Industri Subang Terus Berkembang, H. Adik Dorong Pemuda Siap Bersaing

PASUNDANEKSPRES.ID - Momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 pada 28 Oktober 2026 diharapkan menjadi dorongan bagi generasi muda Kabupaten Subang untuk meningkatkan kompetensi, memperkuat persatuan, serta mengambil peran strategis dalam pembangunan daerah, terutama di tengah berkembangnya kawasan industri Subang.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Subang, H. Adik, menilai perkembangan kawasan industri di Kabupaten Subang harus menjadi peluang nyata bagi pemuda lokal untuk meningkatkan kesejahteraan dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, semangat Sumpah Pemuda tidak cukup hanya diperingati setiap tahun, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan konkret, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan keterampilan kerja, hingga keterlibatan aktif dalam berbagai sektor pembangunan.
“Semangat Sumpah Pemuda harus kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Pemuda Subang harus mampu menunjukkan bahwa mereka bukan hanya menjadi penonton di tengah pesatnya pembangunan, tetapi juga menjadi bagian penting dari kemajuan daerah,” ujar H. Adik kepada Pasundan Ekspres, Selasa (27/10/2026).
Ia mengatakan, keberadaan kawasan industri yang terus berkembang di Kabupaten Subang membuka peluang besar bagi generasi muda, baik untuk bekerja di sektor formal, mengembangkan usaha, maupun membangun berbagai peluang ekonomi baru yang berkaitan dengan aktivitas industri.
Namun, peluang tersebut harus diimbangi dengan kesiapan pemuda dalam menghadapi kebutuhan dunia kerja yang semakin kompetitif. Pendidikan, pelatihan vokasi, penguasaan teknologi, kedisiplinan, dan kemampuan beradaptasi menjadi sejumlah aspek yang perlu diperkuat.
Industri Subang Pesat
“Jangan sampai kawasan industri berkembang pesat, tetapi pemuda asli Subang justru kesulitan bersaing karena tidak memiliki keterampilan yang sesuai. Karena itu, peningkatan kualitas SDM harus menjadi perhatian bersama,” katanya.
H. Adik menilai, pemerintah daerah, dunia pendidikan, pelaku industri, dan masyarakat perlu memperkuat kolaborasi agar pertumbuhan investasi di Kabupaten Subang memberikan manfaat yang lebih luas bagi warga setempat.
Menurutnya, program pelatihan kerja harus disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Selain itu, akses informasi mengenai lowongan pekerjaan, sertifikasi kompetensi, program magang, dan pendampingan kewirausahaan perlu diperluas agar pemuda memiliki kesempatan yang lebih besar untuk memasuki dunia kerja.
Ia juga mendorong agar generasi muda tidak hanya berorientasi menjadi pekerja, tetapi turut memanfaatkan pertumbuhan kawasan industri untuk mengembangkan usaha mandiri, seperti penyediaan jasa, perdagangan, kuliner, serta usaha mikro, kecil, dan menengah yang mendukung kebutuhan industri dan masyarakat.
“Pemerintah daerah perlu memastikan pemuda mendapatkan akses terhadap pelatihan dan informasi peluang kerja. Dunia industri juga diharapkan memberikan ruang bagi tenaga kerja lokal yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan perusahaan,” ungkapnya.
Selain persoalan ekonomi dan ketenagakerjaan, H. Adik mengingatkan bahwa generasi muda harus tetap menjaga nilai persatuan, nasionalisme, toleransi, dan kepedulian sosial di tengah perubahan zaman.
Menurutnya, tantangan pemuda saat ini tidak hanya berkaitan dengan persaingan kerja, tetapi juga kemampuan menyaring informasi, menggunakan teknologi secara bijak, serta menjaga hubungan sosial di tengah derasnya arus digitalisasi.
Ia berharap pemuda Subang dapat menjadi generasi yang kritis, kreatif, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap persoalan masyarakat di lingkungannya.
“Pemuda harus berani berinovasi, terus belajar, menjaga persatuan, dan tidak mudah terpecah oleh perbedaan. Kemajuan daerah membutuhkan generasi yang memiliki kemampuan sekaligus karakter dan tanggung jawab sosial,” tegasnya.
Pada peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 ini, H. Adik berharap generasi muda Kabupaten Subang mampu memanfaatkan setiap peluang yang tersedia, meningkatkan kualitas diri, serta mengambil bagian dalam pembangunan daerah secara nyata.
Ia menegaskan, masa depan Subang tidak hanya ditentukan oleh besarnya investasi dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh kesiapan sumber daya manusia, khususnya generasi muda, dalam mengelola dan memanfaatkan peluang tersebut.
“Harapan kita, pemuda Subang menjadi generasi yang mandiri, berdaya saing, berkarakter, dan mampu membawa daerah ini semakin maju. Jadikan semangat Sumpah Pemuda sebagai energi untuk berkarya dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (cdp/ysp)
