Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Jelang Persiapan Puncak Haji, Bus Shalawat Berhenti Beroperasi Sementara Mulai 11 Juni

I
Inessia Nabila MEditor: Inessia Nabila M
|14:25 WIB
Bagikan:
Jelang Persiapan Puncak Haji, Bus Shalawat Berhenti Beroperasi Sementara Mulai 11 Juni
Operasional Bus Shalawat berhenti beroperasi sementara mulai 11 Juni. (Foto: laman resmi Kemenag)

PASUNDAN EKSPRES - PPIH Arab Saudi menyampaikan operasional bus shalawat berhenti beroperasi sementara mulai 11 Juni.

Diketahui, sejak awal kedatangan di Kota Makkah 21 Mei 2024, jemaah haji Indonesia difasilitasi Bus Shalawat selama 24 jam saat akan berangkat dari hotel ke Masjidil Haram (pergi pulang). 

Menjelang puncak haji, layanan Bus Shalawat akan berhenti beroperasi sementara, tepatnya mulai 11 Juni 2024 atau 5 Zulhijjah 1445 H, pukul 12.00 Waktu Arab Saudi (WAS).

Hal ini disampaikan oleh Wakil Kepala Pos Transportasi, Eli Muncar Taslim kepada jemaah haji Indonesia yang menggunakan bus shalawat.

Eli mengatakan, pemberhentian operasional bus shalawat tersebut disebabkan ditutupnya jalur-jalur yang biasa dilalui bus shalawat karena padatnya arus lalu lintas jelang puncak haji. 

Selain itu, penghentian ini juga bertujuan agar para jemaah bisa fokus untuk persiapan puncak haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina). 

"Jemaah dapat beristirahat penuh dan mempersiapkan diri menjalani rangkaian puncak haji," ucap Eli, dikutip dari laman resmi Kemenag, Selasa (11/6).

Adapun seluruh aktivitas jemaah pada 11 Juni 2024 hingga menjelang puncak haji dilakukan di musala hotel atau masjid di sekitar hotel.

Layanan bus shalawat akan kembali beroperasi pada 14 Zulhijjah 1445 H atau 20 Juni 2024 M pukul 00.30 WAS.

Eli menambahkan, jemaah diminta untuk menyiapkan fisik dan mental, juga menjaga kesehatan agar tidak sakit saat puncak haji. 

Hal ini karena cuaca di Makkah selalu di atas 40 derajat Celsius pada pagi hingga sore hari. 

Bahkan diperkirakan pada puncak haji, suhu udara bisa mencapai 50 derajat Celsius.

Sementara itu, pada 14 Juni 2024, jemaah haji akan berangkat ke Arafah menggunakan bus. 

Setiap jamaah haji harus memiliki smart card agar bisa menaiki bus. Sebelum naik ke bus, petugas akan memindai smart card jemaah. Setelah lengkap, pintu bus akan disegel dengan stiker.

"Segel pintu bus akan dibuka di depan maktab di Arafah. Hal ini dilakukan untuk menghindari masuknya jamaah non visa haji yang berusaha menyelundup atau diselundupkan ke bus jamaah haji reguler," pungkasnya. (inm)

Berita Terbaru

LaLaLa Fest Hadir Lagi di Jakarta Januari 2027, Olivia Dean jadi Headliner

LaLaLa Fest Hadir Lagi di Jakarta Januari 2027, Olivia Dean jadi Headliner

Lifestyle1 jam lalu
JNE Raih Sertifikasi Halal untuk Layanan Logistik dari BPJPH, Perkuat Standar Layanan Terpercaya

JNE Raih Sertifikasi Halal untuk Layanan Logistik dari BPJPH, Perkuat Standar Layanan Terpercaya

Nasional1 jam lalu
Poster Baru Film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Tampilkan Detail Kehidupan Ale

Poster Baru Film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Tampilkan Detail Kehidupan Ale

Lifestyle1 jam lalu
Tiga Tahun Berjuang Melawan Sakit Komplikasi, BAZNAS Subang Hadir Bantu Ibu Tiga Anak

Tiga Tahun Berjuang Melawan Sakit Komplikasi, BAZNAS Subang Hadir Bantu Ibu Tiga Anak

Headline2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Botram Bersama Warga, TMMD ke-130 di Cupunagara Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat

Botram Bersama Warga, TMMD ke-130 di Cupunagara Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat

Headline2 jam lalu
Lowongan Kerja di Subang Oktober 2026: PT Handsomekovi Indonesia Buka Posisi Ini

Lowongan Kerja di Subang Oktober 2026: PT Handsomekovi Indonesia Buka Posisi Ini

Lifestyle3 jam lalu
Indonesia Jadi Negara dengan Pertumbuhan Orang Superkaya Tertinggi di Dunia, Ini Dia Daftar Negara Lainnya!

Indonesia Jadi Negara dengan Pertumbuhan Orang Superkaya Tertinggi di Dunia, Ini Dia Daftar Negara Lainnya!

Lifestyle4 jam lalu
Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan

Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan

Nasional4 jam lalu
Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri

Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri

Nasional4 jam lalu
Ramai Seruan Netizen Malaysia Boikot Produk Indonesia, Sejarah Lagu "Negaraku" Ikut Diungkit

Ramai Seruan Netizen Malaysia Boikot Produk Indonesia, Sejarah Lagu "Negaraku" Ikut Diungkit

Lifestyle4 jam lalu