699 Mahasiswa KKNM Kampus Berdampak Universitas Subang Telah Selesaikan Program KKNM di 29 Desa, Dorong Potensi Lokal dan Pembangunan Subang Ngabret

SUBANG - Sebanyak 699 mahasiswa Universitas Subang (UNSUB) resmi menyelesaikan program Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM) Kampus Berdampak Tahun Akademik 2025/2026 setelah menjalani pengabdian selama satu setengah bulan di 29 desa yang tersebar di sembilan kecamatan di Kabupaten Subang.
Penutupan sekaligus penyerahan kembali mahasiswa KKNM kepada Universitas Subang digelar secara hibrida di Ruang Auditorium Lantai 2 UNSUB Kampus 1, Senin (31/8/2026). Kegiatan tersebut juga diikuti secara daring melalui Zoom Meeting.
Ratusan mahasiswa yang mengikuti program tersebut sebelumnya ditempatkan di Kecamatan Tanjungsiang, Cisalak, Serangpanjang, Sagalaherang, Ciater, Kasomalang, Cijambe, Dawuan, dan Cipeundeuy.
Program KKNM Kampus Berdampak tahun ini tidak sekadar menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu akademik di tengah masyarakat. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diarahkan untuk membantu mengoptimalkan potensi wilayah dengan mengedepankan kearifan lokal serta kebutuhan masyarakat desa.
Mengusung tema “Mewujudkan kampus berdampak melalui pengabdian berbasis kearifan lokal untuk membangun bersama rakyat menuju Universitas Subang yang unggul, berprestasi, dan bereputasi guna mendukung Subang Ngabret”, mahasiswa menjalankan berbagai program yang terintegrasi dengan kondisi dan potensi masing-masing desa.
Selama berada di lapangan, mahasiswa turut mendorong inovasi desa, mengembangkan potensi ekonomi lokal, serta memberikan edukasi kepada masyarakat. Program tersebut menjadi bentuk nyata integrasi antara pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah dengan persoalan dan kebutuhan masyarakat.
Ketua Panitia Pelaksana KKNM, Dr. Hj. Silvy Sondari G, S.Psi., MM., bersama Ketua LPPM Universitas Subang, Dr. Ujang Charda S., S.H., M.H., M.I.P., M.A.P., dalam laporan akhirnya menyampaikan berbagai capaian program, luaran riset, serta bentuk pengabdian yang telah dilaksanakan mahasiswa.
Keduanya juga mengapresiasi semangat para mahasiswa yang dinilai mampu beradaptasi dengan dinamika masyarakat sekaligus mengimplementasikan keilmuan yang dimiliki melalui pendekatan pentahelix.
Ketua Yayasan Kutawaringin, Dr. Ahmad Sobari, S.Sos., M.AP., menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kolaborasi Pemerintah Daerah Kabupaten Subang dalam pelaksanaan KKNM UNSUB.
Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam menghadirkan program pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Subang yang telah selalu bekerja sama dengan Universitas Subang. Sinergi ini membuktikan bahwa kolaborasi akademisi dan pemerintah mampu membawa perubahan positif langsung di tengah masyarakat,” ungkap Dr. Ahmad Sobari.
Sementara itu, mewakili Bupati Subang, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Imron Thomas Faturohman, ST., MM., secara resmi menyerahkan kembali para mahasiswa kepada pihak Universitas Subang.
Ia memberikan apresiasi terhadap kontribusi mahasiswa selama menjalankan pengabdian di desa-desa.
“Pemerintah daerah mengapresiasi penuh kontribusi dan komunikasi baik yang dibangun mahasiswa UNSUB dengan warga desa. Hari ini, saya serahkan kembali peserta KKNM kepada universitas dan berharap ilmu yang didapat di lapangan menjadi modal berharga bagi masa depan mereka,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya memberikan manfaat bagi desa, tetapi juga menjadi proses pembelajaran penting bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung berbagai persoalan pembangunan di tingkat masyarakat.
Rektor Universitas Subang, Dr. H. Drs. Komir Bastaman, SH., M.Si., menyambut kepulangan 739 mahasiswa tersebut dengan penuh kebanggaan.
Ia berharap pengalaman selama menjalani pengabdian tidak berhenti setelah mahasiswa kembali ke kampus, tetapi menjadi bekal untuk terus berkontribusi dan menghadirkan solusi bagi masyarakat.
“Selamat datang kembali di kampus. Pengalaman berharga selama mengabdi harus menjadi pemantik untuk terus mengukir prestasi, menjaga reputasi almamater, serta tetap menjadi agen perubahan yang solutif bagi kemajuan Kabupaten Subang,” kata Komir.
Penutupan KKNM UNSUB 2026 kemudian dirangkai dengan pemberian penghargaan kepada kelompok mahasiswa dan desa terbaik.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, inovasi program kerja, kepatuhan terhadap luaran publikasi, serta keberhasilan membangun kemitraan yang dinilai memberikan dampak selama pelaksanaan KKNM.
Dengan berakhirnya program tersebut, UNSUB menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pembangunan daerah. (adv/cdp/ysp)
