Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Bapperida Subang dan POLSUB Kembangkan Budidaya Melon Teknologi Hidroponik Machida

Z
Zaenal AbidinEditor: Yusup Suparman
|19:08 WIB
Bagikan:
Bapperida Subang dan POLSUB Kembangkan Budidaya Melon Teknologi Hidroponik Machida
Kepala Bapperida Subang Iwan Syahrul Anwar, Direktur POLSUB Oyo Yudiyanto beserta jajaran dan Kepala Desa Dayeuhkolot Budiman melakukan panen perdana buah melon di Taman Wisata Melon SP Farm, Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Sagalaherang, Rabu (22/7/2026).

SUBANG - Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Subang bersama Politeknik Negeri Subang (POLSUB) sukses melakukan pengembangan budidaya melon menggunakan Teknologi Hidroponik Machida di Taman Wisata Melon SP Farm, Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Sagalaherang, Rabu (22/7/2026).

Pengembangan teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Subang dan POLSUB dalam menerapkan hasil penelitian agar memberikan dampak langsung terhadap peningkatan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat potensi agrowisata di daerah.

Melalui penerapan Teknologi Hidroponik Machida, produktivitas tanaman melon mengalami peningkatan signifikan. Satu pohon melon yang biasanya hanya mampu menghasilkan satu hingga dua buah melalui metode konvensional, kini dapat menghasilkan hingga 13 buah dengan kualitas yang lebih seragam.

Keberhasilan inovasi tersebut ditandai dengan kegiatan Diseminasi Hasil Penelitian dan Panen Raya yang dihadiri Kepala Bapperida Kabupaten Subang, Iwan Syahrul Anwar beserta Kabid Riset dan Inovasi Daerah Eti Maryati, S.IP., M.T, Direktur POLSUB Oyok Yudiyanto beserta wakil direktur, dosen peneliti Fitri Audia, serta Kelompok Tani Karya Jaya sebagai mitra pengembangan budidaya melon.

Direktur POLSUB Oyok Yudiyanto mengatakan, kolaborasi antara POLSUB dan Bapperida Subang dalam pengembangan budidaya melon berbasis teknologi menjadi langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian. Melalui penerapan teknologi hidroponik Machida, penelitian ini dapat mampu memberikan dampak positif bagi petani sekaligus mendukung pengembangan agrowisata melon di Kabupaten Subang.

Menurutnya, teknologi yang dikembangkan tidak hanya berfokus pada peningkatan hasil produksi, tetapi juga menghadirkan nilai tambah dari sisi tampilan dan daya tarik wisata. Melon yang dihasilkan memiliki kualitas visual yang menarik sehingga dapat menjadi daya tarik utama bagi masyarakat yang berkunjung ke lokasi agrowisata.

“Dengan adanya teknologi yang kami kembangkan, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas hasil pertanian. Selain produktivitas yang meningkat, tampilan buah melon juga menjadi salah satu faktor penting untuk menarik minat pengunjung dalam konsep agrowisata,” ujarnya.

Ia menjelaskan, hasil penelitian sementara menunjukkan adanya peningkatan produktivitas yang cukup signifikan. Dari lahan yang sebelumnya hanya mampu menghasilkan sekitar 40–42 buah melon, kini dapat meningkat hingga sekitar 66 buah. Capaian tersebut masih terus dikembangkan melalui penelitian lanjutan agar hasilnya dapat lebih optimal.

Oyok menambahkan, potensi pengembangan teknologi ini masih sangat besar, terutama apabila diterapkan pada lahan yang lebih luas. Menurutnya, peningkatan produksi tidak menutup kemungkinan dapat berkembang lebih signifikan seiring dengan penyempurnaan teknologi dan metode budidaya.

Bapperida Subang Tekankan Pentingnya Kolaborasi

Kepala Bapperida Kabupaten Subang, Iwan Syahrul Anwar, mengatakan kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, kelompok tani dan pelaku agrowisata merupakan bentuk nyata penerapan konsep pentahelix dalam pengembangan sektor pertanian berbasis riset dan inovasi.

“Kolaborasi ini menjadi contoh bagaimana pentahelix bekerja. Pemerintah menghadirkan program riset, akademisi melakukan penelitian untuk menemukan komoditas unggulan, kemudian hasilnya diterapkan oleh masyarakat melalui kelompok tani,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan ekosistem riset dan inovasi menjadi tantangan penting bagi Kabupaten Subang, terutama dalam menghadapi perkembangan sektor pertanian, ketahanan pangan, serta pengembangan agrowisata berbasis teknologi.

Iwan juga mengapresiasi hasil budidaya melon dengan Teknologi Hidroponik Machida yang dinilai memiliki kualitas berbeda dibandingkan melon pada umumnya. Ia menyebut, melon hasil penelitian tersebut memiliki tekstur renyah dengan rasa manis yang konsisten.

