Cuaca Buruk, Harga Ikan di Subang Naik

PASUNDANEKSPRES.ID - Cuaca buruk dan gelombang tinggi yang melanda Laut Jawa dalam dua pekan terakhir berdampak pada aktivitas nelayan dan harga ikan di Subang naik.
Pasokan ikan ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Blanakan anjlok hingga 80 persen, memicu lonjakan harga berbagai jenis ikan di pasaran.
Di TPI Blanakan, sejumlah jenis ikan mengalami kenaikan harga cukup tinggi, yakni antara Rp10.000 hingga Rp40.000 per kilogram.
Salah satu penjual ikan, Erni menyebut, kondisi ini terjadi setelah nelayan banyak yang tidak melaut akibat gelombang tinggi yang membahayakan.
“Sudah dua minggu ini pasokan ikan turun drastis. Cuaca tidak bersahabat, nelayan takut melaut. Akhirnya harga di sini naik sekitar 30 sampai 40 persen,” ujarnya.
Adapun, lanjut Erni, beberapa jenis ikan yang mengalami kenaikan harga di antaranya cumi-cumi ukuran sedang yang sebelumnya dijual Rp60.000 kini naik Rp20.000 menjadi Rp80.000 per kilogram.
Ikan bawal naik dari Rp50.000 menjadi Rp70.000, ikan tongkol dari Rp40.000 menjadi Rp65.000, balakutak naik dari Rp45.000 menjadi Rp60.000, serta ikan etong naik Rp10.000 menjadi Rp45.000 per kilogram.
“Kenaikan harga paling terjadi ya cumi-cumi ukuran besar yang sekarang dijual Rp140.000 per kilogram, atau naik Rp40.000 dari harga sebelumnya,” kata Erni.
Akibat tingginya harga, pedagang mengaku mengalami penurunan omzet hingga 30 persen.
“Pembeli banyak yang ngeluh mahal, jadi mereka beli lebih sedikit atau malah engga beli. Omzet jelas turun,” ungkapnya.
Hal senada dirasakan pembeli. Alfi, salah satu warga yang berbelanja di TPI Blanakan, mengaku terpaksa mengurangi jumlah belanjaannya.
“Harga naik semua. Biasanya beli beberapa kilo, sekarang terpaksa dikurangi karena mahal,” tuturnya.(cdp/ysp)
