Dinkes Subang Imbau Masyarakat Jaga Kesehatan di Tengah Penyebaran Kasus Super Flu

PASUNDANEKSPRES.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) Subang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap Influenza A (H3N2) subclade K yang populer disebut “super flu”, menyusul diterbitkannya Surat Edaran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada awal Januari 2026.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Subang, dr. Noni menyampaikan, masyarakat tidak perlu panik, namun tetap harus waspada dan disiplin menerapkan langkah-langkah pencegahan.
“Berdasarkan informasi resmi dari Kementerian Kesehatan, varian Influenza A (H3N2) subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak 25 Desember 2025. Hingga akhir Desember tercatat sekitar 62 kasus di beberapa provinsi, namun situasinya masih terkendali dan belum ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB),” ujar dr. Noni kepada Pasundan Ekspres, Selasa (6/1/2025).
Ia menjelaskan, varian tersebut teridentifikasi melalui sistem surveilans nasional serta pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS).
Berdasarkan penilaian epidemiologi nasional dan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kata dr. Noni, tidak ditemukan bukti bahwa varian ini lebih berbahaya dibandingkan influenza musiman pada umumnya.
“Secara klinis, gejalanya juga mirip flu biasa, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan. Karena itu masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan, tetapi tetap harus menjaga kesehatan,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Subang mengajak masyarakat untuk konsisten menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), antara lain dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga kebersihan lingkungan, istirahat yang cukup, serta mengonsumsi makanan bergizi.
Selain itu, lanjutnya, penggunaan masker tetap dianjurkan, terutama saat sedang sakit atau berada di tempat keramaian.
Masyarakat juga diingatkan untuk menerapkan etika batuk dan bersin dengan menutup mulut dan hidung guna mencegah penularan.
“Jika mengalami gejala flu, sebaiknya tetap di rumah sampai kondisi membaik. Namun apabila gejala tidak kunjung membaik atau justru memburuk, segera periksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit terdekat,” tambah dr. Noni.
Dinkes Subang juga menegaskan pentingnya vaksinasi influenza tahunan, khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan masyarakat dengan penyakit penyerta (komorbid).
“Vaksin influenza yang tersedia saat ini masih efektif untuk menurunkan risiko sakit berat dan komplikasi. Ini merupakan salah satu upaya perlindungan yang sangat dianjurkan,” ujarnya.
Pemerintah, lanjut dr. Noni, terus memperkuat sistem surveilans, pelaporan kasus, serta kesiapsiagaan fasilitas pelayanan kesehatan guna memastikan pengendalian penyakit tetap optimal.
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang, tidak termakan isu yang menyesatkan, serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan tenaga kesehatan,” pungkasnya.
Menkes: Tidak Perlu Disikapi Berlebihan
Di tengah ramainya pemberitaan mengenai penyebaran varian influenza A(H3N2) subclade K di sejumlah negara, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan bersikap rasional.
Menurut Menkes, varian tersebut tidak perlu disikapi secara berlebihan.
Berbeda dengan penyakit menular kronis seperti Tuberkulosis (TBC) maupun ancaman besar COVID-19 di masa lalu, subclade K pada dasarnya merupakan flu musiman yang dapat dilawan oleh sistem imun tubuh.
Ia menegaskan, meskipun tergolong mutasi baru, virus influenza H3N2 memiliki tingkat fatalitas yang sangat rendah, terutama jika kondisi daya tahan tubuh berada dalam keadaan baik.
“Tidak perlu khawatir berlebihan. Ini bukan seperti COVID-19 yang mematikan, melainkan flu biasa, influenza H3N2,” ujar Budi dalam keterangan resminya, Minggu, 4 Januari 2026.
Ia menambahkan bahwa sistem imun manusia sebenarnya memiliki kemampuan alami untuk melawan infeksi influenza ini hingga sembuh total secara mandiri.(cdp/ysp)