“Saya mendapatkan pengalaman baru saat mencicipi melon hasil budidaya ini. Biasanya melon identik dengan rasa manis dan berair, tetapi melon dengan metode Machida memiliki sensasi renyah saat digigit dan tetap memiliki rasa manis. Ini menunjukkan bahwa pengelolaan nutrisi serta media tanam menjadi faktor penting dalam menghasilkan buah berkualitas,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Dayeuhkolot Budiman, menyampaikan apresiasi terhadap kerja sama antara POLSUB dan Bapperida Subang yang dinilai memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya petani melon. Ia berharap pengembangan teknologi tersebut dapat terus dilanjutkan karena mampu membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat.

“Jika menggunakan cara konvensional satu pohon hanya menghasilkan satu hingga dua buah melon, maka dengan sistem hidroponik Machida bisa mencapai sekitar 13 buah. Ini merupakan peningkatan produktivitas yang luar biasa dan memberikan harapan baru bagi petani,” ungkap Budiman yang juga sebagai petani yang masuk Kelompok Tani Karya Jaya.

Budiman menambahkan, hasil panen perdana mendapatkan respons positif dari masyarakat. Saat ini, melon hasil budidaya tersebut dipasarkan dengan harga sekitar Rp35.000 per kilogram dan masyarakat dapat menikmati pengalaman wisata petik melon langsung di Agrowisata Melon SP Farm.

Dosen Jurusan Pertanian POLSUB sekaligus Ketua Tim Peneliti Penerapan Teknologi Machida Buah Melon, Fitri Audia, menjelaskan bahwa penelitian tersebut bertujuan agar inovasi yang dihasilkan tidak hanya berhenti di lingkungan akademik, tetapi dapat diterapkan langsung oleh masyarakat.

“Sebagai akademisi kami bersyukur karena penelitian ini dapat diterapkan di masyarakat. Melalui kolaborasi dengan Bapperida, teknologi yang dikembangkan dapat semakin luas dimanfaatkan oleh para petani,” ujar Fitri.

Ia menjelaskan, Teknologi Machida bekerja dengan mengembangkan media akar yang lebih luas sehingga mampu meningkatkan kemampuan tanaman dalam menghasilkan buah. Dengan metode tersebut, satu tanaman melon dapat menghasilkan rata-rata 13 hingga 17 buah dengan kualitas rasa yang lebih konsisten.

Fitri berharap inovasi ini dapat terus dikembangkan dan diterapkan di berbagai wilayah Kabupaten Subang, tidak hanya untuk meningkatkan hasil pertanian, tetapi juga mendukung pengembangan agrowisata yang memberikan nilai tambah bagi petani dan perekonomian masyarakat.

Maka dengan adanya penerapan Teknologi Hidroponik Machida, Kabupaten Subang diharapkan mampu menghadirkan model pertanian modern yang produktif, inovatif, dan memberikan nilai tambah bagi petani serta masyarakat luas.(znl/ysp)

Berita Terbaru

Belum Dieksekusi, Silfester Matutina Malah Sempat Jadi Komisaris BUMN, Cuma 5 Hari Menjabat

Belum Dieksekusi, Silfester Matutina Malah Sempat Jadi Komisaris BUMN, Cuma 5 Hari Menjabat

Nasional16 menit lalu
Kawasan Industri Subang Makin Ramai, Hotel dan Penginapan Bakal Ketiban Berkah

Kawasan Industri Subang Makin Ramai, Hotel dan Penginapan Bakal Ketiban Berkah

Subang1 jam lalu
Tiga Calon Sekda Subang Jalani Cek Kesehatan di RSUD Ciereng

Tiga Calon Sekda Subang Jalani Cek Kesehatan di RSUD Ciereng

Headline1 jam lalu
Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis di Batang Terungkap

Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis di Batang Terungkap

Nasional2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Rekomendasi Tempat Ngopi untuk Meeting di Subang Paling Nyaman, Cek di Sini!

Rekomendasi Tempat Ngopi untuk Meeting di Subang Paling Nyaman, Cek di Sini!

Lifestyle3 jam lalu
Jasad ABK Kapal Pembawa Rombongan Jurnalis Ditemukan di Pulau Enggano, Ini Kronologi Penemuannya

Jasad ABK Kapal Pembawa Rombongan Jurnalis Ditemukan di Pulau Enggano, Ini Kronologi Penemuannya

Nasional4 jam lalu
Tips Lolos Melamar Kerja di Pabrik Subang, Kuasai Hal Ini!

Tips Lolos Melamar Kerja di Pabrik Subang, Kuasai Hal Ini!

Lifestyle5 jam lalu
Lampaui Target, LP2B Capai 87,63% di Momen Peringatan 66 Tahun UUPA

Lampaui Target, LP2B Capai 87,63% di Momen Peringatan 66 Tahun UUPA

Nasional15 jam lalu
SK Manajer Kopdes Merah Putih Akhirnya Keluar, Apakah Termasuk Pegawai BUMN?

SK Manajer Kopdes Merah Putih Akhirnya Keluar, Apakah Termasuk Pegawai BUMN?

Nasional16 jam lalu
222 Personel Bergerak Serentak di Kuningan, Bakti PDKB PLN Jaga Listrik Tetap Menyala di Tengah Pemeliharaan

222 Personel Bergerak Serentak di Kuningan, Bakti PDKB PLN Jaga Listrik Tetap Menyala di Tengah Pemeliharaan

Jawa Barat16 jam lalu