Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Inovasi Pembelajaran Berbasis Augmented Reality Perkuat Karakter Kebinekaan Global Pelajar Indonesia

Y
Yusup SuparmanEditor: Yusup Suparman
|21:40 WIB
Bagikan:
Inovasi Pembelajaran Berbasis Augmented Reality Perkuat Karakter Kebinekaan Global Pelajar Indonesia
Penguatan Karakter Kebinekaan Global Pelajar Indonesia melalui Penggunaan Augmented Reality Berbasis Project Citizen.

PASUNDANEKSPRES.ID— Di tengah meningkatnya intoleransi, polarisasi sosial, dan rendahnya empati lintas budaya di kalangan generasi muda, sebuah inovasi pembelajaran berbasis teknologi hadir dari ruang akademik. Restu Adi Nugraha resmi meraih gelar doktor dalam bidang Pendidikan Umum dan Karakter melalui disertasi berjudul “Penguatan Karakter Kebinekaan Global Pelajar Indonesia melalui Penggunaan Augmented Reality Berbasis Project Citizen.”

Disertasi ini tidak sekadar menawarkan media pembelajaran baru, tetapi menghadirkan model pedagogis yang menjawab tantangan riil pendidikan Indonesia hari ini.

Penelitian ini berangkat dari dua realitas penting. Pertama, fenomena diskriminasi, stereotip sosial, dan kecenderungan eksklusivisme masih muncul dalam interaksi pelajar sehari-hari menunjukkan adanya jarak antara nilai kebinekaan yang diamanatkan Pancasila dan praktik sosial di sekolah.

Kedua, hasil PISA yang menunjukkan mayoritas peserta didik Indonesia masih berada pada level kompetensi 1–3 atau kategori Lower Order Thinking Skills (LOTS), yang menandakan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah belum berkembang optimal.

Padahal, melalui Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2025 tentang Standar Isi, Pendidikan Pancasila secara tegas diposisikan sebagai wahana pembentukan identitas nasional dalam menghadapi peluang dan tantangan global. Pemerintah juga menargetkan terwujudnya Delapan Dimensi Profil Lulusan Pembelajaran Mendalam, salah satunya dimensi kewargaan yang menuntut peserta didik mampu berpikir global, menghargai keberagaman, serta berkomitmen menyelesaikan persoalan nyata kehidupan.

“Secara normatif, fondasi kebijakan kita sudah sangat kuat. Tantangannya ada pada bagaimana nilai itu dihidupkan dalam pengalaman belajar yang nyata dan bermakna,” ujar Restu dalam paparannya.

Menjawab kebutuhan tersebut, Restu mengembangkan inovasi yang mengintegrasikan tiga elemen utama: Pendidikan Kewarganegaran Global/Global Citizenship Education (GCED), pendekatan aksi kewargaan Project Citizen, dan teknologi Augmented Reality (AR).

Melalui AR, peserta didik memindai buku dan lembar kerja menggunakan smartphone, lalu muncul video isu global, avatar pemandu, hingga fitur diskusi berbasis chatbot. Peserta didik kemudian menganalisis masalah, mencari data, menyusun solusi kebijakan, dan mempresentasikan portofolio aksi mereka dalam bentuk showcase.

Berbeda dengan teknologi imersif berbiaya tinggi seperti VR atau alat metaverse lainnya, model ini cukup memanfaatkan smartphone yang telah dimiliki mayoritas peserta didik. Artinya, inovasi ini fleksibel, realistis, dan mudah direplikasi di berbagai sekolah.

“Peserta didik kita adalah digital native. Tantangannya bukan pada akses teknologi, tetapi bagaimana teknologi itu diarahkan untuk memperkuat karakter, bukan sekadar hiburan,” jelasnya.

Pembelajaran tidak lagi berhenti pada hafalan konsep, tetapi bergerak menuju analisis kritis, refleksi moral, dan aksi sosial sederhana yang kontekstual. Dengan demikian, peserta didik didorong keluar dari jebakan kemampuan berpikir tingkat rendah (LOTS) menuju kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) yang reflektif dan partisipatif.

