Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Kunjungi Keluarga Maling Ayam yang Tewas Diamuk Massa

I
Indrawan SetiadiEditor: Indrawan Setiadi
|18:46 WIB
Bagikan:
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Kunjungi Keluarga Maling Ayam yang Tewas Diamuk Massa
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat mengunjungi rumah korban yang meninggal di Tanjungsiang Subang. HADI MARTADINATA/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG– Peristiwa tragis mengguncang masyarakat Subang, Jawa Barat. Seorang pria yang diduga mencuri ayam tewas secara mengenaskan setelah diamuk massa di depan Kantor Desa Gandasoli, Kecamatan Tanjungsiang pada Rabu (2/4/2025). 

Peristiwa tersebut mengundang perhatian Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang langsung turun tangan mengunjungi keluarga korban dan memberikan pernyataan tegas terkait kasus tersebut.

Kejadian memilukan ini terjadi saat warga memergoki korban mencuri ayam. Tanpa ampun, korban dipukuli dan bahkan ditembak menggunakan senapan angin hingga meninggal dunia. Insiden tersebut menyulut perdebatan publik, terutama karena tindakan main hakim sendiri yang kembali menelan korban jiwa.

Dalam kunjungannya ke kediaman keluarga korban di Desa Sirap, Kecamatan Tanjungsiang, Jumat (4/4/2025), Dedi Mulyadi menyampaikan belasungkawa mendalam kepada istri dan anak korban. Ia menyatakan bahwa kehadirannya bukan hanya sebagai bentuk empati, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menelusuri latar belakang penyebab korban melakukan aksi pencurian tersebut.

"Kedatangan saya ke sini untuk ikut berduka cita atas apa yang dialami keluarga korban yang meninggal secara tragis diamuk massa gara-gara ketahuan mencuri ayam," ujar Dedi Mulyadi.

Berdasarkan pengakuan istri korban, Dedi mengungkapkan bahwa saat kejadian, keluarga sebenarnya masih memiliki sisa uang sebesar Rp300 ribu dan persediaan bahan pokok seperti beras masih mencukupi. Namun, permasalahan yang lebih besar ternyata berasal dari utang yang menjerat keluarga tersebut.

"Menurut istri korban, kebutuhan dapur masih tercukupi. Tapi keluarga ini memiliki utang puluhan juta rupiah ke beberapa lembaga keuangan, termasuk bank emok dan Bank BTPN Syariah," jelas Dedi. Ia menduga tekanan dari utang tersebut menjadi faktor pendorong korban nekat mencuri ayam.

Dedi Mulyadi dengan tegas mengecam tindakan main hakim sendiri yang dilakukan oleh warga. Ia menekankan bahwa Indonesia adalah negara hukum dan setiap pelanggaran harus diproses secara hukum, bukan dengan kekerasan.

"Apapun alasannya, tindakan main hakim sendiri tidak bisa dibenarkan. Kita ini negara hukum. Warga tidak boleh mengambil hukum di tangan sendiri, apalagi hanya karena seekor ayam," tegasnya.

Dedi juga menyampaikan apresiasi atas langkah cepat Polres Subang yang telah mengamankan delapan orang terduga pelaku pengeroyokan terhadap korban. Ia berharap proses hukum berjalan secara adil dan memberikan efek jera.

"Hukum harus ditegakkan. Saya mendukung penuh langkah Polres Subang yang telah menahan pelaku-pelaku tersebut," ucapnya.

Sebagai bentuk kepedulian, Gubernur Jabar memberikan santunan sebesar Rp5 juta kepada istri dan anak korban untuk biaya hidup sementara. Ia juga menyerahkan dana sebesar Rp30 juta untuk melunasi utang korban kepada bank emok.

Tak berhenti di situ, Dedi menunjukkan sikap bijaknya dengan turut memikirkan keluarga para pelaku pengeroyokan yang kini mendekam di tahanan. Ia berencana mengundang mereka ke kediamannya di Lembur Pakuan dan memberikan santunan atau modal usaha.

"Insyaallah, saya akan bantu keluarga pelaku yang suaminya kini ditahan. Nanti akan saya undang ke Lembur Pakuan untuk saya berikan modal usaha," kata Dedi. (hdi)

Berita Terbaru

Prabowo Bakal Luncurkan Perlinsos Digital 10 November, Bansos Ditransfer Cash

Prabowo Bakal Luncurkan Perlinsos Digital 10 November, Bansos Ditransfer Cash

Nasional1 jam lalu
Ramai Jasa Polisi Anak di Sosial Media, Apa Saja Pengaruhnya?

Ramai Jasa Polisi Anak di Sosial Media, Apa Saja Pengaruhnya?

Lifestyle1 jam lalu
Prediksi Saham HSC BEI hingga Akhir Pekan 21–23 Oktober 2026, Ini Faktor yang Perlu Dicermati

Prediksi Saham HSC BEI hingga Akhir Pekan 21–23 Oktober 2026, Ini Faktor yang Perlu Dicermati

Lifestyle1 jam lalu
Deretan Kasus Korupsi Terbesar yang Menghebohkan Era Prabowo-Gibran, Ini Perkembangannya

Deretan Kasus Korupsi Terbesar yang Menghebohkan Era Prabowo-Gibran, Ini Perkembangannya

Nasional1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Hari Kedua Babak Pertama French Open 2026: Duel Sesama Indonesia Masih Berlanjut

Hari Kedua Babak Pertama French Open 2026: Duel Sesama Indonesia Masih Berlanjut

Olahraga2 jam lalu
Bukan Lewat Kopdes, Menkeu Suahasil Pastikan Gaji PNS Tetap Lewat Bank

Bukan Lewat Kopdes, Menkeu Suahasil Pastikan Gaji PNS Tetap Lewat Bank

Nasional2 jam lalu
Fenomena Bangun Pabrik Dulu, Baru Urus Izin Belakangan di Subang Disorot, Begini Perkembangan PT CMM

Fenomena Bangun Pabrik Dulu, Baru Urus Izin Belakangan di Subang Disorot, Begini Perkembangan PT CMM

Subang2 jam lalu
Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 Tingkat Kabupaten Subang, Bupati Amanatkan Makin Solid dan Kreatif Wujudkan Kelauarga Sejahtera

Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 Tingkat Kabupaten Subang, Bupati Amanatkan Makin Solid dan Kreatif Wujudkan Kelauarga Sejahtera

Subang2 jam lalu
Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Subang Dibuka, Ini 5 Formasi dan Jadwalnya

Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Subang Dibuka, Ini 5 Formasi dan Jadwalnya

Subang2 jam lalu
Ironis! Pegawai SPPG Cirebon Keracunan MBG, DPRD Periksa Dapur

Ironis! Pegawai SPPG Cirebon Keracunan MBG, DPRD Periksa Dapur

Jawa Barat2 jam lalu