Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Buruh Subang Akan Perjuangkan Hak, Turun ke Jalan Saat Peringatan May Day

H
HubaEditor: Huba
|08:25 WIB
Bagikan:
Buruh Subang Akan Perjuangkan Hak, Turun ke Jalan Saat Peringatan May Day
KONSOLIDASI: Aliansi Buruh Subang saat konsolidasi untuk mempersiapkan peringatan Hari Buruh Internasional atau lebih dikenal dengan sebutan May Day.

SUBANG-Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional atau lebih dikenal dengan sebutan May Day, buruh di Kabupaten Subang akan menggelar aksi turun ke jalan pada Kamis, 1 Mei 2025. 

Peringatan ini menjadi momen penting untuk memperjuangkan hak-hak buruh sekaligus mengenang sejarah panjang perjuangan kelas pekerja di seluruh dunia.

Hari Buruh sendiri diperingati setiap tanggal 1 Mei di banyak negara sebagai bentuk penghormatan terhadap keberhasilan perjuangan buruh dalam memperjuangkan hak-hak ekonomi dan sosial. 

Sejarah May Day bermula dari perjuangan para buruh di abad ke-19 yang menuntut pengurangan jam kerja menjadi delapan jam sehari, sebuah tonggak yang hingga kini masih menjadi inspirasi gerakan buruh modern.

Di Subang, semangat perjuangan ini akan diwujudkan dalam aksi damai yang digagas oleh Aliansi Buruh Subang (ABS). 

Sekretaris Umum FSBP-KASBI Kabupaten Subang, Rahmat Saputra, menyampaikan aksi tahun ini akan melibatkan dua serikat besar, yakni FSBP-KASBI dan Federasi Serikat Buruh Makanan dan Minuman (FSBMM).

"Kami akan turun atas nama Aliansi Buruh Subang (ABS). Yang sudah memastikan ikut dalam aksi ini adalah serikat FSBP-KASBI dan FSBMM," kata Rahmat saat dihubungi pada Selasa (29/4/2025).

Menurut Rahmat, jumlah peserta yang ditargetkan dalam aksi tersebut adalah minimal 500 orang, dan tidak menutup kemungkinan akan bertambah seiring dengan bertambahnya serikat buruh lain yang bergabung.

"Kami targetkan minimal 500 anggota yang ikut turun, tapi harapan kami bisa lebih banyak lagi," tambahnya.

Rangkaian aksi buruh Subang dimulai dari titik kumpul di depan kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Subang. Setelah semua massa berkumpul, mereka akan melakukan longmarch atau jalan kaki bersama menyusuri jalan Otto Iskandardinata (Otista) menuju Wisma Karya, pusat pemerintahan Kabupaten Subang.

Di Wisma Karya, massa buruh tidak hanya akan menyuarakan tuntutan melalui orasi, tetapi juga menggelar aksi teatrikal yang melibatkan para buruh sendiri. Aksi teatrikal ini diharapkan bisa menjadi media kreatif untuk menyampaikan aspirasi dan kritik sosial terkait kondisi perburuhan saat ini.

"Kawan-kawan buruh juga akan menampilkan aksi teatrikal di Wisma Karya. Ini sebagai bentuk ekspresi seni perlawanan sekaligus mengedukasi masyarakat umum," ungkap Rahmat.

Meskipun rincian tuntutan dalam aksi ini belum secara resmi dipublikasikan, biasanya tema yang diangkat meliputi peningkatan upah layak, perlindungan terhadap hak-hak buruh, jaminan sosial, hingga penolakan terhadap sistem kerja kontrak dan outsourcing yang merugikan pekerja.

Rahmat menegaskan bahwa aksi ini dilakukan secara damai dan tertib, serta diharapkan mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah dan masyarakat luas.

"Kami ingin menyampaikan aspirasi kami secara damai dan bermartabat. Ini adalah hak konstitusional kami sebagai warga negara," tegasnya.

Aksi ini juga menjadi momen penting bagi buruh Subang untuk menunjukkan solidaritas antar serikat buruh dan memperkuat jaringan perjuangan di tingkat lokal.

Rahmat mengingatkan, Hari Buruh bukan hanya sekadar hari libur biasa, melainkan hari penuh makna perjuangan dan refleksi terhadap kondisi buruh hari ini.