Dalam jangka panjang, model ini diarahkan untuk membentuk disposisi karakter yang lebih stabil: terbiasa berdialog secara rasional, menghargai perbedaan, serta mengambil keputusan secara etis dalam kehidupan bermasyarakat. Ke depan, pengembangan model ini juga dirancang untuk diperluas melalui kolaborasi dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), sehingga inovasi pembelajaran ini tidak hanya berdampak di ruang kelas, tetapi berkelanjutan dan adaptif dalam ekosistem pendidikan yang lebih luas. 

“Inovasi ini bukan sekadar tentang teknologi, tetapi tentang bagaimana kita menyiapkan generasi yang mampu mempertahankan identitas lokalnya sekaligus berpikir dan bertindak secara global,” tegas Restu.

Disertasi ini diuji secara akademik oleh tim promotor dan penguji internal, serta menghadirkan penguji luar dari Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia, Profesor Madya Dr. Nadarajan A/L Thambu, yang memberikan perspektif komparatif dan penguatan internasional terhadap kontribusi riset ini.

Dengan menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap era digital namun tetap berpijak pada nilai Pancasila, penelitian ini membuka jalan bagi model pendidikan kewarganegaraan yang lebih reflektif, kontekstual, dan berdampak. Inovasi ini secara langsung mendukung agenda pemerintah dalam mewujudkan Profil Lulusan Pembelajaran Mendalam khususnya pada dimensi kewargaan serta memperkuat implementasi Standar Isi Pendidikan Pancasila di satuan pendidikan.

Melalui model yang fleksibel dan mudah direplikasi, sekolah memiliki perangkat konkret untuk mengintegrasikan nilai kebinekaan global ke dalam praktik pembelajaran sehari-hari, sehingga menjadi langkah strategis menuju lahirnya generasi pelajar Indonesia yang inklusif, kritis, dan bertanggung jawab dalam menghadapi dinamika dunia global.(rls) 

Berita Terbaru

Pemuda Campakasari Purwakarta Ditemukan Meninggal di Kamar

Pemuda Campakasari Purwakarta Ditemukan Meninggal di Kamar

Purwakarta1 jam lalu
Diduga Gagal Rem, Truk Trailer Picu Tabrakan Beruntun di Tol Cipularang Km 91B

Diduga Gagal Rem, Truk Trailer Picu Tabrakan Beruntun di Tol Cipularang Km 91B

Headline1 jam lalu
Pengambilan Nomor Urut Pilkades Patimban Ricuh, Pendukung Cakades Terlibat Lempar Batu

Pengambilan Nomor Urut Pilkades Patimban Ricuh, Pendukung Cakades Terlibat Lempar Batu

Headline2 jam lalu
Tips Meningkatkan Semangat di Pagi Hari, Bikin Aktivitas Makin Produktif

Tips Meningkatkan Semangat di Pagi Hari, Bikin Aktivitas Makin Produktif

Lifestyle3 jam lalu
ADVERTISEMENT
Perkembangan Kasus Nusron Wahid: KPK Minta Menteri ATR/BPN Kooperatif Hadiri Pemeriksaan Saksi

Perkembangan Kasus Nusron Wahid: KPK Minta Menteri ATR/BPN Kooperatif Hadiri Pemeriksaan Saksi

Nasional3 jam lalu
Merasa Terganggu? Ini Cara Blokir Akun Instagram dengan Mudah

Merasa Terganggu? Ini Cara Blokir Akun Instagram dengan Mudah

Lifestyle3 jam lalu
Prediksi Susunan Pemain Persib vs Port FC: Sandy Walsh Berpeluang Debut

Prediksi Susunan Pemain Persib vs Port FC: Sandy Walsh Berpeluang Debut

Olahraga4 jam lalu
Bukan Cuma Balapan, Ini Dia Jadwal Musisi dan Konser di MotoGP Mandalika 2026

Bukan Cuma Balapan, Ini Dia Jadwal Musisi dan Konser di MotoGP Mandalika 2026

Lifestyle4 jam lalu
Truk Mundur di Tanjakan Jalan Subang–Cijambe, Minibus Mitsubishi Tertabrak

Truk Mundur di Tanjakan Jalan Subang–Cijambe, Minibus Mitsubishi Tertabrak

Subang5 jam lalu
Peringati World Rabies Day 2026, Disnakeswan Subang Gelar Vaksinasi Rabies Gratis

Peringati World Rabies Day 2026, Disnakeswan Subang Gelar Vaksinasi Rabies Gratis

Subang5 jam lalu