Jalan Kabupaten Penghubung Tanjung Tiga-Batangsari Subang Sepanjang 272 Meter Selesai Diperbaiki

SUBANG-Ruas jalan Kabupaten penghubung Desa Tanjung Tiga, Kecamatan Blanakan, dengan Desa Batangsari, Kecamatan Sukasari, sepanjang 272 meter resmi diperbaiki dan diresmikan Pemerintah Kabupaten Subang.
Peresmian ruas jalan tersebut dilakukan Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi bersama Wakil Bupati Subang H. Agus Masykur Rosyadi dalam kegiatan Saba Desa di Desa Sukamaju, Kecamatan Sukasari, Jumat (2/10/2026).
Jalan tersebut menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat karena digunakan untuk berbagai aktivitas sehari-hari, mulai dari perjalanan anak sekolah, mobilitas pekerja, hingga distribusi dan pengangkutan barang dagangan.
Sebelum diperbaiki, kondisi jalan tersebut telah mengalami kerusakan selama bertahun-tahun. Perbaikan diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi warga di wilayah Sukasari dan Blanakan.
Kepala Dusun Tegal Tiga, Desa Sukamaju, Devi, menyampaikan apresiasi atas pembangunan jalan tersebut yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Hatur nuhun Bapak, dengan adanya pembangunan sangat bermanfaat bagi kami masyarakat,” ujar Devi.
Bupati Subang Reynaldy Putra Andita menyampaikan, pembangunan infrastruktur jalan di wilayah tersebut akan terus dilanjutkan. Ia menargetkan ruas jalan Kabupaten di Desa Sukamaju dan Kecamatan Sukasari dapat diperbaiki secara bertahap hingga kondisinya kembali layak dan mulus.
“Insha Allah sisana diparatkeun di awal tahun payun. Jalan didieu kudu bener, kudu mulus, moal ngisinkeun deui dulur jauh,” ujar Reynaldy.
Reynaldy menyebut, pembangunan infrastruktur yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Subang pada dasarnya bersumber dari anggaran daerah yang berasal dari kontribusi masyarakat melalui pajak.
Karena itu, ia menegaskan manfaat pembangunan harus kembali dirasakan masyarakat, termasuk melalui perbaikan infrastruktur dasar seperti jalan.
“Ieu artos ibu sadayana, dibangun ku artos ibu sadayana, sanes dibangun ku abdi. Sanes ti abdi tapi ti bapak ibu sadayana karena berasal dari pajak bapak ibu sadayana,” tegasnya.
Reynaldy menilai pembangunan jalan bukan sekadar proyek fisik, tetapi bagian dari upaya memastikan anggaran yang dihimpun pemerintah dapat memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat. (cdp/ysp)
