Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Biaya Penyelenggaraan Pemda Subang Masih Bergantung Pusat

H
HubaEditor: Huba
|08:24 WIB
Bagikan:
Biaya Penyelenggaraan Pemda Subang Masih Bergantung Pusat
PENGARAHAN: Pj Bupati Subang, Dr. Drs Imran saat menyampaikan pengarahan kepada para ASN se-Kabupaten Subang di GOR Gotong Royong.

SUBANG-Penjabat (Pj) Bupati Subang, Dr. Drs. Imran, menyoroti rendahnya tingkat kemandirian fiskal Kabupaten Subang setelah melihat struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). 

Imran mengungkapkan, dari total APBD Rp 3,5 triliun, hanya 18 persen yang berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sisanya, Kabupaten Subang masih sangat bergantung pada bantuan dari pemerintah pusat, seperti Dana Insentif Daerah (DID) dan Dana Alokasi Khusus (DAK), serta bantuan dari pemerintah provinsi.
"Ini menunjukkan bahwa struktur kemandirian fiskal kita masih sangat rendah," ujarnya pada kegiatan pembinaan ASN di Gor Gotong Royong Subang, belum lama ini.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti ketidakseimbangan belanja dalam APBD. Dari total anggaran yang ada, 70% dihabiskan untuk belanja pegawai, operasional kantor, serta pemeliharaan aset yang ada di Subang. Sementara itu, hanya 30 persen dari APBD yang dialokasikan untuk pembangunan.

"Proporsi belanja yang tidak seimbang ini menjadi perhatian serius, karena pembangunan menjadi sektor penting yang perlu didorong untuk kemajuan daerah," ungkapnya.

Selain itu, Imran juga menyoroti lambannya realisasi belanja pembangunan. Hingga memasuki triwulan keempat, belanja pembangunan baru mencapai 68,5 persen. 
Padahal, kata Imran, anggaran ini sangat penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Subang.

Dengan potensi daerah yang besar, Imran berharap ke depan potensi PAD bisa ditingkatkan, sehingga Subang dapat lebih mandiri secara fiskal dan tidak lagi bergantung pada bantuan dari pemerintah pusat maupun provinsi.

"Peningkatan kemandirian fiskal harus menjadi prioritas, mengingat potensi Subang yang luar biasa. Kita memiliki tanggung jawab besar untuk memajukan Subang dengan memaksimalkan potensi yang ada," pungkasnya.(cdp/ysp) 

Berita Terbaru

Etika Bercanda di Media Sosial: Lucu Boleh, Tapi Jangan Sampai Menyakiti

Etika Bercanda di Media Sosial: Lucu Boleh, Tapi Jangan Sampai Menyakiti

Lifestyle27 menit lalu
PBSI Beri Bonus untuk Tim Asian Games 2026, Leo/Daniel Diguyur Rp 1 Miliar

PBSI Beri Bonus untuk Tim Asian Games 2026, Leo/Daniel Diguyur Rp 1 Miliar

Olahraga36 menit lalu
Cara Cek Penerima PIP Oktober 2026 Pakai NISN, Ini Besaran Dananya

Cara Cek Penerima PIP Oktober 2026 Pakai NISN, Ini Besaran Dananya

Nasional1 jam lalu
Bupati Purwakarta Tegas Soal Gereja di Cikopo: Jika Syarat Terpenuhi, Harus Diizinkan!

Bupati Purwakarta Tegas Soal Gereja di Cikopo: Jika Syarat Terpenuhi, Harus Diizinkan!

Purwakarta2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Purwakarta Heboh! Ratusan Massa Gelar Aksi, Rencana Gereja di Cikopo Jadi Perhatian

Purwakarta Heboh! Ratusan Massa Gelar Aksi, Rencana Gereja di Cikopo Jadi Perhatian

Purwakarta2 jam lalu
Viral Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judol, KSAD: Tindak Tegas

Viral Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judol, KSAD: Tindak Tegas

Nasional3 jam lalu
Warga Jabar Tak Punya BPJS hingga KTP Tetap Bisa Berobat, Pemprov Siapkan Pembiayaan

Warga Jabar Tak Punya BPJS hingga KTP Tetap Bisa Berobat, Pemprov Siapkan Pembiayaan

Jawa Barat4 jam lalu
Viral Dugaan Keracunan di Resto 88 Seoul Bandung, Korban Alami Diare hingga Demam

Viral Dugaan Keracunan di Resto 88 Seoul Bandung, Korban Alami Diare hingga Demam

Jawa Barat5 jam lalu
Kemarau Subang Belum Usai, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai

Kemarau Subang Belum Usai, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai

Subang5 jam lalu
Musim Hujan 2026/2027 Mundur, BMKG Ungkap Penyebab dan Perkiraannya

Musim Hujan 2026/2027 Mundur, BMKG Ungkap Penyebab dan Perkiraannya

Nasional5 jam lalu