Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Dedi Mulyadi Ancam Tahan Bantuan Desa yang Biarkan Peredaran Obat Keras Ilegal

C
Cindy Desita Putri Editor: Yusup Suparman
|10:06 WIB
Bagikan:
Dedi Mulyadi Ancam Tahan Bantuan Desa yang Biarkan Peredaran Obat Keras Ilegal
BARANG BUKTI: Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi melihat langsung barang bukti saat gelar perkara kasus peredaran obat terlarang di Polres Subang, Senin (10/8/2026). Cindy Desita/Pasundan Ekspres

SUBANG-Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengeluarkan peringatan keras kepada pemerintah desa dan kelurahan yang dinilai tidak mampu mencegah peredaran obat keras ilegal di wilayahnya. Bantuan pemerintah bahkan terancam ditahan apabila peredaran obat keras ilegal masih ditemukan dan dibiarkan.

Pernyataan tersebut disampaikan Dedi di tengah kekhawatiran meningkatnya peredaran obat keras ilegal di sejumlah wilayah Jawa Barat yang dinilai semakin mudah dijangkau masyarakat, termasuk kalangan pelajar.

Dia menyebut, persoalan peredaran obat keras ilegal tidak dapat hanya dilihat sebagai masalah kesehatan.

Penyalahgunaan obat tersebut juga berpotensi menimbulkan persoalan sosial, mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat, hingga memicu tindak kriminal. "Kalau di desa itu masih ada peredaran obat keras, bantuan pemerintah untuk desa tersebut akan kita tahan," ujar Dedi saat menghadiri konferensi pers di Polres Subang, Senin (10/8/2026).

Pemdes dan Kelurahan Harus Aktif Terhadap Peredaran Obat Keras Ilegal

Ia menegaskan, pemerintah desa dan kelurahan memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Karena itu, perangkat desa maupun kelurahan diminta tidak bersikap pasif ketika mengetahui adanya aktivitas yang mengarah pada peredaran obat keras ilegal.

Dedi meminta aparat desa dan kelurahan meningkatkan pengawasan sekaligus membangun koordinasi dengan aparat penegak hukum apabila menemukan indikasi peredaran obat-obatan tersebut. 

Menurutnya, bantuan pemerintah tidak semata-mata berkaitan dengan penyaluran anggaran, tetapi harus diiringi tanggung jawab serta kinerja pemerintah di tingkat paling bawah dalam menjaga kondisi sosial masyarakat. "Jangan sampai desa menerima bantuan, tetapi di desanya peredaran obat keras dibiarkan. Pemerintah desa harus ikut bertanggung jawab menjaga keamanan dan masa depan masyarakatnya," ungkapnya.

Dedi mengatakan, peredaran obat keras ilegal dapat berlangsung dengan berbagai modus. Aktivitas tersebut diduga tidak hanya dilakukan melalui tempat khusus, tetapi juga menyusup ke sejumlah usaha yang berada di tengah lingkungan masyarakat.

Kios kecil, warung kelontong, penjual pulsa atau kuota internet hingga tempat usaha lainnya disebut berpotensi menjadi titik peredaran apabila tidak diawasi secara serius. Harga yang relatif murah juga menjadi salah satu faktor yang membuat obat-obatan tersebut mudah dijangkau, termasuk oleh anak-anak dan pelajar.

Kondisi tersebut, kata Dedi, harus menjadi perhatian bersama karena penyalahgunaan obat keras ilegal dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap generasi muda.

Ia mendorong masyarakat tidak takut melaporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan penjualan maupun peredaran obat keras ilegal di lingkungan tempat tinggal mereka. "Persoalan ini harus kita tangani bersama. Jangan sampai obat keras ilegal merusak anak-anak kita dan kemudian berkembang menjadi persoalan kriminalitas di tengah masyarakat," tuturnya. (cdp/sep)

Berita Terbaru

Pembangunan Mal di Subang Bukan Cuma Soal Belanja, Ini Dampaknya bagi UMKM

Pembangunan Mal di Subang Bukan Cuma Soal Belanja, Ini Dampaknya bagi UMKM

Subang1 jam lalu
Kawasan Industri Suryacipta Subang Makin Berkembang, Peluang Usaha Ini Bisa Ikut Tumbuh

Kawasan Industri Suryacipta Subang Makin Berkembang, Peluang Usaha Ini Bisa Ikut Tumbuh

Lifestyle2 jam lalu
Jadwal dan Tempat Nonton Java United FC vs Persib Bandung, Pekan Kesembilan BRI Super League 2026/2027

Jadwal dan Tempat Nonton Java United FC vs Persib Bandung, Pekan Kesembilan BRI Super League 2026/2027

Olahraga5 jam lalu
Cara Cairkan BPJS Ketenagakerjaan 2026, Simak Syarat dan Langkah-Langkahnya

Cara Cairkan BPJS Ketenagakerjaan 2026, Simak Syarat dan Langkah-Langkahnya

Nasional6 jam lalu
Cetak Sejarah, Futsal Putri Kabupaten Subang Tembus Empat Besar Porprov XV Jabar

Cetak Sejarah, Futsal Putri Kabupaten Subang Tembus Empat Besar Porprov XV Jabar

Headline6 jam lalu
PJR Cipularang Ajak Santri di Purwakarta Tertib Lalu Lintas

PJR Cipularang Ajak Santri di Purwakarta Tertib Lalu Lintas

Purwakarta6 jam lalu
Hendak Tawuran di Pagaden, Tiga Remaja Diamankan Polisi dengan Dua Senjata Tajam

Hendak Tawuran di Pagaden, Tiga Remaja Diamankan Polisi dengan Dua Senjata Tajam

Headline6 jam lalu
Jam Buka Lembur Pakuan Subang, Wisata Desa Budaya Sunda yang Gratis dan Instagramable

Jam Buka Lembur Pakuan Subang, Wisata Desa Budaya Sunda yang Gratis dan Instagramable

Lifestyle7 jam lalu
Cara Aktifkan ATM BNI yang Mati Lewat Online, Cukup Pakai Aplikasi wondr Tanpa ke Bank

Cara Aktifkan ATM BNI yang Mati Lewat Online, Cukup Pakai Aplikasi wondr Tanpa ke Bank

Lifestyle7 jam lalu
Loker Subang Terbaru November 2026, Ada Buat Lulusan SMA/SMK

Loker Subang Terbaru November 2026, Ada Buat Lulusan SMA/SMK

Jawa Barat9 jam lalu