DPRD Sependapat dengan Bupati Subang, Investasi Harus Serap Tenaga Kerja Lokal

SUBANG – Investasi harus serap tenaga kerja lokal menjadi komitmen bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan DPRD Subang dalam merespons tingginya angka pengangguran di tengah derasnya arus investasi. Keduanya menegaskan bahwa setiap investasi yang masuk harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Subang melalui penyerapan tenaga kerja lokal.
Kesamaan pandangan itu mengemuka setelah Bupati Subang Reynaldi Putra Andita atau Kang Rey menegaskan bahwa tingginya nilai investasi harus berbanding lurus dengan menurunnya angka pengangguran. Sikap tersebut mendapat dukungan dari Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Subang, Zainal Mufidz.
Menurut Zainal, meningkatnya investasi belum dapat dikatakan berhasil apabila belum mampu membuka lapangan kerja bagi masyarakat Subang.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran di Kabupaten Subang meningkat dari 63.260 orang pada 2024 menjadi 76.115 orang pada 2025. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga naik menjadi 6,8 persen pada Desember 2025 atau meningkat 0,07 persen dibandingkan tahun sebelumnya
"Data ini harus menjadi bahan evaluasi bersama. Kehadiran investasi seharusnya berdampak nyata terhadap penyerapan tenaga kerja, khususnya masyarakat Kabupaten Subang," ujar Zainal kepada Pasundan Ekspres, Senin (6/7/2026).
Sebelumnya, Bupati Subang Reynaldy mengaku belum merasa puas dengan tingginya capaian investasi yang masuk ke Kabupaten Subang karena masih banyak masyarakat yang belum memperoleh pekerjaan. Investasi yang masuk Subang ke tahun 2025 sebesar Rp18,2 triliun.
"Saya sedih, belum berbahagia, karena masih banyak anak kita yang belum keterima kerja di industri. Masih banyak pengangguran kita. Bagi saya investasi tinggi, pengangguran harus menurun," tegas Kang Rey usai membuka Subang Investment Forum (SIF) 2026 di Kantor Bupati Subang, Rabu (24/6/2026).
Bahkan, Reynaldy menegaskan bahwa selama memimpin Kabupaten Subang dirinya tidak pernah mempersulit investor maupun meminta imbalan apa pun. Sebagai gantinya, ia hanya meminta komitmen agar industri yang beroperasi di Subang memprioritaskan tenaga kerja lokal.
"Saya tidak pernah mempersulit investor atau memungut satu peser pun dari investor. Permintaan saya hanya satu, seluruh industri yang masuk Kabupaten Subang harus mempekerjakan tenaga-tenaga orang Subang," katanya.
Sejalan dengan itu, Zainal menilai pemerintah daerah perlu memperkuat sinergi dengan dunia usaha, kawasan industri, serta lembaga pendidikan agar kompetensi tenaga kerja lokal sesuai dengan kebutuhan industri. Ia juga mendorong penguatan pelatihan vokasi, sertifikasi kompetensi, dan perluasan akses informasi lowongan kerja.
Menurutnya, pembangunan kawasan industri harus mampu menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar, bukan hanya meningkatkan nilai investasi daerah.
"Ke depan, yang dibutuhkan bukan hanya investasi yang besar, tetapi juga investasi yang mampu menciptakan lapangan kerja yang luas dan benar-benar menyerap tenaga kerja lokal," tegasnya.(cdp/ysp)
