Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Hukuman Bagi Siswa Nakal di Jabar Ala Dedi Mulyadi: Bersihkan Toilet, Bersihkan Kaca Hingga Urus Sampah Sekolah

C
Cindy Desita Putri Editor: Yusup Suparman
|10:58 WIB
Bagikan:
Hukuman Bagi Siswa Nakal di Jabar Ala Dedi Mulyadi: Bersihkan Toilet, Bersihkan Kaca Hingga Urus Sampah Sekolah
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat mengunjungi SMPN 2 Jalancagak pada Jum’at (8/11/2025).

PASUNDANEKSPRES.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menegaskan, hukuman bagi siswa yang berperilaku nakal di sekolah harus bersifat mendidik dan membentuk karakter, bukan berupa kekerasan fisik. 

“Hari ini saya membuat Surat Edaran kepada para guru, kalau anaknya nakal itu cukup diberi hukuman yang mendidik,” ujar Dedi Mulyadi dalam unggahan video di akun Instagramnya. 

Misalnya, kata Dedi, membersihkan halaman, toilet, mengecat tembok, membersihkan kaca, atau mengurus sampah. 

“Tidak boleh hukuman fisik, karena hal itu berisiko secara hukum dan memang diatur dalam undang-undang,” kata Dedi.

Dedi menuturkan, kebijakan ini merupakan langkah nyata pemerintah provinsi untuk memberikan perlindungan hukum bagi para tenaga pendidik sekaligus memastikan pendidikan karakter tetap berjalan dengan baik di sekolah.

Lebih lanjut, Dedi mengungkapkan, sebanyak 200 pengacara telah disiapkan untuk mendampingi para guru SMA dan SMK di Jawa Barat apabila terjadi persoalan hukum dalam menjalankan tugasnya. 

“Kebetulan kasus yang kemarin itu melibatkan SMP, dan SMP menjadi kewenangan bupati,” jelasnya.

Tak hanya itu, Pemprov Jabar juga telah meminta setiap orang tua siswa menandatangani surat pernyataan sebagai bentuk kesepakatan bersama dalam menjaga kedisiplinan anak di sekolah. 

“Sudah ada surat pernyataan dari seluruh orang tua siswa, bahwa jika anaknya tidak mau mengikuti pendidikan kedisiplinan di sekolah atau menolak sanksi dari sekolah, maka anaknya akan dikembalikan ke orang tua,” terangnya.

Menurutnya, langkah ini menjadi bagian dari upaya mengubah pola pikir guru dalam mendidik anak, agar disiplin dan karakter tidak lagi dimaknai sebagai hukuman keras, melainkan pembelajaran tanggung jawab.

“Ini cara kami untuk mengubah cara berpikir,” tutup Dedi. (cdp)

Berita Terbaru

Gibran Respons Putusan MK soal Polemik Ijazah, Tegaskan Tetap Fokus Bekerja

Gibran Respons Putusan MK soal Polemik Ijazah, Tegaskan Tetap Fokus Bekerja

Nasional47 menit lalu
Nusron Wahid Penuhi Panggilan KPK hari ini pada rabu 7 Oktober 2026

Nusron Wahid Penuhi Panggilan KPK hari ini pada rabu 7 Oktober 2026

Nasional1 jam lalu
Dapat Nomor Urut 3, Aryana Fokus Benahi Data Bantuan dan Layanan Sosial di Sagalaherang Kaler

Dapat Nomor Urut 3, Aryana Fokus Benahi Data Bantuan dan Layanan Sosial di Sagalaherang Kaler

Subang1 jam lalu
DPR Wacanakan Wajib Militer Terbatas, Sasar Generasi Muda

DPR Wacanakan Wajib Militer Terbatas, Sasar Generasi Muda

Nasional1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Rencana Pemerintah Gratiskan Pendidikan dari TK hingga Perguruan Tinggi

Rencana Pemerintah Gratiskan Pendidikan dari TK hingga Perguruan Tinggi

Nasional2 jam lalu
Danau Saguling di Bandung Barat Mengering, Warga Manfaatkan Lahan untuk Bertani

Danau Saguling di Bandung Barat Mengering, Warga Manfaatkan Lahan untuk Bertani

Bandung Barat2 jam lalu
Prabowo Kumpulkan 800 Perwira TNI-Polri di Istana, Konsolidasi Pertahanan Jadi Sorotan

Prabowo Kumpulkan 800 Perwira TNI-Polri di Istana, Konsolidasi Pertahanan Jadi Sorotan

Nasional2 jam lalu
Kronologi Ledakan di San Antonio Pakuwon City Surabaya, Dipicu Kebocoran Gas

Kronologi Ledakan di San Antonio Pakuwon City Surabaya, Dipicu Kebocoran Gas

Nasional3 jam lalu
Impor Mobil CBU Indonesia Anjlok 47,8 Persen, Apa Dampaknya ke Pasar Mobil?

Impor Mobil CBU Indonesia Anjlok 47,8 Persen, Apa Dampaknya ke Pasar Mobil?

Nasional3 jam lalu
Data Center AI Jatiluhur: Seberapa Besar Dampaknya untuk Warga dan Ekonomi Jawa Barat?

Data Center AI Jatiluhur: Seberapa Besar Dampaknya untuk Warga dan Ekonomi Jawa Barat?

Purwakarta4 jam lalu