"May Day itu bukan sekadar libur, tapi momentum untuk mengingatkan semua pihak tentang pentingnya menghormati dan melindungi hak-hak buruh," pungkasnya.

Tuntutan Buruh dalam May Day 2025 

1. Cabut  UU Omnibus Law beserta aturan turunannya

2. Tolak Badai PHK dari dampak resesi ekonomi, berikan perlindungan penuh terhadap buruh

3. Segerakan bentuk Perda Ketenagakerjaan  yang pro terhadap buruh

4. Stop pemberangusan serikat

5. Berlakukan upah layak nasional, dan cabut PP no 52 tahun 2023 tentang pengupahan

6. Tolak sistem kerja kontrak dan outsourching

7. Lindungi buruh perempuan, Stop Pelecehan dan kekerasan ditempat kerja, segera ratifikasi Konvensi ILO 190

8. Berlakukan Day Care anak, murah dan berkualitas, sediakan ruang laktasi bagi buruh perempuan

9. Berlakukan pengangkatan guru dan pekerja honorer dalam pemerintahan menjadi pegawai tetap Negara dengan gaji yang layak bermartabat

10. Stabilkan harga sembako dan harga barang lainya, Tolak kenaikan harga BBM, TDL, dan tarif Tol

11. Wujudkan Pendidikan dan kesehatan gratis. (hdi/ysp) 

Berita Terbaru

Kabar Baik! Pabrik VinFast di Subang Butuh 8.000 Pekerja, KDM Siapkan Pelatihan Prakerja

Kabar Baik! Pabrik VinFast di Subang Butuh 8.000 Pekerja, KDM Siapkan Pelatihan Prakerja

Subang2 menit lalu
Lomba Vlog Kesejarahan Lokal Subang 2026 Dibuka, Ini Ketentuan dan Link Daftarnya

Lomba Vlog Kesejarahan Lokal Subang 2026 Dibuka, Ini Ketentuan dan Link Daftarnya

Subang10 menit lalu
Tips Mengatasi Bau Badan Saat Cuaca Panas agar Tetap Segar Sepanjang Hari

Tips Mengatasi Bau Badan Saat Cuaca Panas agar Tetap Segar Sepanjang Hari

Lifestyle43 menit lalu
Babak Kedua Denmark Open 2026 Hanya Sisakan 5 Wakil Indonesia, Ini Daftarnya

Babak Kedua Denmark Open 2026 Hanya Sisakan 5 Wakil Indonesia, Ini Daftarnya

Olahraga1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Hasil Vonis Harun di PN Subang: Divonis 1 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Pertimbangkan Banding

Hasil Vonis Harun di PN Subang: Divonis 1 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Pertimbangkan Banding

Subang2 jam lalu
BMKG Peringatkan El Niño Sangat Kuat: Awal Musim Hujan 2026/2027 Mundur di 61 Persen Wilayah Indonesia

BMKG Peringatkan El Niño Sangat Kuat: Awal Musim Hujan 2026/2027 Mundur di 61 Persen Wilayah Indonesia

Nasional2 jam lalu
Pemecatan Tidak Terhormat Bupati Gowa Berujung SK, Pansus Ungkap 3 Persoalan

Pemecatan Tidak Terhormat Bupati Gowa Berujung SK, Pansus Ungkap 3 Persoalan

Nasional2 jam lalu
Disdikbud Subang Gelar Lomba Seren Tampi Adat Sunda Antar Siswa SMP Sederajat, Ini Cara Daftarnya

Disdikbud Subang Gelar Lomba Seren Tampi Adat Sunda Antar Siswa SMP Sederajat, Ini Cara Daftarnya

Subang2 jam lalu
Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah Terus Digencarkan, Raja Juli Tegaskan Pemerintah Tak Lepas Tangan

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah Terus Digencarkan, Raja Juli Tegaskan Pemerintah Tak Lepas Tangan

Nasional2 jam lalu
Kementerian ATR/BPN Gelar Rapat Lanjutan Bersama BRAN untuk Perjelas Pembagian Tugas dan Fungsi terkait Reforma Agraria

Kementerian ATR/BPN Gelar Rapat Lanjutan Bersama BRAN untuk Perjelas Pembagian Tugas dan Fungsi terkait Reforma Agraria

Nasional3 jam lalu