10 Hari Berlalu, Kematian Pejabat BKAD Purwakarta Belum Terungkap

PASUNDANEKSPRES.ID - Sudah 10 hari berlalu kasus kematian pejabat BKAD Purwakarta belum terungkap. Teka-teki penyebab kematian belum terpecahkan. Polisi belum memberikan keterangan terbaru kepada publik perihal perkembangan kasus tersebut. Kasus yang menyita perhatian publik ini diharapkan segera terungkap.
Hingga kini penyidik terus mendalami kasus tersebut melalui serangkaian pemeriksaan dan analisis forensik. Satreskrim Polres Purwakarta bahkan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan dengan melibatkan Tim Inafis Polda Jawa Barat dan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Mabes Polri untuk mengungkap penyebab pasti kematian Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah BKAD Purwakarta itu.
Kasatreskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara, mengatakan hingga saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman berdasarkan hasil olah TKP dan sejumlah barang bukti yang telah diamankan.
"Perkembangan kasus, kami masih melakukan pengembangan dari olah TKP. Kami telah melaksanakan olah TKP lanjutan dan mendapat backup dari Polda Jawa Barat serta Puslabfor Bareskrim Mabes Polri," kata Made kepada wartawan, Rabu (17/6/2026) lalu.
Selain olah TKP lanjutan, polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi dari lingkungan keluarga dan tempat kerja korban. Total tiga orang telah dimintai keterangan guna membantu mengungkap peristiwa tersebut.
"Saksi yang sudah diperiksa dari pihak istri korban, mertua, kemudian rekan kerja. Total ada tiga orang yang sudah dimintai keterangan," ujarnya.
Penyidik turut mengamankan sejumlah barang bukti dari rumah korban, termasuk dokumen serta telepon genggam milik korban dan istrinya yang kini menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
"Ada berkas-berkas, dokumen-dokumen yang kami amankan dari TKP. Kemudian handphone milik korban dan istri juga sudah diamankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ucapnya.
Menurut Made, hasil pemeriksaan digital forensik terhadap perangkat elektronik tersebut menjadi salah satu petunjuk yang ditunggu penyidik untuk mengungkap rangkaian peristiwa yang terjadi.
"Kami masih menunggu hasil pemeriksaan handphone dan meneliti dokumen-dokumen yang ada, apakah ada hubungannya dengan kejadian ini," katanya.
Tak hanya itu, sejumlah berkas yang ditemukan di kamar korban juga masih diteliti, termasuk kemungkinan adanya catatan yang berkaitan dengan kondisi psikologis korban.
"Riwayat atau berkas-berkas yang ditemukan juga masih kami teliti," ujarnya.
Petunjuk lain juga tengah ditelusuri melalui pemeriksaan sampel sidik jari yang telah diambil dari lokasi kejadian. Hasil pemeriksaan tersebut akan menunjukkan ada atau tidaknya jejak sidik jari lain di dalam rumah korban.
"Kami sudah mengambil sampel sidik jari dan masih menunggu hasil pemeriksaan. Nanti akan diketahui apakah ada sidik jari lain di luar keluarga atau korban," ucap Made.
Salah satu temuan yang menjadi perhatian penyidik adalah kondisi plafon rumah yang ditemukan dalam keadaan rusak atau jebol. Temuan tersebut kini menjadi fokus pemeriksaan tim gabungan forensik dalam penyelidikan lanjutan.
"Itu (plafon) juga yang menjadi alasan kami meminta bantuan dari Polda dan Puslabfor untuk melakukan penyelidikan ulang terkait plafon yang jebol dan sejumlah temuan lainnya di lokasi," katanya.
Diketahui sebelumnya, Yogi Saleh ditemukan meninggal dunia dalam kondisi bersimbah darah di kamar rumahnya pada Minggu (14/6/2026) malam. Korban ditemukan setelah istrinya pulang dari menghadiri acara wisuda bersama anak dan mertuanya.(add/ysp)
