Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Diduga Terjebak Kobaran Api, Pria di Sukabumi Tewas

N
Nisa Atiatul M MEditor: Yusup Suparman
|11:49 WIB
Bagikan:
Diduga Terjebak Kobaran Api, Pria di Sukabumi Tewas
Pria bernama Lukman (62) tewas secara mengenaskan yang diduga terjebak kobaran api saat dirinya sedang membakar alang-alang. (Dok Istimewa)

PASUNDAN EKSPRES - Pria bernama Lukman (62) tewas secara mengenaskan yang diduga terjebak kobaran api saat dirinya sedang membakar alang-alang. 

Kejadian tersebut terjadi di Kampung Cibarengkok, Desa Cidadap, Kecamatan Cidadap kabupaten Sukabumi. Kamis Sore (28/12 sekitar pukul 18.00 WIB. 

Kapolsek Segaranten AKP Dani Miharja telah membenarkan kejadian tersebut. menurut keterangan saksi, Lukman berangkat dari rumah ke kebunnya berencana akan emmbakar lahan. 

Tapi saksi merasa curiga karna korban tidak kunjung pulang hingga waktu maghrib tiba. 

“Mereka mengecek kebun dan menemukan korban telah meninggal dengan luka bakar di kaki, pinggang sebelah kanan, dan kepala bagian kanan,” ujarnya yang di kutip Pasundan Ekspres Jum'at (29/12/2023). 

Setelah Lukman ditemukan meninggal, Deni melanjutkan dengan menunggu bantuan dari Polsek dan tim media untuk melakukan evakuasi. Selama proses evakuasi dilakukan, beberapa barang bukti seperti golok, handphone, motor Supra X, dan satu batang pohon aren juga diamankan.

“Evakuasi terhadap korban dilakukan oleh anggota Polsek Sagaranten bersama pihak Kecamatan, Puskesmas, dan warga setempat. Tempat kejadian perkara (TKP) diamankan, kondisi awal mayat diperiksa, dan koordinasi dilakukan dengan keluarga korban,” jelasnya.

Kapolres Sukabumi AKBP Maruly Pardede, melalui Kasi Humas Polres Sukabumi Iptu Aah Saepul Rohman, menyatakan bahwa dugaan penyebab kematian korban adalah kehabisan nafas akibat banyak menghirup asap.

Ia juga mengungkapkan bahwa proses evakuasi berlangsung hingga malam hari. Pihak keluarga korban juga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah. Rencananya, korban akan dimakamkan di Cianjur.

“Diduga korban kehabisan nafas karena menghirup banyak asap, keluarga korban menyatakan bahwa Lukman mengidap penyakit darah tinggi,” tambah dirinya.

“Evakuasi selesai sekitar pukul 21.00 WIB, dan almarhum rencananya akan dimakamkan di Kabupaten Cianjur, pihak keluarga menolak dilakukannya autopsi, sementara penyelidikan menyimpulkan bahwa kejadian ini merupakan kecelakaan saat membuka lahan di kebun pribadi.” tutupnya.

Berita Terbaru

Etika Bercanda di Media Sosial: Lucu Boleh, Tapi Jangan Sampai Menyakiti

Etika Bercanda di Media Sosial: Lucu Boleh, Tapi Jangan Sampai Menyakiti

Lifestyle6 menit lalu
PBSI Beri Bonus untuk Tim Asian Games 2026, Leo/Daniel Diguyur Rp 1 Miliar

PBSI Beri Bonus untuk Tim Asian Games 2026, Leo/Daniel Diguyur Rp 1 Miliar

Olahraga15 menit lalu
Cara Cek Penerima PIP Oktober 2026 Pakai NISN, Ini Besaran Dananya

Cara Cek Penerima PIP Oktober 2026 Pakai NISN, Ini Besaran Dananya

Nasional1 jam lalu
Bupati Purwakarta Tegas Soal Gereja di Cikopo: Jika Syarat Terpenuhi, Harus Diizinkan!

Bupati Purwakarta Tegas Soal Gereja di Cikopo: Jika Syarat Terpenuhi, Harus Diizinkan!

Purwakarta2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Purwakarta Heboh! Ratusan Massa Gelar Aksi, Rencana Gereja di Cikopo Jadi Perhatian

Purwakarta Heboh! Ratusan Massa Gelar Aksi, Rencana Gereja di Cikopo Jadi Perhatian

Purwakarta2 jam lalu
Viral Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judol, KSAD: Tindak Tegas

Viral Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judol, KSAD: Tindak Tegas

Nasional3 jam lalu
Warga Jabar Tak Punya BPJS hingga KTP Tetap Bisa Berobat, Pemprov Siapkan Pembiayaan

Warga Jabar Tak Punya BPJS hingga KTP Tetap Bisa Berobat, Pemprov Siapkan Pembiayaan

Jawa Barat4 jam lalu
Viral Dugaan Keracunan di Resto 88 Seoul Bandung, Korban Alami Diare hingga Demam

Viral Dugaan Keracunan di Resto 88 Seoul Bandung, Korban Alami Diare hingga Demam

Jawa Barat4 jam lalu
Kemarau Subang Belum Usai, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai

Kemarau Subang Belum Usai, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai

Subang4 jam lalu
Musim Hujan 2026/2027 Mundur, BMKG Ungkap Penyebab dan Perkiraannya

Musim Hujan 2026/2027 Mundur, BMKG Ungkap Penyebab dan Perkiraannya

Nasional5 jam lalu