Bapperida Subang Dukung Inovasi Pangan Berbasis Protein Ikan untuk Bantu Atasi Stunting

SUBANG-Bapperida Subang menghadiri kegiatan uji coba produk inovasi ASIKA, yakni produk pangan berbasis hidrolisat protein ikan yang dikembangkan untuk membantu meningkatkan pemenuhan kebutuhan protein dan asam amino pada anak, khususnya yang mengalami stunting.
Kegiatan yang dilaksanakan Tim Periset Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), berlangsung pada 3–6 November 2026 di tiga lokasi, yakni Puskesmas Jalan Cagak, Puskesmas Palasari, serta Desa Cibitung, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang.
Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Subang, Eti Maryati, S.IP., MT., mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah dengan lembaga riset nasional dalam mendorong pemanfaatan hasil penelitian untuk menjawab persoalan pembangunan, terutama di bidang kesehatan dan pemenuhan gizi anak.
"Uji coba produk ASIKA merupakan bagian dari rangkaian penelitian untuk mengetahui potensi pemanfaatannya sebagai makanan pendamping makanan pokok. Penelitian tersebut melibatkan 90 anak berusia 12–48 bulan yang terdiri atas 60 anak dengan status gizi stunting dan 30 anak dengan status gizi normal sebagai kelompok pembanding," ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, penelitian diawali dengan sosialisasi kepada orang tua atau wali calon responden. Tim periset kemudian menjelaskan prosedur penelitian sekaligus meminta persetujuan keikutsertaan responden sebelum pelaksanaan intervensi.
Selain itu, tim periset memberikan demonstrasi mengenai tata cara penyajian dan pemberian produk ASIKA agar dapat diterapkan secara tepat selama masa intervensi yang berlangsung selama 30 hari.
Selanjutnya, dilakukan pengambilan data awal atau baseline melalui pengukuran antropometri untuk mengetahui kondisi pertumbuhan dan status gizi anak. Tim juga mengambil sampel saliva yang akan digunakan dalam analisis terkait status gizi dan asam amino.
Data awal tersebut nantinya menjadi dasar pembanding dengan hasil pengukuran setelah intervensi selesai. Dengan demikian, tim peneliti dapat mengevaluasi perubahan kondisi responden sekaligus mengukur potensi manfaat pemberian produk ASIKA terhadap pemenuhan kebutuhan gizi anak.
Eti menyampaikan, kehadiran Bapperida dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat ekosistem riset dan inovasi melalui kerja sama dengan berbagai lembaga penelitian.
Menurutnya, hasil riset diharapkan tidak hanya berhenti pada pengembangan produk, tetapi juga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia menambahkan, inovasi ASIKA menjadi salah satu contoh pemanfaatan teknologi pangan berbasis sumber daya protein ikan yang berpotensi mendukung penanganan stunting. Melalui penelitian berbasis bukti ilmiah, hasil uji coba ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan alternatif intervensi pemenuhan gizi anak di Kabupaten Subang.
Melalui sinergi antara riset, inovasi, dan kebijakan pembangunan, Bapperida Kabupaten Subang terus mendorong lahirnya berbagai solusi inovatif yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Upaya tersebut diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendukung percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Subang.(znl/ysp)
