Bapenda Kabupaten Subang Optimis Capai Target PAD Rp 1 Triliun dari Bupati Reynaldy

PASUNDANEKSPRES.ID - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Subang optimistis mampu merealisasikan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) di atas Rp1 triliun pada 2026, sebagaimana harapan Bupati Subang Reynaldy.
Pada tahun anggaran tersebut, PAD Subang ditargetkan mencapai Rp1,046 triliun, dengan kontribusi sektor pajak daerah sebesar Rp561 miliar.
Kepala Bapenda Subang, Hj Yeni Nuraeni, menilai target tersebut realistis seiring masih banyaknya potensi penerimaan dari sejumlah objek pajak strategis.
Potensi tersebut antara lain berasal dari pajak air tanah, Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) makan dan minum dari perusahaan-perusahaan besar, serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) seiring derasnya investasi yang masuk ke Kabupaten Subang.
“Kenapa kami optimistis? Potensi pajak ke depan masih sangat besar, terutama dari pajak air tanah dan catering perusahaan. Kalau investasi berjalan, nilai pajak yang masuk ke kita bisa puluhan miliar,” kata Yeni kepada Pasundan Ekspres, belum lama ini.
Untuk mencapai target tersebut, Bapenda menerapkan pendekatan aktif kepada wajib pajak. Menurut Yeni, pihaknya membentuk tim yang solid dan secara proaktif turun langsung ke lapangan, terutama menyasar wajib pajak besar.
“Sekarang kami turun semua ke lapangan. Saya sendiri turun langsung ke wajib pajak besar. Insya Allah dengan kerja bersama, target PAD untuk 2026 bisa tercapai,” kata Yeni.
Pendekatan aktif tersebut, kata dia, telah membuahkan hasil pada capaian PAD 2025. Realisasi PAD tahun 2025 tercatat mencapai Rp839,6 miliar, dengan kontribusi terbesar berasal dari sektor pajak sebesar Rp462 miliar.
Dengan capaian PAD ini, tidak terjadi tunda bayar di lingkungan Pemkab Subang pada tahun 2025. Sebab, pendapatan yang dihasilkan dari Bapenda dapat membiayai kegiatan belanja pemerintah daerah.
“Kami bersyukur tren pendapatan PAD di Subang dalam beberapa tahun terus meningkat. Ini yang menjadi semangat kami di tahun 2026 bisa terus naik,” jelasnya.
Secara data, PAD Subang memang menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2023, realisasi PAD mencapai Rp632 miliar, dengan pajak daerah sebesar Rp313 miliar. Angka tersebut meningkat pada 2024, ketika PAD tembus Rp718 miliar, dengan kontribusi pajak sebesar Rp393 miliar.
Capaian Kinerja PAD 2025
Sepanjang 2025, Bapenda mengelola 13 objek pajak daerah, dua diantaranya objek pajak yang merupakan kewenangan provinsi. Dari 13 objek pajak tersebut, sebanyak 10 objek pajak berhasil melampaui target dengan capaian di atas 100 persen.
“Yang paling tinggi adalah Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) makan dan minum, mencapai lebih dari 110 persen. Dari target Rp28 miliar, realisasinya sekitar Rp30 miliar,” ujar Yeni.
Selain PBJT makan dan minum, objek pajak lain yang melampaui target melebih 100 persen antara lain pajak reklame, pajak air tanah, pajak sarang burung walet, PBB, PBJT tenaga listrik, PBJT perhotelan, PBJT parkir, serta PBJT kesenian dan hiburan.
Namun demikian, sejumlah jenis pajak belum mencapai target optimal, salah satunya BPHTB yang realisasinya masih berada pada kisaran 52–65 persen. Menurut Yeni, capaian BPHTB sangat bergantung pada volume transaksi dan kondisi iklim investasi.
“Ada tiga objek pajak yang menjadi kewenangan provinsi yakni Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan dengan capaian 73,84 persen, Opsen PKB dengan realisasi 93,37 persen dan Opsen BBNKB 88,75 persen,” ujarnya.
Bupati Reynaldy Optimis
Dalam beberapa kesempatan, Bupati Reynaldy menyampaikan optimisme bahwa PAD Subang bisa tembus di angka Rp1 triliun. Sejauh ini, kata dia, belum pernah PAD mencapai Rp1 triliun.
Secara tegas, Bupati menargetkan Bapenda untuk mampu menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga menembus Rp1 triliun.
Target ini disebut realistis karena besarnya potensi pajak, retribusi, dan piutang daerah yang selama ini belum tergarap secara maksimal.
Reynaldy menegaskan, meski target tersebut menuai sorotan, dirinya optimistis capaian itu bisa diraih.
"Saya tidak muluk-muluk, saya targetkan Bapenda Rp1 triliun. Bahkan awalnya saya sempat menargetkan Rp1,2 triliun,” tegasnya dalam podcast Bincang-Bincang Pasundan, Sabtu (20/9/2025) beberapa waktu lalu.
Menurutnya, ada sejumlah strategi yang akan ditempuh untuk mendongkrak pendapatan daerah. Salah satunya dengan mengoptimalkan penagihan piutang yang selama ini terbengkalai.
“Potensinya banyak, belum lagi industri yang masuk ke Subang. Semua ini bisa menjadi sumber PAD bagi Kabupaten Subang. Jadi bagi saya, Rp1 triliun itu realistis dan sangat penting untuk mempercepat pembangunan,” jelasnya.
Reynaldy menegaskan, pajak daerah merupakan tulang punggung pembangunan Kabupaten Subang. Menurutnya, setiap rupiah pajak yang dibayarkan oleh masyarakat merupakan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, mulai dari perbaikan infrastruktur jalan, peningkatan pelayanan kesehatan dan pendidikan, hingga penguatan tata kelola lingkungan serta sumber daya air di Kabupaten Subang.
“Dari pajak kendaraan inilah kita membiayai perbaikan dan peningkatan kualitas jalan, dimana tahun ini 250 miliar saya gelontorkan untuk perbaikan jalan, yang menyelesaikan 92 kilometer jalan” kata Reynaldy saat menghadiri Gebyar Pajak Daerah Kabupaten Subang pada Senin (29/12/2025).
Ia berharap Bapenda mampu bekerja lebih optimal dalam meningkatkan penerimaan pajak. Menurutnya, meskipun terdapat pemangkasan TKD, hal itu tidak boleh menghambat pembangunan infrastruktur serta peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat.
“Alhamdulillah hasilnya kini mulai kita rasakan bersama, kondisi infrastruktur di Kabupaten Subang, khususnya jalan, semakin leucir,” jelasnya.
Hal itu merupakan bukti nyata bahwa pajak yang dibayarkan masyarakat benar-benar kembali kepada masyarakat
“Membayar pajak itu bentuk kontribusi nyata dalam membangun subang yang maju, tertib dan sejahtera,” jelasnya.(ysp)
