Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Harag Beras Seimbang dengan Harga Pupuk

H
HubaEditor: Huba
|08:05 WIB
Bagikan:
Harag Beras Seimbang dengan Harga Pupuk
PERTANIAN: Para petani di Pantura Subang saat memanen padi beberap musim lalu ketika panen raya. CINDY DESITA PUTRI/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Melihat fenomena harga beras mahal di pasaran. Hal ini turut memberikan dampak ke berbagai aspek, baik tingkat petani hingga tingkat konsumen. 

Naiknya harga beras turut membebani masyarakat yang menjadi konsumen. Di sisi lain, petani merasakan penghasilan tambahan dari meningkatknya harga gabah. Meski, banyak petani yang harus membeli beras sesuai harga yang berlaku. 

Petani asal Desa Pusakajaya, Kecamatan Pusakajaya, Kabupaten Subang, Eka Rahmat Komara mengatakan, kenaikan harga beras di sisi lain berdampak positif bagi petani. 

"Sisi positifnya baik bagi petani karena harga gabah ikut naik. Kemudian, dengan harga pupuk yang mahal juga obat-obatan yang mahal seimbang dengan harga penjualan gabah yang ikut naik," katanya. 

Menurutnya, hal tersebut dapat membantu penghasilan petani sehingga dapat memakmurkan para petani serta meningkatkan perekonomian bagi para petani. 

"Dengan keadaan beberapa tahun ke belakang adanya gagal panen yang rata-rata petani merugi,  saat ini petani bisa merasakan hasil dari jerih payahnya yang sudah-sudah," ujarnya. 

Namun, lanjut Eka, di sisi lain ada juga dampak negatif yang dirasakan oleh masyarakat kurang mampu sehingga masyarakat merasakan kesulitan membeli beras tatkala penghasilan di bawah rata-rata. 

"Tapi dengan adanya bantuan bansos juga program lain dari pemerintah Insya Allah akan sedikit membantu masyarakat kurang mampu yang sulit mendapatkan beras," terangya. 

Sementara itu, petani milenial penggagas Natarasatani, Dedi Mulyadi menyebut, kenaikan beras di pasaran merupakan hal yang wajar dikarenakan setiap musim harga beras bisa tinggi. 

"Sekarang saatnya petani merasakan keuntungan setelah beberapa musim kemarin terjadi penurunan produksi akibat El-Nino," tururnya.(cdp/ysp) 

Berita Terbaru

Subang Masuk 4 Besar Daerah dengan Tambang Ilegal Terbanyak di Jabar, Ini Jumlahnya

Subang Masuk 4 Besar Daerah dengan Tambang Ilegal Terbanyak di Jabar, Ini Jumlahnya

Subang1 jam lalu
Uu Soroti Penurunan Perolehan Suara PPP di Subang, Minta Kader Menangkan Lima Kursi DPRD

Uu Soroti Penurunan Perolehan Suara PPP di Subang, Minta Kader Menangkan Lima Kursi DPRD

Headline1 jam lalu
Rekomendasi Villa untuk Gathering di Subang yang Pas Buat Acara Rame-rame

Rekomendasi Villa untuk Gathering di Subang yang Pas Buat Acara Rame-rame

Lifestyle2 jam lalu
Apa Itu Eskul Korp Kadet di SMA? Ini Penjelasan Lengkap dan Aturan Terbarunya

Apa Itu Eskul Korp Kadet di SMA? Ini Penjelasan Lengkap dan Aturan Terbarunya

Nasional3 jam lalu
ADVERTISEMENT
Bagaimana Cara Melamar Di Kawasan Industri Subang Terbaru 2026, Lengkap dengan Jalur Resmi

Bagaimana Cara Melamar Di Kawasan Industri Subang Terbaru 2026, Lengkap dengan Jalur Resmi

Subang4 jam lalu
Belum Dieksekusi, Silfester Matutina Malah Sempat Jadi Komisaris BUMN, Cuma 5 Hari Menjabat

Belum Dieksekusi, Silfester Matutina Malah Sempat Jadi Komisaris BUMN, Cuma 5 Hari Menjabat

Nasional5 jam lalu
Kawasan Industri Subang Makin Ramai, Hotel dan Penginapan Bakal Ketiban Berkah

Kawasan Industri Subang Makin Ramai, Hotel dan Penginapan Bakal Ketiban Berkah

Subang6 jam lalu
Tiga Calon Sekda Subang Jalani Cek Kesehatan di RSUD Ciereng

Tiga Calon Sekda Subang Jalani Cek Kesehatan di RSUD Ciereng

Headline7 jam lalu
Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis di Batang Terungkap

Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis di Batang Terungkap

Nasional7 jam lalu
Rekomendasi Tempat Ngopi untuk Meeting di Subang Paling Nyaman, Cek di Sini!

Rekomendasi Tempat Ngopi untuk Meeting di Subang Paling Nyaman, Cek di Sini!

Lifestyle8 jam lalu