BAZNAS Subang Dorong Budaya Berbagi di Sekolah, Infak Goes To School Menyasar SD se-Kecamatan Pabuaran

PASUNDANEKSPRES.ID – BAZNAS Subang terus memperluas edukasi zakat, infak dan sedekah (ZIS) melalui dunia pendidikan. Salah satunya dengan menggelorakan program Infak Goes To School yang menyasar lingkungan sekolah dasar.
Sosialisasi program tersebut digelar di SDN Basa, Kampung Sukahaji RT 46/14, Desa Pabuaran, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Subang, Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
Kegiatan dihadiri langsung Ketua BAZNAS Kabupaten Subang Dr. H. A. Sukandar, M.Ag., didampingi Wakil Ketua I, kepala bagian dan staf BAZNAS Kabupaten Subang.
Hadir pula jajaran Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) se-Kecamatan Pabuaran, pengawas SD Kecamatan Pabuaran, seluruh kepala sekolah dasar di Kecamatan Pabuaran, serta Unit Pengumpul Zakat (UPZ) SD se-Kecamatan Pabuaran.
Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS memaparkan maksud, tujuan hingga mekanisme pelaksanaan program Infak Goes To School. Program ini tidak semata diarahkan untuk menghimpun infak, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi peserta didik sejak usia dini.
Ketua BAZNAS Kabupaten Subang Dr. H. A. Sukandar mengatakan, anak-anak perlu dikenalkan dengan nilai kepedulian sosial melalui pembiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten di lingkungan sekolah.
“Kami memohon dukungan dari seluruh komponen pendidikan, khususnya para kepala sekolah, guru, komite sekolah, UPZ dan seluruh keluarga besar sekolah, agar program ini dapat berjalan dengan baik. Ini bukan semata-mata tentang menghimpun infak, tetapi bagaimana kita memberikan pendidikan akhlak dan membangun karakter anak sejak dini,” ujar Sukandar.
Menurutnya, kebiasaan berbagi yang ditanamkan sejak sekolah diharapkan dapat membentuk generasi yang memiliki kepedulian terhadap sesama. Anak-anak tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga perlu memiliki karakter, kepedulian dan jiwa sosial.
Infak Goes To School pun diarahkan menjadi bagian dari pendidikan karakter di sekolah. Melalui program tersebut, peserta didik dibiasakan memahami bahwa sebagian rezeki yang dimiliki dapat dibagikan kepada orang lain yang membutuhkan.
Sukandar menjelaskan, zakat, infak dan sedekah merupakan bagian dari ibadah sosial yang memiliki manfaat luas. Selain membantu masyarakat yang membutuhkan, ZIS juga menjadi sarana dalam membangun kepedulian dan kebermanfaatan di tengah masyarakat.
Pelaksanaan program tersebut, lanjut dia, juga berlandaskan pada ketentuan peraturan perundang-undangan, khususnya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat serta Peraturan Bupati Subang Nomor 25 Tahun 2021.
BAZNAS Subang Berharap Gerakan Tersebut Tidak Hanya Melibatkan Peserta Didik
Lebih jauh, BAZNAS Subang berharap gerakan tersebut tidak hanya melibatkan peserta didik. Kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, komite sekolah dan orang tua juga diharapkan menjadi teladan dalam membangun budaya berbagi.
Dalam pemaparannya, Sukandar turut menyinggung pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Subang. Ia menyampaikan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Subang masih berada di bawah rata-rata Jawa Barat.
Kondisi tersebut, menurutnya, membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk dunia pendidikan dan lembaga sosial seperti BAZNAS.
Perhatian terhadap pendidikan juga diwujudkan BAZNAS melalui berbagai program bagi masyarakat yang mengalami hambatan dalam mengakses pendidikan, termasuk anak-anak yang mengalami putus sekolah.
Melalui optimalisasi dana ZIS, BAZNAS berupaya ikut memberikan dukungan agar semakin banyak anak di Kabupaten Subang memperoleh kesempatan pendidikan yang lebih baik.
Tidak berhenti pada bantuan pendidikan, semangat Infak Goes To School juga diharapkan berkembang menjadi gerakan gotong royong antarsekolah. Sekolah yang memiliki kemampuan lebih dapat ikut membantu sekolah lain yang membutuhkan.
“Harapannya, melalui program ini tumbuh kebersamaan di lingkungan pendidikan Kabupaten Subang. Sekolah yang memiliki kemampuan dapat ikut membantu sekolah lainnya, sehingga semangat gotong royong menjadi kekuatan bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan membangun generasi Subang yang lebih baik,” ungkapnya.
BAZNAS Kabupaten Subang berharap dukungan K3S, kepala sekolah, UPZ, guru, orang tua dan seluruh komponen pendidikan dapat memperkuat pelaksanaan Infak Goes To School di sekolah dasar, khususnya di Kecamatan Pabuaran.(hdi/ysp)
