Bupati Subang Ungkap Alasan Serapan Anggaran PUPR Masih 13,54 Persen

SUBANG – Bupati Subang Reynaldy Putra Andita mengungkapkan penyebab rendahnya Serapan Anggaran PUPR untuk pembangunan infrastruktur di Kabupaten Subang. Menurutnya, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan bahan baku konstruksi menjadi faktor utama yang menghambat percepatan pelaksanaan pekerjaan sehingga berdampak pada realisasi anggaran di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Hingga akhir Juli 2026, serapan anggaran Dinas PUPR baru mencapai 13,54 persen. Dari pagu anggaran sebesar Rp274,58 miliar, realisasi anggaran tercatat sekitar Rp37,19 miliar. Sementara itu, secara umum realisasi APBD Kabupaten Subang telah mencapai 38,15 persen atau sebesar Rp1,076 triliun dari total pagu Rp2,821 triliun.
Menurut Reynaldy, lambatnya realisasi anggaran bukan disebabkan minimnya pelaksanaan program, melainkan adanya penyesuaian akibat kenaikan harga BBM dan harga bahan baku konstruksi yang berdampak langsung terhadap pekerjaan infrastruktur.
"Faktor utamanya memang masalah harga bensin, harga solar dan juga harga bahan baku. Tapi itu semua sedang kita kebut sekarang. Mudah-mudahan semester II sudah bisa terealisasi," terangnya beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan, kenaikan harga tersebut memaksa pemerintah daerah melakukan penyesuaian dalam perencanaan pekerjaan agar tetap sesuai dengan kemampuan anggaran yang tersedia.
Menurutnya, kondisi tersebut berbeda dengan pemerintah provinsi yang memiliki kapasitas anggaran lebih besar sehingga perubahan harga tidak terlalu berpengaruh terhadap pelaksanaan proyek.
"Kalau pemerintah provinsi mungkin adanya perubahan harga itu tidak menjadi hal yang signifikan karena anggarannya besar," ujarnya.
Reynaldy menuturkan, Kabupaten Subang hanya mengalokasikan sekitar Rp175 miliar untuk pembangunan jalan. Dengan besaran anggaran tersebut, setiap kenaikan harga material maupun BBM memiliki dampak yang cukup besar terhadap pelaksanaan proyek.
"Untuk di kabupaten sendiri dengan anggaran Rp175 miliar untuk jalan, itu berat kalau ada perubahan harga. Itu harus betul-betul mengubah spesifikasi, kemudian total ruas jalan yang dikerjakan juga bisa berkurang. Dinamikanya ada di situ," jelasnya.
Meski demikian, Reynaldy memastikan Pemerintah Kabupaten Subang terus berupaya mempercepat realisasi anggaran agar pembangunan infrastruktur dapat segera berjalan sesuai rencana.
"Tapi kita tetap berupaya. Mudah-mudahan secepatnya kita bisa merealisasikan itu semua," pungkasnya.(cdp/ysp)
