Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Gara-Gara Kritik TNI Langgar HAM, Anggota TNI Tantang Balik BEM UI Lakukan KKN di Papua

I
Inessia Nabila MEditor: Inessia Nabila M
|11:39 WIB
Bagikan:
Gara-Gara Kritik TNI Langgar HAM, Anggota TNI Tantang Balik BEM UI Lakukan KKN di Papua
Anggota TNI menantang balik BEM UI untuk melakukan KKN di Papua. (Dok Istimewa)

PASUNDAN EKSPRES - Anggota TNI menantang balik BEM UI untuk melakukan KKN di Papua setelah mengkritik TNI yang diduga menganiaya sipil dan meminta menghentikan pelanggaran HAM di Papua.

Hal ini sebagai balasan atas kritikan BEM UI terkait video penyiksaan yang dilakukan anggota TNI terhadap sipil yang merupakan anggota KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata).

Dilansir dari Instagram resmi BEM UI, @bemui_official pada 26 Maret lalu, BEM UI merilis unggahan berjudul "TNI Aniaya Sipil, Hentikan Pelanggaran HAM di Papua".

Mereka mengkritik para aparat TNI yang menyiksa sipil di Kabupaten Puncak, Papua Tengah dan meminta agar TNI untuk menghentikan pelanggaran HAM di Papua.

Namun, unggahan tersebut menuai kritikan tajam dari warganet dan menilai BEM UI tidak mengetahui apa yang terjadi sebenarnya di Papua.

Kritikan BEM UI ini membuat sejumlah anggota TNI yang bertugas di Papua itu menantang balik BEM UI untuk melakukan KKN di Papua.

Melalui media sosial TikTok, seorang anggota TNI membuat video dengan mengatakan bahwa jika BEM UI berani, maka ditunggu untuk melakukan KKN di Papua.

"Buat kau abang-abang UI sipaling nasionalisme ditunggu KKN-nya di Distrik Okbab," tulis akun TiTok @.fh3_.

Akun tersebut juga menyinggung bahwa pelanggaran HAM yang diduga dilakukan TNI di Papua adalah tidak benar.

"Salam HAM. Minimal sekali seumur hidup BEM UI ngerasain KKN di Papua Pegunungan," ucap akun tersebut.

Bahkan, akun tersebut yang diduga milik anggota TNI itu berjanji apabila BEM UI bersedia KKN di Papua, seluruh gajinya seumur hidup akan disumbangkan.

"Saya berjanji dan bersumpah, jika BEM UI mampu untuk melaksanakan KKN di wilayah KKB, maka saya akan sumbangkan gaji saya sampai pensiun," tuturnya.

Sementara itu, TNI mengakui kesalahan terkait video prajurit TNI yang melakukan penyiksaan terhadap salah satu anggota KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata) yang beredar luas di media sosial.

Adapun, TNI juga mengakui keterlibatan sejumlah prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 300/Braja Wijaya atas penyiksaan anggota KKB tersebut.

“Inilah yang kami sayangkan bahwa TNI atau TNI AD tidak pernah mengajarkan, tidak pernah mengiyakan tindakan kekerasan dalam memintai keterangan. Ini adalah pelanggaran hukum dan kita akan tindak sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku,” ucap Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Kristomei Sianturi dalam konferensi pers di Subden Denma Mabes TNI, Jakarta Pusat, Senin (25/3). (inm)

Berita Terbaru

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Resmi Disahkan, Ini 9 Hak Penting yang Kini Diatur untuk Buruh

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Resmi Disahkan, Ini 9 Hak Penting yang Kini Diatur untuk Buruh

Nasional12 menit lalu
Jadwal TKA SMA/SMK 2026, Catat Pelaksanaannya!

Jadwal TKA SMA/SMK 2026, Catat Pelaksanaannya!

Lifestyle50 menit lalu
Mantan Sekdes Ace Safei Maju Pilkades Jalancagak, Usung "Jalancagak Juara"

Mantan Sekdes Ace Safei Maju Pilkades Jalancagak, Usung "Jalancagak Juara"

Subang1 jam lalu
Imbas Temuan Klaster Mewah di Area Lapas, Kemenimipas Copot Kalapas Cibinong

Imbas Temuan Klaster Mewah di Area Lapas, Kemenimipas Copot Kalapas Cibinong

Nasional2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Gelar Perdana Sudah Diraih, Ini Agenda Timnas Indonesia setelah FIFA ASEAN Cup 2026

Gelar Perdana Sudah Diraih, Ini Agenda Timnas Indonesia setelah FIFA ASEAN Cup 2026

Olahraga3 jam lalu
Pemerintah Pastikan Konser Israel Houghton di Indonesia Tak Berizin

Pemerintah Pastikan Konser Israel Houghton di Indonesia Tak Berizin

Nasional3 jam lalu
Putusan MK Ijazah Gibran Hari Ini, Ini Jadwal dan Pokok Perkaranya

Putusan MK Ijazah Gibran Hari Ini, Ini Jadwal dan Pokok Perkaranya

Nasional3 jam lalu
Anak Harus Tempuh Jalan Terjal 2,5 Kilometer ke Sekolah dari Gunung Solok Pandan, Pemkab Bandung Barat Siapkan Solusi untuk 3 Keluarga

Anak Harus Tempuh Jalan Terjal 2,5 Kilometer ke Sekolah dari Gunung Solok Pandan, Pemkab Bandung Barat Siapkan Solusi untuk 3 Keluarga

Bandung Barat3 jam lalu
Koordinator BEM UI Diserang Orang Tak Dikenal, Polisi Turun Tangan

Koordinator BEM UI Diserang Orang Tak Dikenal, Polisi Turun Tangan

Nasional3 jam lalu
2.251 Anggota BPD Karawang Dilantik, Ketua Komisi I Tekankan Amanah dan Sinergi dengan Kepala Desa

2.251 Anggota BPD Karawang Dilantik, Ketua Komisi I Tekankan Amanah dan Sinergi dengan Kepala Desa

Karawang3 jam lalu