Kemana PT. SS dan BPR Ku Jabar?, BUMD Lain Sudah Setor Deviden ke Pemkab

PASUNDANEKSPRES.ID - Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Subang, H. Adik, mendesak dua BUMD yakni PT Subang Sejahtera (SS) dan PT BPR KU Jabar segera merealisasikan setoran deviden kepada Pemkab.
Desakan ini disampaikan menyusul belum adanya realisasi deviden dari kedua BUMD tersebut hingga Oktober 2025.
Berdasarkan data dari Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah, dari total target deviden BUMD tahun 2025 sebesar Rp10,37 miliar, baru terealisasi Rp6,35 miliar.
Sedangkan, pada tahun 2023 target deviden BUMD sebesar Rp19,06 miliar dengan realisasi Rp 18,86 miliar, dan pada tahun 2024 target deviden menjadi Rp 9,41 miliar dengan realisasi Rp 9,48 miliar.
“Kalau saja di tahun 2023 bisa menargetkan hampir Rp20 miliar, kenapa di 2024, 2025, dan 2026 tidak bisa? Pasti akan bisa,” tegas H. Adik saat diwawancara Pasundan Ekspres, belum lama ini.
Menurutnya, pergantian direksi dan komisaris di PT Subang Sejahtera seharusnya tidak menjadi hambatan dalam menjalankan operasional maupun kewajiban perusahaan, termasuk penyetoran deviden kepada pemerintah daerah.
“PT Subang Sejahtera memang direksi dan komisarinya baru, tapi bukan berarti ini menjadi hambatan, apalagi terkait deviden. Masa transisi itu hanya peralihan dari pengurus lama ke baru. Sekarang tinggal dua bulan lagi, tapi dua BUMD ini belum menyetor deviden sama sekali,” ujarnya.
H. Adik juga mendesak agar PT Subang Sejahtera segera melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa, guna mempercepat proses penetapan laporan keuangan dan perubahan RKAP sehingga setoran deviden dapat segera direalisasikan.
H. Adik menegaskan, apabila hingga akhir tahun kedua BUMD tersebut tidak mampu memberikan kontribusi deviden, maka pihaknya akan mendorong agar dilakukan evaluasi menyeluruh.
“Kalau sampai akhir tahun tidak ada keuntungan untuk disetor sebagai deviden, maka perlu dilakukan evaluasi. Kami di DPRD punya fungsi pengawasan terhadap kinerja BUMD, termasuk memberikan catatan atau rekomendasi kepada eksekutif bila ada yang kinerjanya buruk,” tegasnya.
Dengan masih tertahannya deviden dari dua BUMD tersebut, Fraksi PDI Perjuangan meminta Pemkab Subang memperketat pengawasan agar target pendapatan daerah dari sektor BUMD dapat tercapai menjelang akhir tahun.
Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Subang, Muhamad Khairil Syahdu Mukhtar, membenarkan bahwa hingga saat ini PT Subang Sejahtera dan PT BPR KU Jabar belum menyetor deviden tahun berjalan.
“Belum, karena untuk BPR KU Jabar dalam laporan konsolidasi akhir tahunnya rugi, nanti akan kami konfirmasi lagi,” jelas Khairil saat dihubungi Pasundan Ekspres.
Sedangkan untuk PT Subang Sejahtera, lanjutnya, realisasi deviden masih menunggu hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) terkait perubahan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).
“Laporan tahun sebelumnya ditolak oleh pemegang saham, jadi harus RUPS dulu sebelum bisa realisasi deviden,” ungkapnya.
Kinerja BUMD Tiga Tahun Terakhir
Pada tahun 2023, deviden keseluruhan dari BUMD di Subang mampu menembus Rp18,862 miliar. Saat itu, target deviden yang ditetapkan sebesar Rp19,061 miliar.
