Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Kaspersky Ungkap Tren Ancaman Siber 2024: Antisipasi Maraknya Judi Online dan Penipuan Finansial

H
Hilman Fajri AmirullohEditor: Hilman Fajri Amirulloh
|08:30 WIB
Bagikan:
Kaspersky Ungkap Tren Ancaman Siber 2024: Antisipasi Maraknya Judi Online dan Penipuan Finansial
Kaspersky Ungkap Tren Ancaman Siber 2024/foto screenshot via/Freepik

PASUNDAN EKSPRESS - Perusahaan keamanan siber Rusia, Kaspersky, mengidentifikasi sejumlah potensi ancaman siber yang mungkin muncul di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, pada tahun 2024.

Salah satu tren yang diantisipasi adalah peningkatan aktivitas judi online yang ilegal.

Dony Koesmandarin, Territory Manager Kaspersky untuk Indonesia, menyatakan bahwa selain judi online, investasi bodong, pencucian uang, dan penipuan kripto juga merupakan potensi ancaman.

 "Illegal gambling pasti, kripto tetap, karena ada beberapa hal yang sangat signifikan dilakukan juga. Invesment yang enggak jelas, kayaknya akan tetap ngetren di 2024," Ungkap Dony dalam acara peluncuran Kaspersky KUMA dan Cyber Landscape of Indonesia yang digelar di Jakarta, Selasa (27/2), Seperti yang dikutip dari CNN Indonesia pada 29 Februari 2024.

Dalam acara peluncuran Kaspersky KUMA dan Cyber Landscape of Indonesia di Jakarta, Dony menguraikan lima potensi ancaman tersebut.

Selain itu, ia juga menyoroti ancaman siber terhadap sektor finansial dan lembaga pemerintahan, yang menjadi target besar karena volume data yang dimilikinya.

 

Metode serangan terhadap sektor finansial diyakini akan tetap sama, seperti pengiriman file APK yang mengandung virus untuk mencuri informasi keuangan korban.

Survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) sebelumnya juga memperkirakan bahwa penipuan online dan pencurian data pribadi akan menjadi kejahatan siber yang dominan pada tahun 2024.

 

Survei tersebut dilakukan dengan melibatkan ribuan responden di seluruh Indonesia dan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kejahatan seperti penipuan online dan pencurian data pribadi dibandingkan tahun sebelumnya.

Kejahatan siber semacam itu menjadi perhatian utama, sementara masalah lainnya termasuk perangkat terinfeksi virus dan kesulitan mengakses aplikasi juga diakui sebagai masalah yang signifikan.

 

Dengan potensi ancaman siber yang semakin kompleks, kesadaran dan tindakan preventif menjadi kunci dalam menjaga keamanan digital kita.

Mari bersama-sama memperkuat pertahanan cyber dan menghadapi tantangan masa depan dengan kewaspadaan yang lebih baik.

(hil/hil)

Berita Terbaru

Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Nasional9 menit lalu
6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Headline1 jam lalu
Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Olahraga1 jam lalu
Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Headline1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Headline2 jam lalu
6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

Lifestyle2 jam lalu
7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

Lifestyle3 jam lalu
Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Lifestyle4 jam lalu
Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Jawa Barat5 jam lalu
Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Headline5 jam lalu