Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

DPRD Soroti Keberlangsungan Industri Garmen dan Tekstil Purwakarta

M
MaldiansyahEditor: Yusup Suparman
|09:00 WIB
Bagikan:
DPRD Soroti Keberlangsungan Industri Garmen dan Tekstil Purwakarta
Salah satu pabrik di Purwakarta yang sudah tidak lagi beroperasi. Anggota DPRD Purwakarta dari Fraksi PKB, Alaikasalam, menyoroti keberlangsungan industri garmen dan tekstil.(Maldiansyah/Pasundan Ekspres)

PASUNDANEKSPRES.ID – Anggota DPRD Purwakarta dari Fraksi PKB, Alaikasalam, menyoroti keberlangsungan industri garmen dan tekstil di Kabupaten Purwakarta. Ia meminta pemerintah daerah mengevaluasi kondisi investasi, menyusul sejumlah perusahaan padat karya yang dilaporkan menutup operasional atau melakukan relokasi dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut Alaikasalam, perkembangan investasi baru di Purwakarta perlu dilihat bersama dengan kondisi industri yang telah beroperasi. Sebab, masuknya investasi belum tentu sejalan dengan terjaganya keberlangsungan perusahaan dan lapangan kerja yang sudah tersedia.

"Jika kita membandingkan lima tahun terakhir di mana Pemda sering merilis angka realisasi investasi yang masuk ke Purwakarta, kita harus jujur melihat sisi lainnya. Investasi baru yang masuk tidak sebanding dengan laju industri tekstil dan garmen yang mati atau hengkang dalam 10 tahun ke belakang," ujar Alaikasalam saat dikonfirmasi, Senin (2/11/2026).

Industri Garmen Banyak Menyerap Tenaga Kerja

Ia menilai, Purwakarta masih memiliki keunggulan dari sisi infrastruktur dan logistik. Namun, industri garmen yang banyak menyerap tenaga kerja juga menghadapi pertimbangan biaya produksi, termasuk penyesuaian Upah Minimum Kabupaten (UMK).

Alaikasalam mengatakan, perlindungan terhadap hak dan kesejahteraan buruh harus tetap menjadi perhatian. Di sisi lain, pemerintah daerah juga perlu memperhatikan keberlangsungan perusahaan agar kesempatan kerja bagi masyarakat tetap tersedia.

"Fraksi PKB tentu selalu berada di garis depan untuk memperjuangkan hak-hak buruh dan penyesuaian UMK yang layak. Tapi kita juga harus realistis. Ketika pabrik seperti PT Dada Indonesia, PT Eins Trend, hingga PT Iljin Sun Garment tutup atau mangkrak, siapa yang paling dirugikan? Ya buruh kita sendiri. Mereka kehilangan pekerjaan," jelasnya.

Ia juga menilai pemerintah daerah perlu menyiapkan langkah untuk menjaga industri padat karya tetap bertahan. Beberapa hal yang dapat diperhatikan di antaranya insentif daerah, kemudahan perizinan, serta kepastian pasokan listrik dan air bagi kegiatan industri.

"Pemerintah daerah tidak bisa hanya mengandalkan status quo. Jika UMK naik karena inflasi dan kebutuhan hidup, maka efisiensi birokrasi dan insentif bagi industri yang bertahan harus ditingkatkan. Jangan sampai lima tahun ke depan, Purwakarta hanya menjadi kawasan industri non-padat karya, sementara buruh garmen kita yang jumlahnya ribuan terpaksa menjadi pengangguran baru," tegasnya.

Alaikasalam mendorong Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Penanaman Modal Daerah melakukan evaluasi terhadap iklim investasi sektor tekstil dan garmen. Ia juga meminta pemerintah daerah menyusun peta jalan yang jelas untuk menjaga keberlangsungan industri padat karya.

Menurutnya, langkah tersebut diperlukan agar Purwakarta tetap dapat mempertahankan industri yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, sekaligus menjaga kesempatan kerja bagi masyarakat setempat.(mas/ysp)

Berita Terbaru

KAI Terapkan Jadwal Baru, Gapeka 2026 Resmi Berlaku dan Tiket Desember Sudah Tersedia

KAI Terapkan Jadwal Baru, Gapeka 2026 Resmi Berlaku dan Tiket Desember Sudah Tersedia

Nasional1 jam lalu
Transfer Bank Bakal Kena Pajak Digital Mulai 9 November, Ini Kata DJP

Transfer Bank Bakal Kena Pajak Digital Mulai 9 November, Ini Kata DJP

Nasional1 jam lalu
Dari Kepedulian Menjadi Kebahagiaan, Kapolres Subang Wujudkan Impian Mak Datem Miliki Rumah Layak Huni

Dari Kepedulian Menjadi Kebahagiaan, Kapolres Subang Wujudkan Impian Mak Datem Miliki Rumah Layak Huni

Subang1 jam lalu
Persib Bandung Fokus Hadapi Melbourne Victory di ACL Two 2026/2027

Persib Bandung Fokus Hadapi Melbourne Victory di ACL Two 2026/2027

Olahraga1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Polres Subang Kerahkan 675 Personel Amankan Pilkades Serentak di 165 Desa

Polres Subang Kerahkan 675 Personel Amankan Pilkades Serentak di 165 Desa

Subang1 jam lalu
Kebakaran Hutan dan Lahan Kepung Papua, Warga Wamena Berjuang Cegah Api Merembet ke Permukiman

Kebakaran Hutan dan Lahan Kepung Papua, Warga Wamena Berjuang Cegah Api Merembet ke Permukiman

Nasional1 jam lalu
Tokoh Masyarakat Genteng Dukung Ibnu Al Mahdi di Pilkades Patimban

Tokoh Masyarakat Genteng Dukung Ibnu Al Mahdi di Pilkades Patimban

Subang2 jam lalu
Perdana, PT Meiloon Technology Indonesia Latih Warga Gembor dan Sembung Bahasa Mandarin dan Instrumentasi Kontrol

Perdana, PT Meiloon Technology Indonesia Latih Warga Gembor dan Sembung Bahasa Mandarin dan Instrumentasi Kontrol

Subang2 jam lalu
Puting Beliung Sagalaherang Subang Terjang Permukiman, Pohon Tumbang Tutup Jalan Utama

Puting Beliung Sagalaherang Subang Terjang Permukiman, Pohon Tumbang Tutup Jalan Utama

Subang2 jam lalu
26 Tahun Bertahan di Rumah Tak Layak, Potret Perjuangan Keluarga Encep yang Kini Dapat Bantuan

26 Tahun Bertahan di Rumah Tak Layak, Potret Perjuangan Keluarga Encep yang Kini Dapat Bantuan

Headline2 jam lalu