Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Benarkah Harga Beras Mahal, Karena Pemilu di India?

H
Heru RamdaniEditor: Heru Ramdani
|13:33 WIB
Bagikan:
Benarkah Harga Beras Mahal, Karena Pemilu di India?
Benarkah Harga Beras Mahal, Karena Pemilu di India? (Sumber Foto CNN Indonesia)

PASUNDAN EKSPRES- Harga beras yang melonjak menjadi rekor tertinggi di awal tahun 2024 telah menjadi sorotan dunia.

Tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi fenomena ini juga mempengaruhi pasar beras secara global. Mengapa hal ini terjadi dan apa dampaknya bagi masyarakat dunia? Mari kita bahas lebih dalam.

Beras bukan hanya makanan pokok di Asia, tapi juga di berbagai belahan dunia termasuk Afrika, Amerika Latin, dan Karibia.

Dengan lebih dari setengah populasi dunia mengandalkan beras sebagai makanan pokok, tidak mengherankan jika kenaikan harga beras memiliki dampak yang luas.

Kondisi Iklim yang Ekstrem

Fenomena El Nino dan La Nina mempengaruhi pola cuaca di seluruh dunia, mengakibatkan kekeringan dan banjir yang merugikan produksi beras. Ini terjadi di Indonesia dan India, dua negara produsen utama beras.

Pemilu India

Antisipasi pemilu di India menyebabkan pemerintah menahan ekspor beras untuk menjaga harga tetap stabil di dalam negeri. Langkah ini memperburuk defisit pasokan beras di pasar global.

Konflik di Laut Merah

Konflik di Laut Merah mengganggu jalur perdagangan internasional, termasuk pengiriman beras dari India ke Afrika. Hal ini menambah biaya dan menghambat pasokan beras ke wilayah yang membutuhkan.

Penahanan ekspor beras oleh India telah memperburuk krisis pangan di Afrika, di mana beras India menjadi sumber utama makanan.

Krisis harga beras yang melanda dunia tidak dapat dianggap remeh. Hal ini mengungkap ketergantungan global pada produksi beras dan kerentanan terhadap perubahan iklim, konflik geopolitik, dan faktor politik domestik.

Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan langkah-langkah koordinasi antar negara dan perhatian serius terhadap keberlanjutan sistem pangan global.

Berita Terbaru

Mengenal Gembyung Ragasuta Subang, Kesenian Tradisional yang Menjaga Warisan Budaya Sunda

Mengenal Gembyung Ragasuta Subang, Kesenian Tradisional yang Menjaga Warisan Budaya Sunda

Lifestyle25 menit lalu
Lebih dari Pemecah Ombak, Inovasi APO Strap dan Harapan Baru Warga Pesisir Subang

Lebih dari Pemecah Ombak, Inovasi APO Strap dan Harapan Baru Warga Pesisir Subang

Headline58 menit lalu
Bukan Sekadar Tabuhan Bedug, Genjring Bonyok WBTb dari Subang Punya Cerita Panjang

Bukan Sekadar Tabuhan Bedug, Genjring Bonyok WBTb dari Subang Punya Cerita Panjang

Subang3 jam lalu
Tujuan Perda Pemajuan Kebudayaan, Bukan Sekadar Menjaga Warisan Leluhur

Tujuan Perda Pemajuan Kebudayaan, Bukan Sekadar Menjaga Warisan Leluhur

Jawa Barat4 jam lalu
ADVERTISEMENT
Jadwal Persib Bulan November : Tujuh Laga Menanti, Ada Melbourne Victory dan FC Seoul

Jadwal Persib Bulan November : Tujuh Laga Menanti, Ada Melbourne Victory dan FC Seoul

Olahraga7 jam lalu
Pesan Menteri ATR/BPN kepada 152 Pejabat dalam Pelantikan: Layani Masyarakat dengan Baik

Pesan Menteri ATR/BPN kepada 152 Pejabat dalam Pelantikan: Layani Masyarakat dengan Baik

Nasional8 jam lalu
Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Kementerian ATR/BPN Makin Mendekat Layanan ke Masyarakat Lewat ATR/BPN Dekat

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Kementerian ATR/BPN Makin Mendekat Layanan ke Masyarakat Lewat ATR/BPN Dekat

Nasional8 jam lalu
Cara Melamar Kerja di BYD Subang 2026, Ini Link Pendaftaran Resmi dan Tips agar Lolos Seleksi

Cara Melamar Kerja di BYD Subang 2026, Ini Link Pendaftaran Resmi dan Tips agar Lolos Seleksi

Jawa Barat8 jam lalu
BAZNAS Subang Terima Penghargaan di Puncak Hari Santri 2026

BAZNAS Subang Terima Penghargaan di Puncak Hari Santri 2026

Headline8 jam lalu
Pabrik BYD di Subang Diprotes Warga Soal Tenaga Kerja Lokal

Pabrik BYD di Subang Diprotes Warga Soal Tenaga Kerja Lokal

Subang10 jam lalu