Diskusi Subang Proaktif Bahas Persoalan Pengangguran

PASUNDANEKSPRES.ID – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sutaatmadja (STIESA) menggelar Diskusi Subang Profesional, Akademisi, Peneliti Forum (PROAKTIF) di Ruang Rapat STIESA, Kamis (6/11/2025).
Forum ini menjadi wadah bagi para profesional, akademisi, dan peneliti di Kabupaten Subang untuk membahas persoalan pengangguran yang masih menjadi tantangan daerah.
Diskusi mengangkat tema “Fenomena Pengangguran: Aku, Kamu, dan Kita Bisa Apa?”, dengan menghadirkan berbagai tokoh lintas bidang. Di antaranya, Susanto, ST., MT.; Dr. Euis Anih, M.Pd.; Dr. Jojo S., Pt., MM., CAEF., C.MTR.; drh. Ferdi Fatthurrohman, MM.; Dr. Achmat Sarifudin; Iptu (Purn) Hardoyo, SE; Aninditya Santiko Wibowo; Ir. H. Agus Prabanto; Asep Rochman Dimyati, SH., MH.; dan Dr. Ahmad Sobari, S.Sos., MAP.
Akademisi STIESA Dr. Gugyh Susandy, SE., MSI., CBM, yang juga menjadi penggagas sekaligus tuan rumah, menjelaskan bahwa diskusi PROAKTIF terinspirasi dari semangat Renaisans, masa kebangkitan intelektual di Eropa.
“Acara ini meniru apa yang dilakukan oleh orang-orang Barat pada periode Renaisans atau era kebangkitan intelektual. Kami ingin menjadikan forum ini sebagai momentum kebangkitan Subang untuk menyelesaikan persoalan-persoalan mendasar,” ujar Gugyh.
Menurutnya, forum ini bertujuan melahirkan gagasan dan rekomendasi konkret yang bisa dijadikan rujukan dalam penyusunan kebijakan dan tindakan nyata, khususnya terkait penanggulangan pengangguran.
“Tujuannya bukan memperumit masalah, melainkan melahirkan solusi praktis yang bisa diterapkan di berbagai kondisi,” tambahnya.
Menariknya, dalam diskusi kali ini pihak pemerintah daerah tidak diundang secara langsung. Gugyh beralasan, hal itu agar ide-ide yang muncul dapat berkembang secara bebas tanpa menimbulkan kesan menghakimi pengambil kebijakan.
“Kami tidak ingin pemerintah merasa tersudut oleh wacana yang belum matang. Saat waktunya tepat dan gagasan sudah fokus, barulah kita akan libatkan mereka,” jelasnya.
Ke depan, Gugyh merencanakan Diskusi PROAKTIF digelar secara rutin dengan topik-topik berbeda yang relevan dengan kondisi Subang terkini, mulai dari ekonomi, sosial, pendidikan, hingga lingkungan.
“Kami berharap forum ini menjadi ruang berpikir dan bertindak bagi insan intelektual Subang untuk melahirkan solusi nyata,” pungkasnya.(hdi/ded)