Kontribusi terbesar berasal dari PT Bank Subang dengan realisasi Rp12,544 miliar, disusul PDAM Subang sebesar Rp1,508 miliar, PT Subang Sejahtera sebesar Rp4 miliar, PT BPR KU Jabar sebesar Rp409 juta, dan PT Subang Energi Abadi sebesar Rp400 juta.
Tahun 2024 menunjukkan penurunan signifikan pada target deviden menjadi Rp9,417 miliar, namun realisasi melampaui target dengan capaian Rp9,486 miliar atau 100,7 persen.
Penyumbang terbesar kembali berasal dari PT Bank Subang sebesar Rp4,505 miliar, diikuti PDAM Subang sebesar Rp1,710 miliar, PT Subang Sejahtera sebesar Rp2,452 miliar, PT Subang Energi Abadi sebesar Rp650 juta, dan PT BPR KU Jabar sebesar Rp167 juta.
Kemudian, pada tahun 2025 ini realisasi deviden terbesar tahun 2025 hingga Juli berasal dari PT Bank Subang sebesar Rp4,3 miliar, disusul PDAM Subang sebesar Rp1,3 miliar dan PT Subang Energi Abadi sebesar Rp750 juta. Total deviden yang sudah diterima Pemkab sebesar Rp6,3 miliar, dari target Rp10,3 miliar.
Target Tinggi Tahun 2026
Baru-baru ini, DPRD SUbang menargetkan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) mencapai Rp33 miliar pada tahun anggaran 2026.
Target ini melonjak dibandingkan tahun sebelumnya, seiring dengan kebijakan baru DPRD untuk memperkuat sumber pendapatan lokal di tengah penurunan signifikan Transfer Keuangan Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.
Ketua DPRD Kabupaten Subang, Victor Wirabuana Abdurachman menyebut, langkah tersebut merupakan bentuk respons cepat DPRD terhadap kondisi fiskal daerah yang tengah menantang.
“Turbulensi TKD kali ini cukup besar, mencapai penurunan sekitar Rp361 miliar. Karena itu, kami berharap BUMD di Kabupaten Subang bisa berperan lebih aktif dalam meningkatkan PAD,” ujarnya, Senin (20/10/2025).
Menurut Victor, penetapan target baru ini juga dilandasi oleh optimisme terhadap pertumbuhan pesat sektor industri di Kabupaten Subang.
Munculnya kawasan industri baru dinilai membuka peluang besar bagi BUMD untuk memperluas bidang usaha dan memperkuat peran strategisnya dalam pembangunan daerah.
“Dengan hadirnya Perda Nomor 1 Tahun 2023 tentang Investasi, DPRD siap mendukung langkah-langkah BUMD agar lebih terlibat dalam sektor industri yang menjadi potensi unggulan daerah,” terang Victor.
Dari total target Rp33 miliar tersebut, kontribusi terbesar diharapkan datang dari PT Bank Subang dengan target Rp10 miliar, naik dari capaian Rp8 miliar pada 2025.
Sementara itu, PT Subang Sejahtera ditetapkan menembus target Rp6 miliar, meningkat signifikan dari Rp2,8 miliar pada tahun sebelumnya.
Selain itu, Perumda Tirta Rangga Subang dibebankan target Rp4 miliar, dan PT Subang Energi Abadi ditetapkan naik dua kali lipat dari Rp1 miliar menjadi Rp2 miliar. Sedangkan BPR KU juga mendapat penyesuaian target tambahan sebesar Rp500 juta.
Victor menegaskan, peningkatan target tersebut bervariasi antara 50 hingga 100 persen, tergantung pada kapasitas dan potensi masing-masing BUMD. Namun, ia menekankan pentingnya semangat optimisme dalam menghadapi tantangan fiskal daerah.
“Silahkan targetkan PAD setinggi langit. Kalaupun belum sampai ke sana, minimal hasilnya capaian PAD tetap berada di kisaran target tahun ini,” tegasnya.(cdp/ysp)
