Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Anggota DPRD Jabar Andhika Dorong Lowongan Kerja Dibuka Transparan, Lulusan SMA-SMK Jangan Jadi Penonton

H
Hadi MartadinataEditor: Yusup Suparman
|10:00 WIB
Bagikan:
Anggota DPRD Jabar Andhika Dorong Lowongan Kerja Dibuka Transparan, Lulusan SMA-SMK Jangan Jadi Penonton
Anggota DPRD Jabar, Andhika Surya Gumilar, mendorong agar masyarakat, khususnya lulusan SMA dan SMK, mendapatkan akses yang sama terhadap informasi pekerjaan tanpa harus melalui perantara.(Hadi Martadinata/Pasudnan Ekspres)

PASUNDANEKSPRES.ID - Akses informasi lowongan kerja yang terbuka dan mudah dijangkau masyarakat menjadi salah satu persoalan penting di tengah kebutuhan lapangan kerja di Jawa Barat. 

Anggota DPRD Jabar, Andhika Surya Gumilar, mendorong agar masyarakat, khususnya lulusan SMA dan SMK, mendapatkan akses yang sama terhadap informasi pekerjaan tanpa harus melalui perantara.

Sorotan tersebut relevan dengan kondisi ketenagakerjaan Jawa Barat saat ini. Data statistik Pemprov Jabar menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Barat pada Februari 2026 berada di angka 6,64 persen. Pada periode yang sama, jumlah penduduk Jawa Barat yang bekerja mencapai sekitar 25,10 juta orang.

Menurut Andhika, keterbukaan informasi lowongan kerja harus menjadi bagian dari upaya memperluas kesempatan masyarakat memperoleh pekerjaan. Jangan sampai masyarakat yang memiliki kemampuan dan memenuhi persyaratan justru kehilangan kesempatan hanya karena tidak mengetahui adanya lowongan atau terkendala akses informasi.

“Informasi lowongan pekerjaan harus dibuka seluas-luasnya dan dapat diakses masyarakat. Jangan sampai ada warga yang sebenarnya memenuhi kualifikasi, tetapi tidak mendapatkan kesempatan hanya karena informasi lowongannya tidak sampai kepada mereka,” ujar Andhika pada Rabu (23/9/2026). 

Digitalisasi Informasi Lowongan Kerja

Ia menilai, digitalisasi informasi lowongan kerja dapat menjadi salah satu solusi. Pemerintah dapat membangun sistem yang menghubungkan perusahaan dengan pencari kerja secara langsung, sehingga masyarakat dapat mengetahui posisi yang tersedia, persyaratan, jumlah kebutuhan tenaga kerja hingga mekanisme pendaftarannya.

Langkah tersebut saat ini mulai diterapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Bursa Kerja Online. Pemprov Jabar menggelar bursa kerja secara live setiap Rabu dan menyampaikan informasi mengenai perusahaan, posisi yang tersedia, jumlah lowongan serta kualifikasi yang dibutuhkan. Informasi tersebut juga dapat diakses melalui platform Nyari Gawe.

Dalam pelaksanaan di Kabupaten Bekasi, misalnya, lowongan yang tersedia mencakup sejumlah posisi dengan kualifikasi mulai dari SMA dan SMK. Bahkan terdapat perusahaan yang membuka kesempatan bagi pelamar tanpa pengalaman kerja.
Andhika menilai pola tersebut perlu diperluas ke seluruh wilayah Jawa Barat, termasuk daerah yang memiliki kawasan industri seperti Subang, Karawang, Purwakarta dan Bekasi.

“Kalau ada perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja, informasinya harus jelas. Berapa kebutuhan tenaga kerjanya, apa kualifikasinya, bagaimana cara mendaftarnya, semuanya harus bisa diketahui masyarakat secara terbuka,” katanya.

Menurutnya, transparansi juga penting untuk mencegah masyarakat menjadi korban praktik percaloan tenaga kerja. Persoalan tersebut sebelumnya menjadi perhatian Pemprov Jabar setelah muncul keluhan pencari kerja terkait dugaan adanya permintaan uang untuk mendapatkan pekerjaan. Pemprov kemudian mendorong bursa kerja online rutin sebagai salah satu cara memperluas akses informasi sekaligus mengurangi ruang bagi praktik percaloan.

