Di Tengah Polemik, Tebu di Subang Selatan Tumbuh Subur

PASUNDANEKSPRES.ID – Program penanaman bibit tebu di Subang Selatan untuk mendukung swasembada gula nasional terus berjalan. Meski masih diwarnai pro dan kontra, perkembangan tanaman di lapangan menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. Setelah sekitar dua bulan ditanam, bibit tebu di sejumlah lahan tampak tumbuh subur dan menghijau.
Pantauan Pasundan Ekspres di lapangan, Senin (22/6/2026), menunjukkan hamparan tanaman tebu berkembang cukup baik. Daun-daun muda tumbuh merata dan menutupi sebagian areal yang sebelumnya digunakan untuk komoditas lain.
Di balik perkembangan positif tersebut, program yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) itu masih memunculkan beragam tanggapan di tengah masyarakat. Sebagian warga menilai kehadiran program tebu memberikan manfaat ekonomi karena mampu menyerap tenaga kerja lokal.
Mamat, salah seorang petani, mengaku telah merasakan dampak langsung dari kegiatan penanaman tebu. Menurutnya, sejak tahap penyemaian hingga penanaman, banyak warga yang terlibat dalam pekerjaan di lapangan.
“Dari penyemaian sampai penanaman, ada pekerjaan untuk masyarakat. Upah yang diterima sekitar Rp150 ribu per hari,” ujarnya.
Ia menilai program tersebut membantu menambah pendapatan masyarakat, terutama bagi warga yang terlibat dalam proses penanaman dan perawatan tanaman. Seiring bertambahnya luas areal tanam, kebutuhan tenaga kerja juga meningkat.
Namun, tidak semua masyarakat memiliki pandangan yang sama. Sejumlah petani masih menyampaikan keberatan terkait pelaksanaan program tersebut, khususnya menyangkut proses alih fungsi lahan yang sebelumnya digunakan untuk budidaya nanas.
Ahmad, salah seorang warga, mengatakan masih ada petani yang merasa kurang mendapatkan informasi terkait perubahan penggunaan lahan yang dilakukan.
“Masih ada petani yang kontra. Di sisi lain ada lahan yang dibabat tanpa ada sosialisasi dari pihak terkait,” katanya.
Perbedaan pandangan tersebut menunjukkan bahwa program swasembada gula di Subang Selatan masih menyisakan pekerjaan rumah, terutama dalam hal komunikasi dan pelibatan masyarakat. Sosialisasi yang lebih intens dinilai penting agar program dapat berjalan tanpa menimbulkan kesalahpahaman di lapangan.
Meski demikian, aktivitas penanaman dan pemeliharaan tebu tetap berlangsung. Pertumbuhan tanaman yang terlihat subur saat ini menjadi salah satu gambaran bahwa program swasembada gula nasional di Subang Selatan terus bergerak di tengah berbagai dinamika yang menyertainya.(hdi/ysp)
