Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Jongko di Jalancagak Subang Dibongkar, Petani Nanas Kesulitan Jual Hasil Panen

H
HubaEditor: Huba
|09:35 WIB
Bagikan:
Jongko di Jalancagak Subang Dibongkar, Petani Nanas Kesulitan Jual Hasil Panen
PETANI NANAS: Aktivitas petani nanas di Desa Cimanglid, Kecamatan Kasomalang, Selasa (24/6/2025). Mereka mengeluhkan sulitnya menjual hasil panen dengan harga yang mahal.

SUBANG–Sejumlah petani nanas di Subang turut terdampak penertiban dan pembongkaran jongko-jongko (lapak-lapak pedagang), beberapa waktu lalu. 

Salah satu petani nanas asal Desa Cimanglid Kecamatan Kasomalang Nana mengungkapkan, sejak penertiban tersebut, ia dan rekan-rekan petani lainnya mengalami kesulitan menjual hasil panennya. 

Harga nanas yang sebelumnya bisa mencapai Rp7.500 per kg di tingkat pengecer jongko, kini harus rela dilepas ke pabrik dengan harga hanya Rp2.500 per kg.

“Kalau ke jongko, kita bisa jual sampai Rp7.000 bahkan kadang Rp7.500. Tapi setelah jongko dibongkar, nggak ada tempat lagi buat pedagang jualan. Jadi petani kayak saya akhirnya bingung, mau jual ke mana? Kalau ke pabrik, ya harganya cuma Rp2.500 per kg. Jauh banget turunnya,” ujar Nana Kepada Pasundan Ekspres pada Selasa (24/6/2025). 

Sebelum dilakukan pembongkaran, banyak petani menjual hasil panennya langsung ke jongko-jongko yang berjajar di sepanjang jalur utama seperti Curug Rendeng, Jalancagak, hingga Ciater. 

Lapak-lapak sederhana tersebut menjadi titik distribusi penting yang mempertemukan petani dengan konsumen langsung, baik wisatawan maupun pengecer kecil.

Namun setelah kawasan tersebut ditertibkan dengan dalih menertibkan bangunan liar di lahan milik pemerintah, praktis saluran distribusi langsung itu pun terputus. 

Para pedagang tidak lagi memiliki tempat untuk berjualan, dan petani tak lagi bisa memasarkan produk mereka secara langsung.

“Saya itu bukan cuma petani, tapi juga kadang nganterin sendiri ke jongko. Sekarang jongko nggak ada, ya otomatis kita kehilangan pembeli tetap. Ke wisatawan juga nggak bisa, karena jalurnya sekarang sepi, gelap, dan nggak ada aktivitas jual beli lagi,” lanjut Nana.

Anjloknya harga nanas dari Rp7.500 ke Rp2.500 per kg jelas memberikan dampak ekonomi yang besar bagi para petani. Banyak di antara mereka yang sudah mengeluarkan modal besar untuk perawatan lahan, pupuk, dan ongkos angkut, kini harus merugi karena harga jual tidak menutup biaya produksi.

“Biaya nanam sampai panen itu besar. Kalau kita cuma dapet Rp2.500, itu belum nutup pupuknya aja. Belum ongkos panen dan kirim ke pabrik. Sekarang banyak yang akhirnya milih biarin aja nanas di kebun sampai busuk, karena nggak worth it dijual,” kata Nana.

Nana dan petani lainnya berharap pemerintah tidak hanya fokus pada penertiban, tapi juga memberikan solusi jangka panjang untuk menata ulang sistem perdagangan tanpa mematikan mata pencaharian rakyat kecil.

“Kami itu nggak pernah minta banyak. Cuma tolong dikasih tempat berdagang yang layak buat para pedagang jongko. Supaya kami para petani juga bisa tetap hidup. Jangan cuma dibongkar, tapi nggak dikasih solusi,” ujar Nana dengan nada berharap.

“Kalau begini terus, bisa-bisa petani nanas bangkrut. Padahal nanas itu kebanggaan Subang. Kalau petaninya tumbang, siapa yang akan rawat Subang sebagai kota nanas?” pungkas Nana.(hdi/ysp) 

Berita Terbaru

BUMDes CIPATI Desa Cimeuhmal Panen Perdana Jagung Tebon

BUMDes CIPATI Desa Cimeuhmal Panen Perdana Jagung Tebon

Subang8 jam lalu
Neng Virda Cakades Purwadadi Usung Perubahan dan Pemberdayaan Perempuan

Neng Virda Cakades Purwadadi Usung Perubahan dan Pemberdayaan Perempuan

Subang8 jam lalu
Kang Rey Bidik Subang Jadi Kota Kreatif, Pastikan SubangFest Digelar Tiap Bulan

Kang Rey Bidik Subang Jadi Kota Kreatif, Pastikan SubangFest Digelar Tiap Bulan

Subang9 jam lalu
Pojokan 328: Mitelor

Pojokan 328: Mitelor

Opini11 jam lalu
ADVERTISEMENT
Cara Sematkan Postingan Foto dan Video di Instagram, Pake Fitur Ini

Cara Sematkan Postingan Foto dan Video di Instagram, Pake Fitur Ini

Lifestyle11 jam lalu
Tips Sehat di Musim Pancaroba agar Tidak Mudah Tumbang Saat Cuaca Berubah

Tips Sehat di Musim Pancaroba agar Tidak Mudah Tumbang Saat Cuaca Berubah

Lifestyle12 jam lalu
Operasi Patuh 2026 Resmi Digelar, Cek 11 Sasaran ETLE dan Dendanya

Operasi Patuh 2026 Resmi Digelar, Cek 11 Sasaran ETLE dan Dendanya

Nasional13 jam lalu
Klasemen Super League 2026/2027 Persib Naik ke Posisi 5

Klasemen Super League 2026/2027 Persib Naik ke Posisi 5

Olahraga13 jam lalu
DTIIF 2026 Digelar di Jakarta, Danantara Bidik Investasi Teknologi Global

DTIIF 2026 Digelar di Jakarta, Danantara Bidik Investasi Teknologi Global

Nasional13 jam lalu
Kementerian ESDM Buka Lowongan Pengawal Energi 2026, Tersedia 108 Formasi

Kementerian ESDM Buka Lowongan Pengawal Energi 2026, Tersedia 108 Formasi

Nasional13 jam lalu
Jongko di Jalancagak Subang Dibongkar, Petani Nanas Kesulitan Jual Hasil Panen | Pasundan Ekspres