Andhika juga menekankan bahwa transparansi lowongan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kompetensi tenaga kerja. Lulusan SMA dan SMK perlu mendapatkan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan industri sehingga tidak hanya mengetahui informasi lowongan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk bersaing.

Hal tersebut menjadi penting karena dokumen perencanaan Pemprov Jabar mencatat tingkat pengangguran terbuka masih didominasi angkatan kerja dengan jenjang pendidikan SMK. Kondisi tersebut menunjukkan adanya persoalan kesesuaian antara kompetensi lulusan pendidikan vokasi dengan kebutuhan sektor industri.

“Pemerintah jangan hanya membuka informasi lowongan. Masyarakat juga harus disiapkan agar memiliki kompetensi yang dibutuhkan perusahaan. Jadi ada dua hal yang harus berjalan bersama, transparansi kesempatan kerja dan peningkatan kualitas tenaga kerja,” tegas Andhika.

Ia berharap sistem informasi lowongan kerja yang terbuka dan berkelanjutan dapat diperkuat hingga tingkat kabupaten dan kota. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu mengandalkan informasi dari orang dalam atau perantara untuk mendapatkan pekerjaan.

“Yang kita dorong adalah kesempatan yang adil. Masyarakat tahu ada lowongan, tahu persyaratannya, bisa mendaftar secara resmi, kemudian proses seleksinya dilakukan secara profesional,” pungkasnya.(hdi/ysp)

Berita Terbaru

Tim Gabungan Tertibkan Bangunan Liar di Kawasan Konservasi Tahura Bukit Soeharto

Tim Gabungan Tertibkan Bangunan Liar di Kawasan Konservasi Tahura Bukit Soeharto

Nasional4 jam lalu
Ramah Tamah HANTARU 2026, Wamen Ossy: Momentum Transformasi Layanan yang Memberi Kepastian

Ramah Tamah HANTARU 2026, Wamen Ossy: Momentum Transformasi Layanan yang Memberi Kepastian

Nasional5 jam lalu
Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026

Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026

Olahraga5 jam lalu
Pelayanan Kesehatan jadi Pengaduan Terbanyak di Subang

Pelayanan Kesehatan jadi Pengaduan Terbanyak di Subang

Subang5 jam lalu
ADVERTISEMENT
Realisasikan DD, Pemdes Margahayu Bangun Jalan Cor Beton di Kampung Cisuri

Realisasikan DD, Pemdes Margahayu Bangun Jalan Cor Beton di Kampung Cisuri

Subang6 jam lalu
Harapan Adi Suryadi Miliki Rumah Layak Akhirnya Terwujud, BAZNAS Subang Salurkan Bantuan Rutilahu

Harapan Adi Suryadi Miliki Rumah Layak Akhirnya Terwujud, BAZNAS Subang Salurkan Bantuan Rutilahu

Subang6 jam lalu
BRIN Gandeng Pemkab Subang Rancang Strategi Investasi Industrialisasi Hijau

BRIN Gandeng Pemkab Subang Rancang Strategi Investasi Industrialisasi Hijau

Headline6 jam lalu
Kemarau Panjang Minim Pasokan Air, Petani Tanam Padi di Area Terbatas

Kemarau Panjang Minim Pasokan Air, Petani Tanam Padi di Area Terbatas

Subang6 jam lalu
Lokasi Capacity Building di Subang yang Cocok untuk Membangun Kekompakan Tim

Lokasi Capacity Building di Subang yang Cocok untuk Membangun Kekompakan Tim

Lifestyle6 jam lalu
Lapas Cibinong Disorot, Ada Harvey Moeis dan Ferdy Sambo: Apa Sebenarnya Temuan Ombudsman?

Lapas Cibinong Disorot, Ada Harvey Moeis dan Ferdy Sambo: Apa Sebenarnya Temuan Ombudsman?

Nasional7 jam lalu