Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

26 Tahun Bertahan di Rumah Tak Layak, Potret Perjuangan Keluarga Encep yang Kini Dapat Bantuan

C
Cindy Desita Putri Editor: Yusup Suparman
|09:40 WIB
Bagikan:
26 Tahun Bertahan di Rumah Tak Layak, Potret Perjuangan Keluarga Encep yang Kini Dapat Bantuan
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN, Wihaji, bersama Menko PMK Sugiono saat mengunjungi rumah Encep (54) di Cijambe, pada Senin (2/11/2026).(Cindy Desita Putri/Pasundan Ekspres)

PASUNDANEKSPRES.ID - Selama lebih dari dua dekade, Encep (54), warga Desa Sukahurip, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang, Jawa Barat, bersama keluarganya bertahan hidup di rumah sederhana berdinding bilik bambu dengan kondisi bangunan yang kian memprihatinkan. 

Kini, setelah puluhan tahun tinggal di rumah yang atapnya bocor dan rangka kayunya mulai lapuk, Encep mendapat bantuan renovasi rumah dari pemerintah.
Rumah yang telah ditempatinya sejak 2000 itu menjadi tempat berteduh bagi enam anggota keluarga, termasuk istrinya, Carnasih (50), serta anak dan cucunya. Namun, seiring bertambahnya usia bangunan, kondisi rumah tersebut semakin membutuhkan perbaikan.

Dinding bilik bambu yang mulai menua, atap yang tak lagi mampu menahan air hujan, hingga rangka kayu yang lapuk menjadi persoalan yang harus dihadapi keluarga Encep setiap hari.

Saat hujan turun, air kerap merembes masuk ke dalam rumah. Kondisi itu membuat kenyamanan dan keamanan keluarga terganggu, terutama ketika cuaca buruk melanda.

Di tengah keterbatasan tersebut, secercah harapan datang ketika Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN, Wihaji, bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), mengunjungi kediamannya pada Senin (2/11/2026).

Kabar Baik Bagi Encep

Kunjungan tersebut membawa kabar baik bagi Encep. Selain mendapatkan bantuan renovasi atau program bedah rumah, keluarganya juga menerima bantuan pangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama tiga bulan.

Encep mengaku tidak pernah membayangkan rumah sederhananya akan dikunjungi langsung oleh seorang menteri. Ia pun menyampaikan rasa bahagia dan bangga karena keluarganya mendapat perhatian dari pemerintah.

“Alhamdulillah, senang sekali. Sangat bangga. Rasanya seperti mimpi saya kedatangan Bapak Menteri ke sini,” ujar Encep.

Encep mengatakan, selama sekitar 26 tahun menempati rumah tersebut, dirinya bersama keluarga harus bertahan dengan kondisi bangunan yang terus mengalami penurunan kualitas.

Persoalan paling terasa, kata dia, terjadi ketika hujan turun. Atap rumah yang bocor membuat air masuk ke dalam, sementara kayu-kayu penyangga bangunan sudah tua dan lapuk.

“Kalau hujan ya begini saja, bocor. Apalagi kayu-kayunya sudah tua,” kata Encep.
Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, Encep sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan. Sementara itu, sang istri membantu bekerja di sawah.

Meski hidup dalam keterbatasan ekonomi, Encep mengaku keluarganya telah menerima bantuan pemerintah yang disalurkan selama ini. Ia berharap bantuan bedah rumah tersebut dapat membuat tempat tinggalnya menjadi lebih layak, nyaman, dan aman bagi seluruh anggota keluarga.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN, Wihaji menyampaikan, pendekatan langsung diperlukan untuk memastikan keluarga yang masuk dalam kategori berisiko stunting memperoleh pendampingan dan bantuan sesuai dengan kebutuhan mereka.

“Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mempercepat penurunan stunting melalui pendekatan langsung kepada keluarga yang berisiko stunting. Kami ingin memastikan keluarga sasaran mendapatkan pendampingan dan bantuan sesuai dengan kebutuhannya,” terangnya.

Selain penyerahan bantuan, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis bagi ibu hamil, ibu menyusui, serta balita non-PAUD atau MBG 3B.(cdp/ysp)

Berita Terbaru

ATR/BPN Semakin Dekat untuk Masyarakat Melalui Akses Layanan Pertanahan Tanpa Perlu Datang ke Kantah

ATR/BPN Semakin Dekat untuk Masyarakat Melalui Akses Layanan Pertanahan Tanpa Perlu Datang ke Kantah

Nasional11 menit lalu
Kementerian ATR/BPN Raih Juara II Invitasi Bulu Tangkis Kementan, Ukir Prestasi dan Jalin Silaturahmi

Kementerian ATR/BPN Raih Juara II Invitasi Bulu Tangkis Kementan, Ukir Prestasi dan Jalin Silaturahmi

Nasional13 menit lalu
Kementerian ATR/BPN Dukung Program Bedah Rumah, Pastikan Tanah Masyarakat Miliki Kepastian Hukum

Kementerian ATR/BPN Dukung Program Bedah Rumah, Pastikan Tanah Masyarakat Miliki Kepastian Hukum

Nasional14 menit lalu
Pojokan 330: Sekolah Rakyat

Pojokan 330: Sekolah Rakyat

Opini29 menit lalu
ADVERTISEMENT
Non-Muslim Jadi Petugas Haji? Begini Tanggapan MUI

Non-Muslim Jadi Petugas Haji? Begini Tanggapan MUI

Nasional37 menit lalu
Jaga Kondusivitas, Kapolres Subang Siapkan Strategi Pengamanan Pilkades Serentak di 165 Desa

Jaga Kondusivitas, Kapolres Subang Siapkan Strategi Pengamanan Pilkades Serentak di 165 Desa

Subang38 menit lalu
KAI Terapkan Jadwal Baru, Gapeka 2026 Resmi Berlaku dan Tiket Desember Sudah Tersedia

KAI Terapkan Jadwal Baru, Gapeka 2026 Resmi Berlaku dan Tiket Desember Sudah Tersedia

Nasional1 jam lalu
Transfer Bank Bakal Kena Pajak Digital Mulai 9 November, Ini Kata DJP

Transfer Bank Bakal Kena Pajak Digital Mulai 9 November, Ini Kata DJP

Nasional2 jam lalu
Dari Kepedulian Menjadi Kebahagiaan, Kapolres Subang Wujudkan Impian Mak Datem Miliki Rumah Layak Huni

Dari Kepedulian Menjadi Kebahagiaan, Kapolres Subang Wujudkan Impian Mak Datem Miliki Rumah Layak Huni

Subang2 jam lalu
Persib Bandung Fokus Hadapi Melbourne Victory di ACL Two 2026/2027

Persib Bandung Fokus Hadapi Melbourne Victory di ACL Two 2026/2027

Olahraga2 jam lalu