Inovasi GEMAZ Puskesmas Cibogo Tekan Angka Stunting Melalui Intervensi Kalsium dan Zink

PASUNDANEKSPRES.ID - Upaya percepatan penurunan angka stunting terus dilakukan melalui berbagai inovasi di tingkat pelayanan kesehatan. Salah satu langkah nyata dilakukan Puskesmas Cibogo melalui inovasi GEMAZ (Gempur Masalah Stunting dengan Kalsium dan Zink) yang dilaksanakan pada periode Agustus hingga November 2025.
Inovasi yang digagas oleh Ayu Wulansari ini merupakan program intervensi gizi yang menyasar kelompok berisiko tinggi mengalami stunting. Sasaran program meliputi balita usia 1–3 tahun dengan kondisi gizi kurang, berat badan kurang, atau berat badan tidak naik, serta ibu hamil yang mengalami anemia dan Kekurangan Energi Kronis (KEK).
Kepala Puskesmas Cibogo, dr. Hj. Lini Aquariah, MKK, menjelaskan stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis dalam jangka panjang, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Kondisi tersebut tidak hanya memengaruhi pertumbuhan fisik anak, tetapi juga berdampak pada perkembangan otak, daya tahan tubuh, hingga produktivitas saat dewasa.
Melalui inovasi GEMAZ, Puskesmas Cibogo berupaya meningkatkan kualitas gizi ibu hamil dan balita secara komprehensif sebagai langkah pencegahan sejak dini. Intervensi dilakukan melalui pemberian suplemen kalsium dan zink yang memiliki peran penting dalam menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak.
Kalsium berfungsi membantu pembentukan tulang dan gigi yang kuat serta mendukung fungsi otot dan saraf. Sementara itu, zink berperan meningkatkan daya tahan tubuh, membantu proses metabolisme dan penyerapan zat gizi, serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan sel.
Tidak hanya berfokus pada pemberian suplemen, inovasi GEMAZ juga dilengkapi dengan edukasi kepada ibu hamil, orang tua, dan keluarga balita mengenai pentingnya pola makan bergizi seimbang, pemantauan pertumbuhan anak secara rutin, serta pemenuhan kebutuhan gizi selama masa kehamilan dan tumbuh kembang anak.
Program ini menunjukkan hasil yang positif. Berdasarkan data Puskesmas Cibogo, prevalensi stunting di wilayah kerjanya berhasil ditekan dari 1,45 persen pada tahun 2024 menjadi 1,19 persen pada tahun 2025. Capaian tersebut menjadi indikator bahwa intervensi gizi yang tepat sasaran dan dilakukan secara berkelanjutan mampu memberikan dampak nyata terhadap penurunan angka stunting.
Selain berkontribusi terhadap penurunan prevalensi stunting, inovasi GEMAZ juga mendukung implementasi Asta Cita poin keempat, yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia, sekaligus sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) poin ke-3, yaitu menjamin kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat di semua kelompok usia.
Ke depan, Puskesmas Cibogo berharap inovasi GEMAZ dapat terus meningkatkan status gizi ibu hamil dan balita, sekaligus menjadi contoh praktik baik (best practice) yang dapat direplikasi di berbagai wilayah sebagai upaya bersama mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.(znl/ysp)
