Dedi Mulyadi Pertanyakan Mengapa Aqua Bayar Rp600 Juta ke PDAM Subang

PASUNDANEKSPRES.ID – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memanggil pihak Aqua dan PDAM Tirta Rangga Subang.
Dalam pertemuan tersebut, Dedi Mulyadi, yang terlihat mengenakan pakaian serba putih dengan iket kepala tradisional Sunda berwarna putih, secara tajam mempertanyakan status pembayaran air curah yang dilakukan oleh PT Aqua kepada PDAM Subang.
Dedi Mulyadi secara tegas mempertanyakan dasar pembayaran senilai Rp600 juta yang dibayarkan oleh PT Aqua kepada PDAM Subang.
Dedi Mulyadi mengungkapkan kebingungannya karena, menurut pengakuan perwakilan PT Aqua, air yang mereka gunakan berasal dari sumur dan Surat Izin Pemanfaatan Air (SIPA) milik mereka sendiri, bukan dari pipa PDAM.
Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai dasar pembayaran yang dilakukan oleh perusahaan air minum kemasan tersebut kepada BUMD yang menjual air.
Dirut PDAM Tirta Rangga Subang, Lukman, menjelaskan bahwa kerja sama ini memiliki latar belakang historis. Awal Mula Pada tahun 1994, PDAM sudah memiliki izin SIPA di lokasi mata air dan sudah duluan disana beroperasi punya izin SIPA.
Kemudian pihak Aqua mengajak kerja sama. Lukman menyebutkan bahwa awalnya diusulkan sharing saham, namun hal itu sulit dilakukan.
"Akhirnya, disepakati penjualan air curah dari Aqua kepada PDAM melalui kesepakatan yang diatur dalam MoU," Kata lukman.
Dalam pertemuan itu, Dedi Mulyadi kembali mempertanyakan logika pembayaran tersebut. "Pipa mana yang dari PDAM dikirim ke Aqua?" tanya Dedi Mulyadi.
Pertanyaan tersebut dijawab tegas oleh perwakilan PT Aqua, "Tidak ada."
Disisi lain, Lukman menyebut status Aqua sebagai pelanggan industri dan membayar rata-rata Rp600 juta per bulan langsung ke rekening perusahaan.
"Pembayaran ini terkait dengan izin SIPA yang dikuasai PDAM. Selain itu, dari penerimaan tersebut, PDAM menyisihkan 5% atau sekitar Rp20 juta per bulan untuk pemerintah desa,)
Di sisi lain, perwakilan dari PT Aqua yang hadir di lokasi menegaskan bahwa perusahaan mereka menggunakan Sipa (izin) dan sumber air milik sendiri, bukan dari layanan air bersih PDAM.
Pengakuan ini menimbulkan tanda tanya besar. Jika PT Aqua tidak menggunakan layanan air bersih dari PDAM Subang, lantas untuk keperluan apa dana Rp600 juta itu dibayarkan secara berkala?
Saat ditanya Dedi mulyadi soal uang 600 juta di pakai apa? Lukman menjawab Itu statusnya sama pelanggan industri jadi bayarnya langsung ke perusahaan.
"Kan logikanya PDAM bayar Ibu bayar ke PT Aqua, bayar ke PDAM Subang Rp600 juta, karena PT Aqua sebagai pelanggan air bersihnya PDAM. Lha, terus sekarang pertanyaannya adalah pipa mana yang dari PDAM dikirim ke Aqua?" cecar Dedi Mulyadi.(hdi)
