah ada sidik jari lain di luar keluarga atau korban," ucap Made.

Salah satu temuan yang menjadi perhatian penyidik adalah kondisi plafon rumah yang ditemukan dalam keadaan rusak atau jebol. Temuan tersebut kini menjadi fokus pemeriksaan tim gabungan forensik dalam penyelidikan lanjutan.

"Itu (plafon) juga yang menjadi alasan kami meminta bantuan dari Polda dan Puslabfor untuk melakukan penyelidikan ulang terkait plafon yang jebol dan sejumlah temuan lainnya di lokasi," katanya.

Diketahui sebelumnya, Yogi Saleh ditemukan meninggal dunia dalam kondisi bersimbah darah di kamar rumahnya pada Minggu (14/6/2026) malam. Korban ditemukan setelah istrinya pulang dari menghadiri acara wisuda bersama anak dan mertuanya.(add/ysp)

Berita Terbaru

ITS Sabet Juara Umum Kontes Robot Terbang Indonesia Tahun 2026 di IKN

ITS Sabet Juara Umum Kontes Robot Terbang Indonesia Tahun 2026 di IKN

Nasional3 jam lalu
Analisa BMKG Munculnya Daratan Baru di Dekat Gunung Anak Krakatau

Analisa BMKG Munculnya Daratan Baru di Dekat Gunung Anak Krakatau

Nasional4 jam lalu
Rumah Ludes Dilalap Si Jago Merah, BAZNAS Subang Salurkan Bantuan untuk Keluarga Sudia

Rumah Ludes Dilalap Si Jago Merah, BAZNAS Subang Salurkan Bantuan untuk Keluarga Sudia

Headline4 jam lalu
10 Tempat Makan untuk Keluarga di Subang yang Nyaman dan Enak

10 Tempat Makan untuk Keluarga di Subang yang Nyaman dan Enak

Lifestyle5 jam lalu
ADVERTISEMENT
Lapas Subang Buka Akses Pendidikan Paket A, B, dan C bagi Warga Binaan

Lapas Subang Buka Akses Pendidikan Paket A, B, dan C bagi Warga Binaan

Headline5 jam lalu
Subang Masuk 4 Besar Daerah dengan Tambang Ilegal Terbanyak di Jabar, Ini Jumlahnya

Subang Masuk 4 Besar Daerah dengan Tambang Ilegal Terbanyak di Jabar, Ini Jumlahnya

Subang8 jam lalu
Uu Soroti Penurunan Perolehan Suara PPP di Subang, Minta Kader Menangkan Lima Kursi DPRD

Uu Soroti Penurunan Perolehan Suara PPP di Subang, Minta Kader Menangkan Lima Kursi DPRD

Headline8 jam lalu
Rekomendasi Villa untuk Gathering di Subang yang Pas Buat Acara Rame-rame

Rekomendasi Villa untuk Gathering di Subang yang Pas Buat Acara Rame-rame

Lifestyle9 jam lalu
Apa Itu Eskul Korp Kadet di SMA? Ini Penjelasan Lengkap dan Aturan Terbarunya

Apa Itu Eskul Korp Kadet di SMA? Ini Penjelasan Lengkap dan Aturan Terbarunya

Nasional9 jam lalu
Bagaimana Cara Melamar Di Kawasan Industri Subang Terbaru 2026, Lengkap dengan Jalur Resmi

Bagaimana Cara Melamar Di Kawasan Industri Subang Terbaru 2026, Lengkap dengan Jalur Resmi

Subang10 jam lalu